Statistik Kunjungan
Total kunjungan sebanyak:
kunjungan sejak 2008.
Untuk melihat rincian kunjungan, silahkan klik di sini.

TPS Liar Ganggu Aktivitas Ratusan Murid SD Rancaekek

tps liar

SOREANG, (PRLM).- Sejumlah guru dan murid di SDN 3 dan 6 Rancaekek, Desa Rancaekekwetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung mengeluhkan bau sampah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Soalnya, sekolah tersebut berseberangan dengan tempat pembuangan sampah liar warga sekitar.

Setiap hari, sampah plastik dan rumah tangga dibuang ke areal di depan sekolah yang berlokasi di Jalan Stasiun, Desa Rancaekekwetan tersebut. Lokasi tempat pembuangan sampah liar dan SDN 3 dan 6 Rancaekek tersebut hanya terpisahkan jalan desa. Akibatnya, aktivitas ratusan murid di kedua sekolah tersebut terganggu.

Kepala SDN 3 Rancaekek, Elin Karlina mengakui, lokasi pembuangan sampah liar di dekat sekolahnya membuat para guru dan siswa tidak nyaman. Soalnya, bau menyengat sangat mengganggu aktivitas mereka.

Meski demikian, Elin enggan berkomentar banyak soal sampah di depan sekolahnya tersebut. Menurut dia, warga sekitar membuang sampah ke areal itu akibat tidak adanya tempat pembuangan sampah yang representatif.

“Kami memang terganggu akibat keberadaan sampah itu. Tapi, itu bukan kesalahan kami. Soalnya, kami tidak berwenang mengelolanya,” kata Elin di SDN 3 Rancaekek, Selasa (21/10/2014).

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Rancaekek, Dede Dhani membenarkan, keberadaan tempat pembuangan sampah liar di seberang SDN 3 dan 6 Rancaekek tersebut sangat mengganggu aktivitas pendidikan di kedua sekolah. Selain berasal dari warga sekitar, menurut dia, sampah tersebut juga berasal dari pasar dan luar daerah.

Areal yang dijadikan tempat pembuangan sampah liar tersebut, menurut Dede, merupakan tanah kosong milik PT Kereta Api. Lantaran tidak digunakan, areal tersebut begitu saja dijadikan tempat pembuangan sampah.

Untuk mengatasinya, dia pun mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan UPTD Pengangkutan Sampah setempat. Namun, hingga kini belum ada penanganan lebih lanjut.

“Kami harap masalah sampah di areal itu segera bisa diatasi. Soalnya, sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar di kedua sekolah tersebut,” katanya.

Kepala Dinas Permukiman, Tata Ruang, dan Kebersihan Kabupaten Bandung Erwin Rinaldi sebelumnya mengungkapkan, masalah sampah saat ini memang belum sepenuhnya tertangani lantaran produksi sampah yang tak sebanding dengan tempat pembuangan sampah dan kapasitas armada pengangkut. Saat ini, hanya ada sekitar 40 TPS di 31 kecamatan, sedangkan armada pengangkut sampah hanya sekitar 60 unit dari kebutuhan sekitar 140 unit.

“Produksi sampah per hari mencapai 7.000 meter kubik, sementara kapasitas armada hanya 1.000 meter kubik per hari. Akibatnya, sisa sampahyang tidak terangkut tercecer di mana-mana. Bahkan di pinggir jalan protokol, banyak terdapat tumpukan sampah liar,” kata Erwin.

Untuk mengatasi kekurangan TPS, lanjut Erwin, pihaknya berencana membangun TPS lingkungan di setiap desa hingga tingkat RW. Selain itu, dia juga terus menekankan para pengembang untuk menyediakan TPS di lingkungan perumahan. (Cecep Wijaya/A-89)

Sumber: Pikiran Rakyat

One Response to TPS Liar Ganggu Aktivitas Ratusan Murid SD Rancaekek