Kemacetan di Rancaekek Menjengkelkan

Redaksi, Yth.
SETIAP Sabtu sore, sekali dalam dua minggu, merupakan hari yang sangat mengesalkan dan menyesakkan dada bagi pengguna jalan negara ruas Jln. Rancaekek-Cicalengka, khususnya di depan pabrik PT Kahatex.
Pada hari itu, ribuan buruh Kahatex baru saja menerima gajinya. Sebagian di antaranya membelanjakan uang hasil kerjanya tidak di pasar resmi, tapi di pasar kaget yang beroperasi di pinggir jalan tersebut. Akibatnya, lebar jalan yang semestinya bisa 3-4 jalur, habis oleh pedagang dan pembeli. Yang tersisa hanya satu jalur saja.
Akibatnya, kemacetan panjang terjadi di kawasan tersebut. Terlebih pada hari dan jam tersebut lalu lintas sangat ramai, karena saat itu tidak sedikit pengendara yang baru pulang kerja dari wilayah Bandung dan sekitarnya, dan banyak pula kendaraan yang menuju arah selatan. Kemacetan diperparah oleh banyaknya mobil angkutan yang mengangkut karyawan, parkir di pinggir jalan raya tersebut.
Kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan berada pada pantauan langsung pihak kepolisian. Sangat memprihatinkan memang karena pejabat pemerintah yang bertanggung jawab akan hal ini sepertinya tidak peduli pada keadaan ini. Tentunya sebagian rakyat yang taat membayar pajak tidak merasakan manfaat dan timbal balik dari pajak yang dibayar. Bahkan cenderung tidak merasakan adanya fungsi dan peran pemerintah yang peduli pada kenyamanan dan kepuasan rakyatnya. Sangatlah tidak mungkin kalau para birokrat terkait tidak tahu keadaan ini.
Kepada Redaksi HU Galamedia, terima kasih atas dimuatnya surat pembaca ini.
Drs. Asep Sulana
Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat
Al-Ma’soem Peduli Umat (MAMPU)
Jalan Raya Cileunyi-Rancaekek No. 22 Bandung
Sumber: Galamedia
