Archive for the ‘Tips dan Trik’ Category
Ajari Anak Puasa, Tanpa Ganggu Tumbuh Kembangnya
Oleh: Dr Widodo Judarwanto SpA
Si Polan sejak usia 5 tahun ternyata sudah melakukan ibadah puasa penuh selama 1 bulan. Tetapi si Udin dengan usia yang sama, jangankan untuk berpuasa terlambat makan sebentar saja sudah berteriak keras sekali. Ibadah yang cukup berat ini dilakukan baik oleh keinginan sendiri ataupun karena keinginan orangtua. Bagaimana merencanakan dan membimbing anak dalam melakukan ibadah puasa tanpa harus mengganggu perkembangan dan pertumbuhan anak ?
Memasuki bulan ramadhan, anak belum akil baliq tidak termasuk umat yang diwajibkan berpuasa. Tetapi pada kenyataannya banyak anak pra akil baliq sudah berpuasa “penuh” layaknya orang dewasa. Periode akil baliq biasanya terjadi saat anak sudah mulai masa pubertas atau sekitar usia 12 tahun. Anak perempuan akan mendapat menstruasi dan payudara mulai berkembang. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara, otot, bentuk fisik berubah secara cepat, dan sudah mengalami peristiwa “mimpi basah”. Sejak saat inilah anak diwajibkan untuk berpuasa.
Banyak orang tua beralasan dalam mendidik beribadah khususnya puasa harus dilakukan secara dini dan bertahap. Tak jarang puasa sudah dikenalkan pada anak sejak usia 6 atau 7 tahun meskipun baru puasa setengah hari. Menurut perspektif agama Islam bila ibadah termasuk yang tidak wajib boleh dilakukan asalkan mampu dan tidak dipaksakan. Bila ditinjau dalam bidang kesehatan tampaknya puasa juga mungkin bisa dilakukan oleh anak usia pra akil baliq tetapi harus cermat dipertimbangkan kondisi dan keterbatasan kemampuan anak.
Kondisi psikobiologis anak memang berbeda dengan dewasa dalam melakukan ibadah puasa. Meskipun belum banyak dilakukan penelitian dilakukan terhadap pengaruh berpuasa pada anak dikaitkan dengan aspek kesehatan dan tumbuh kembang anak. Sejauh ini belum pernah dilaporkan seorang anak yang mengalami gangguan yang berat akibat puasa.
FAKTOR PSIKOBIOLOGIS
Aspek kesehatan secara psikobiologis anak usia sebelum akil baliq dapat ditinjau dari aspek tumbuh kembang anak dan fungsi biologis. Aspek perkembangan meliputi perkembangan psikologis seperti perkembangan emosional, perkembangan moral dan perilaku lainnya. Fungsi biologis meliputi aspek fisiologis tubuh, metabolisme tubuh, kemampuan fungsi organ dan sistem tubuh.
Dari aspek perkembangan khususnya kecerdasan dalam periode ini anak mulai banyak melihat dan bertanya. Fantasinya berkurang karena melihat kenyataan, ingatan kuat daya kritis mulai tumbuh, ingin berinisiatif dan bertanggung jawab. Perkembangan rohani pemikiran tentang Tuhan sudah mulai timbul. Anak sudah mulai dapat memisahkan konsep pikiran tentang Tuhan dengan orangtuanya. Tetapi pemahaman tentang konsep ini masih terbatas, bahwa Tuhan itu ada. Demikian pula dalam perkembangan moral, pada periode ini pemahaman konsep baik dan buruk masih sederhana. Makna pemahaman ini hanya sebatas sekedar tahu. Artinya kenapa kewajiban agama dan kebaikan perilaku harus dilakukan belum dipahami secara sempurna. Sehingga dalam melakukan ibadah puasa juga lebih dilatarbelakangi karena faktor fisik tidak dipahami secara moral. Kalaupun moral berperanan lebih dari sekedar hubungan manusia dan manusia. Niat ibadah puasa dikerjakan berdasarkan pengaruh hubungan keluarga atau lingkungan. Misalnya, anak berpuasa karena teman sekelas atau sepermainan sudah berpuasa. Atau, bila berpuasa penuh akan mendapat hadiah dari orang tua.
Dalam aspek biologis kondisi fisiologis tubuh khususnya metabolisme tubuh, fungsi hormonal dan fungsi sistem tubuh usia anak berbeda dengan usia dewasa. Bila aktifitas berpuasa merupakan beban yang tidak sesuai dengan kondisi fisiologis anak dapat berakibat mengganggu tumbuh dan berkembangnya anak. Demikian pula dalam hal mekanisme sistem imun atau pertahanan tubuh anak dan dewasa berbeda. Ketahanan anak dalam merespon masuknya penyakit dalam tubuh lebih lemah.
PERUBAHAN KONDISI TUBUH SAAT BERPUASA
Beberapa penelitian menyebutkan sebenarnya tidak terdapat perbedaan yang berarti saat berpuasa dibandingkan saat tidak berpuasa. Puasa saat Ramadan tidak mempengaruhi secara drastis metabolism lemak, karbihidrat dan protein. Meskipun terjadi peningkatan serum uria dan asam urat sering terjadi saat terjadi dehidrasi ringan saat puasa.
Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL and apoprotein A1, dan penurunan LDL ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa the penelitian “chronobiological” menunjukkan saat puasa ramadan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia.
Ritme dan kualitas jam tidur malam, dan kewaspadaan sehari-hari dan kemampuan psikomotor cederung berkurang. Hal inilah yang mengakibatkan peningkatan resiko terjadinya kecelakaan pada anak seperti terjatuh, terpeleset atau kecelakaan saat mengendarai sepeda. Resiko ini semakin meningkat pada anak yang sebelumnya mengalami gangguan kesimbangan, regulasi dan koordinasi.
PERENCANAAN IBADAH PUASA PADA USIA ANAK
Melihat kondisi psikobiologis dan perubahan fisiologi tubuh saat puasa khususnya pada usia anak tertentu sebaiknya dilakukan tahapan waktu disesuaikan dengan usia dan kemamuan mental anak. Tahapan waktu mungkin bisa dilakukan dengan puasa setengah hari pada usia di bawah enam tahun. Di atas usia enam tahun mungkin diperkenalkan puasa penuh saat awal dan akhir puasa yang secara bertahap dilakukan penambahan jumlah puasa yang penuh. Tahapan waktu tersebut harus disesuaikan dengan mental seorang anak. Seorang anak berusia 5 tahun yang mempunyai motivasi yang tinggi dan bermental kuat mungkin dapat berpuasa penuh. Tetapi anak lain yang bahkan dengan usia 2 tahun di atasnya mungkin untuk satu hari berpuasa penuh sudah merupakan siksaan yang luar biasa.
Saat berpuasa pembelanjaran mental adalah pengalaman penting yang dapat berguna dalam pembinaan moral dan mental anak. Faktor mental inilah yang tampaknya sangat berperanan penting dalam keberhasilan pelkaksanaan ibadah puasa seorang anak. Mental setiap anak berbeda dengan anak lainnya dalam melakukan ibadah puasa. Anak dengan tipe mental baja atau yang jarang mengeluh berbeda dengan anak yang bernyali rendah. Meskipun dengan kondisi fisik yang tidak optimal ternyata dapat bertahan baik untuk menutupi kelemahan fisik saat puasa. Kadang hanya dengan memotivasi dan mensuport mental anak dengan pujian maka kendala fisik dalam berpuasa dapat diabaikan. Sebaiknya dalam memotivasi mental anak tersebut bukan dengan paksaan yang dapat berakibat tergangguanya psikologis anak. Tekanan psikologis inilah dapat memperberat beban fisik yang sudah terjadi saat menjalani ibadah puasa pada anak.
Kegiatan puasa berpengaruh terhadap perkembangan emosi, perkembangan moral dan perkembangan psikologis anak. Tidak dapat disangkal lagi bahwa ibadah puasa mempunyai pengaruh positif terhadap pendidikan perkembangan anak. Tetapi harus diwaspadai bahwa aktifitas puasa juga dapat berpengaruh negatif bila tidak mempertimbangkan kondisi psikologi anak. Hal ini terjadi bila ibadah ini dilakukan dengan paksaan dan ancaman. Dalam keadaan normal emosi dan perilaku anak sangat tidak stabil. Saat puasa yang dalam kondisi lapar dan haus akan sangat mempengaruhi kestabilan emosi dan perilaku anak.
Mengingat fungsi psikobiologis anak berbeda dengan dewasa, maka harus dicermati pengaruh puasa terhadap anak. Pengaruh negatif yang harus diwaspadai adalah berkurangnya jam tidur anak. Saat bulan ramadhan jadwal aktifitas anak berbeda dengan sebelumnya. Dalam bulan tersebut aktifitas anak bertambah dengan kegiatan sholat tarawih, makan sahur atau kegiatan pesantren kilat. Bila jam tidur ini berkurang atau berbeda dengan sebelumnya akan mempengaruhi keseimbangan fisiologis tubuh yang sebelumnya sudah terbentuk. Gangguan keseimbangan fisiologis tubuh ini akan berakibat menurunkan fungsi kekebalan tubuh yang berakibat anak mudah sakit. Sebaiknya orang tua harus ikut merencanakan dan mamantau jadwal aktifitas anak termasuk jam tidur anak dengan cermat. Pada usia pra akil baliq kebutuhan tidur anak secara normal berkisar antara 10-12 jam per hari, dengan rician malam hari 10 jam siang hari 1-2 jam. Dalam bulan ramadan orang tua hendaknya dapat memodifikasi jadwal tidur ini dengan baik.
Pengaruh lain yang harus diamati adalah pengaruh asupan gizi pada anak. Jumlah, jadwal dan jenis gizi yang diterima akan berbeda dengan saat sebelum puasa. Dalam hal jumlah mungkin terjadi kekurangan asupan kalori, vitamin dan mineral yang diterima anak. Aktifitas yang bertambah ini juga akan meningkatkan kebutuhan kalori, vitamin dan mineral lainnya. Padahal saat puasa relatif pemenuhan kebutuhan kalori lebih rendah. Bila keseimbangan asupan gizi terganggu dapat menurunkan fungsi kekebalan tubuh sehingga anak mudah terserang penyakit. Dalam keadaan seperti ini tampaknya pemberian suplemen vitamin cukup membantu. Parameter yang paling mudah untuk melihat asupan kalori cukup adalah dengan memantau berat badan anak. Bila berat badan anak tetap atau meningkat mungkin puasa dapat dilanjutkan. Tetapi bila berat badan menurun drastis dalam jangka pendek sebaiknya puasa harus dihentikan.
Demikian pula dengan jenis asupan gizi yang diterima. Variasi dan jumlah makanan yang didapatkan saat bulan puasa akan berbeda dengan sebelumnya. Saat bulan puasa variasi makanan yang tersedia biasanya lebih banyak. Pada penderita alergi pada jenis makanan tertentu harus diwaspadai karena dapat berpengaruh terhadap gangguan kesehatan. Menurut pengalaman praktek sehari-hari kasus alergi makanan pada anak cenderung meningkat saat bulan puasa. Sebaiknya orangtua menghindari jenis makanan ringan kemasan yang mengandung bahan pengawet dan beraroma rasa atau warna yang kuat. Minuman bersoda dan sangat pedas sebaiknya dihindarkan. Mulailah berbuka dengan bahan makanan dan minuman pembuka yang manis. Pemilihan makanan yang berkalori dan karbohidrat tinggi saat sahur lebih utama. Secara umum prinsip pemilihan menu makanan dengan gizi yang cukup dan seimbang harus diutamakan.
YANG HARUS DIWASPADAI PADA ANAK
Kondisi umum yang harus diwaspadai dalam melakukan puasa pada anak adalah anak yang mudah sakit (mengalami infeksi berulang), gangguan pertumbuhan, penyakit alergi atau asma serta gangguan perilaku (Autis, ADHD dll). Kegemukan apada anak juga merupakan kondisi yang harus diwaspadai. Pada penderita kegemukan pada anak seringkali terjadi perbedaan komposisi kesimbangan cairan tubuh dan perbedaan fungsi tubuh lainnya. Bila perlu pada kondisi tertentu sebaiknya dilakukan konsultasi ulang pada dokter anak sebelum melakukan ibadah puasa.
Keadaan yang harus dihindari berpuasa pada anak akil baliq adalah penyakit infeksi akut (batuk, pilek, panas), infeksi kronis (tuberkulosis dll), penyakit bawaan gangguan metabolisme, jantung, ginjal, kelainan darah dan keganasan. Meskipun infeksi akut virus seperti batuk, pilek atau panas yang dialami ringan, bila kondisi tubuh turun seperti berpuasa akan menimbulkan resiko komplikasi yang berat.
Pengeluaran kalori yang tinggi pada anak sering diakibatkan pada aktifitas bermain harus disesuaikan dengan kondisi saat berpuasa. Tidak seperti pada manusia dewasa, pada umumnya anak masih belum bisa menakar kemampuan tubuh dan aktifitas sehari-hari. Dalam melakukan aktifitas pada usia anak hanya didominasi kesenangan dan keasyikan bermain. Sebaiknya orangtua membantu mencari kegiatan dan permainan yang sesuai dengan kondisi tubuh saat berpuasa. Sebaiknya dicari permainan yang lokasinya berada di dalam gedung atau tempat teduh, dan saat sore hari menjelang berbuka. Permainan yang menyita tenaga lebih sebaikknya dihindarkan. Peningkatan aktifitas belanja di pusat perbelanjaan saat menjelang lebaran, meskipun tampaknya ringan ternyata sangat menyita energi. Hal ini terjadi karena pengaruh situasi yang nyaman saat belanja. Sebaiknya anak tidak diikutsertakan dalam kegaiatan ini, kalaupun ikut dicari waktu setelah buka puasa.
Puasa pada anak mungkin dapat dilakukan tetapi harus cermat memperhatikan kondisi normal psikobiologisnya. Sedangkan kondisi psikobiologis setiap anak berbeda dan tidak dapat disamakan. Bila kondisi itu tidak diperhatikan maka puasa merupakan beban bagi mental dan fisik anak. Selanjutnya akan berakibat mengganggu tumbuh kembang anak. Tetapi bila puasa dilakukan dengan mempertimbangkan dengan cermat kondisi anak maka dapat merupakan pendidikan terbaik bagi perkembangan moral dan emosi anak. Buah hatiku, selamat menjalani ibadah puasa.
Sumber: Koran Anak Indonesia
Cara Alami Mengusir Ketombe
KOMPAS.com — Mengusir ketombe juga bisa menggunakan cara alami. Jeruk nipis adalah salah satu buah yang dipercaya bisa mengontrol keberadaan ketombe. Arthur S Simon, dokter spesialis kulit dan kelamin dari Rumah Sakit Pertamina, Balikpapan, Kalimantan Selatan, mengatakan, jeruk nipis dapat melunturkan minyak (sebum) di kulit kepala. Dengan begitu, habitat atau tempat bersarang jamur yang merugikan pun dapat dikurangi.
Selain bisa mengendalikan sebum di kepala, jeruk nipis juga bisa memberikan efek segar dan nyaman, terutama bagi kepala berketombe yang kerap dihinggapi rasa gatal. Buah yang kaya dengan kandungan vitamin C ini juga bisa membuat rambut tampak sehat dan cantik berkilau.
Cara penggunaannya tidak sulit. Sebelum keramas, usapkan irisan jeruk nipis atau perasan jeruk nipis pada kulit kepala, terutama di daerah berketombe. Diamkan sekitar 15 menit sebelum membasuh dan berkeramas.
Dokter spesialis kulit dan kelamin dari RS Cipto Mangunkusumo, Eddy Karta, juga merekomendasikan penggunaan tea tree oil sebagai salah satu bahan alami pengusir ketombe. Menurut Kim, sudah banyak tea tree yang dijual dalam bentuk kemasan jadi sehingga penerapannya lebih mudah.
Tumbuhan dari Australia ini memiliki kemampuan sebagai antiseptik dan antijamur. Selain mengatasi ketombe, tea tree juga sering digunakan untuk mengatasi gangguan kulit lainnya, seperti kutu air, jerawat, eksem, psoriasis, infeksi jamur, bisul, dan infeksi kutu.
Sumber: Kompas
Mengenali Suara Bising yang Berbahaya
KOMPAS.com — Di sekitar kita, selalu saja ada suara yang terdengar. Bila suara itu dirasa sudah mengganggu kenyamanan atau mengganggu kegiatan sehari-hari, maka biasanya suara itu disebut suara bising. Terpapar keras dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan gangguan pendengaran yang menetap dan tidak dapat dipulihkan.
Kerasnya bunyi (intensitas suara) diukur dengan satuan desibel (db), sedangkan pitch (frekuensi) suara diukur dengan hertz (Hz). Rusaknya pendengaran biasanya ditentukan oleh faktor-faktor seperti kekerasan, pitch, dan lamanya paparan.
Mereka yang bekerja di lingkungan bising diwajibkan memakai pelindung pendengaran, seperti earmuffs, penutup telinga, atau earplugs (penyumbat telinga). Ini terutama jika pekerja terpapar bising dengan kekuatan rata-rata lebih dari 90 db selama 8 jam sehari. Suara bising tidak hanya terdapat di tempat kerja. Bising yang berbahaya juga dapat terjadi di rumah atau di tempat rekreasi.
Berikut sumber bunyi yang sering kita dengar dan besarnya desibel:
Bisikan = 30 db
Bercakap-cakap biasa = 60 db
Dering telepon = 80 db
Mesin pemotong rumput = 90 db
Pengering rambut = 90 db
Buldoser = 105 db
Gergaji listrik = 110 db
Sirine ambulans = 120 db
Mesin pesawat jet saat take off = 140 db
Tembakan senapan = 165 db
Sumber: Kompas
Makin Ngebul, Makin Sempit Arteri
KOMPAS.com – Kebiasaan merokok, apalagi bila dilakukan terus menerus, menyebabkan pengerasan arteri berlangsung lebih cepat. Dengan kata lain, setiap batang rokok yang diisap akan menambah kaku dinding arteri. Hal ini bisa berujung pada serangan jantung dan stroke.
“Pada usia tertentu arteri memang cenderung akan mengeras. Namun pada perokok, pengerasan ini menjadi lebih cepat,” kata Dr.William B.Borden, ahli pencegahan penyakit kardiovaskular dari Weill Cornell Medical Center, Amerika.
Dalam penelitiannya, Borden dan timnya meneliti lebih dari 2000 orang dewasa di Jepang selama lima tahun. Diketahui pengerasan arteri per tahun terjadi lebih cepat pada perokok dibanding bukan perokok. Perokok berat dan kategori sedang mengalami percepatan dua kali lipat dibanding bukan perokok.
“Makin banyak rokok dihisap, makin cepat arteri mengeras tiap harinya,” kata Borden. Selain pengerasan arteri, merokok juga membuat pembuluh arteri mempunyai lebih banyak timbunan plak. Ini disebabkan karena asap rokok punya kecenderungan meningkatkan penggumpalan sel-sel trombosit.
Dr.David Vorchheimer, ahli kardiologi dari Mount Sinai Medical Center menjelaskan, pengerasan arteri merupakan perubahan yang paling awal dan paling halus dalam tubuh para perokok. “Selama bertahun-tahun para perokok tidak akan merasakan dampaknya dan merasa tetap sehat. Itu sebabnya risiko penyakitnya masih bisa dicegah dengan berhenti merokok,” paparnya.
Para ahli mengatakan hasil studi ini seharusnya bisa dijadikan argumen para dokter untuk menyuruh pasiennya berhenti merokok. “Harus dipahami bahwa proses pengerasan arteri bersifat kumulatif. Meski sudah terjadi pengerasan, masih ada kesempatan untuk memperbaikinya, yakni dengan berhenti merokok,” kata Vorchheimer.
Sumber: Kompas
Berbagai cara menghentikan ‘cegukan’
Bisa dipastikan semua orang pernah mengalami ‘cegukan’. Bila berlangsung sebentar saja, maka cegukan bukanlah masalah. Tetapi ternyata gejala ini dapat berlangsung lama, sehingga bisa menyebabkan insomnia, kelelahan, bahkan depresi bagi yang mengalaminya.
Asal usul nama
Cegukan, atau dalam bahasa medis disebut ‘hiccup’ sesungguhnya adalah suatu fenomena yang melibatkan sistim persarafan dan pernapasan yang tujuannya sampai saat kini pun belum diketahui. Istilah ‘hiccup’ muncul dan digunakan orang untuk menirukan suara yang dikeluarkan saat cegukan (hik..hik..). Sedangkan nama lainnya, yaitu ‘singultus’ berasal dari bahasa latin singult yang berarti menarik nafas saat seseorang sedang terisak-isak.
Sebenarnya apa yang terjadi ? Ketika seseorang cegukan, terjadi kontraksi otot-otot pernapasan, yaitu diafragma dan otot-otot di antara tulang rusuk, yang menyebabkan gerakan menarik nafas namun tiba-tiba diikuti dengan menutupnya glotis (katup saluran napas) secara tidak normal sehingga terdengarlah suara hik..hik… Biasanya cegukan muncul 4-60 kali/menit dengan interval yang cukup teratur dan berlangsung beberapa menit saja. Namun ada kalanya bertahan lebih dari 48 jam, dan bisa pula hingga berhari-hari.
Cegukan dapat dialami oleh siapa saja. Janin dalam kandungan, anak-anak dan juga orang dewasa semua dapat mengalaminya. Meski demikian, konon anak-anak lebih sering mengalami cegukan dibandingkan orang dewasa.
Berbagai penyebab
Menurut analisa medis, terjadinya cegukan melibatkan refleks pada saraf frenikus dan saraf vagus yang ada di daerah diafragma (otot pernapasan utama yang terletak antara dada dan perut).
Penyebab cegukan yang bersifat sementara biasanya adalah peregangan saluran cerna, minuman berkarbonasi, banyak menelan udara, alkohol, merokok, stress, juga tertawa yang berlebihan. Iritasi pada saraf vagus dan frenikus merupakan penyebab tersering. Benda asing yang ada di daerah telinga pun ternyata juga dapat menjadi pencetus, karena ada salah satu cabang saraf vagus di daerah tersebut. Kelainan pada tenggorokan seperti peradangan dan tumor di daerah leher juga dapat menstimulasi serabut saraf yang ada di daerah tersebut, yang juga merupakan cabang saraf vagus.
Berbagai kelainan diafragma juga bisa mendasari timbulnya cegukan, seperti misalnya hernia hiatus, reflux gastroesofagus, abses subfenikus, serta manipulasi diafragma selama pembedahan. Penyebab lainnya lagi yang juga mungkin adalah penyakit sistim saraf pusat yang mengganggu refleks cegukan, bisa berupa infeksi, tumor maupun kelainan pembuluh darah. Kondisi uremia (meningkatnya kadar ureum dalam darah) yang dialami pasien gagal ginjal juga dapat jadi penyebab. Selain itu faktor psikogenik pun perlu dipertimbangkan.
Menghentikan cegukan
Banyak cara dilakukan orang untuk berusaha menghilangkan cegukan. Secara teoritis, prinsipnya adalah dengan mengupayakan adanya menginterupsi lengkung refleks cegukan. Berikut ini beberapa cara yang kerap dilakukan :
- Kadar karbon dioksida yang tinggi dalam darah dapat melumpuhkan cegukan. Caranya, adalah dengan bernapas dalam sebuah kantong kertas. Tiup dan hirup sebanyak 10 kali dengan cukup kuat sampai wajah memerah. Lakukan dengan cepat, dan usahakan kantong kertas tertutup rapat sehingga tidak ada udara yang masuk ke dalamnya…jadi udara yang dihirup adalah udara yang banyak karbondioksidanya.
- Tehnik lain meningkatkan kadar karbondioksida adalah dengan menahan napas selama mungkin, lalu menelan ketika cegukan dirasakan akan datang. Lakukan sebanyak 2-3 kali kemudian tarik napas dalam dan mulai lagi.
- Ada pula yang menyarankan menahan napas selama mungkin kemudian keluarkan dan tahan selama mungkin. Atau dengan menahan napas dengan kepala tengadah.
- Menelan satu sendok teh gula pasir kering dapat menghentikan cegukan dalam beberapa menit. Diduga, gula dalam mulut akan mengirimkan sinyal melalui serabut saraf yang akan mengganggu lengkung refleks cegukan.
- Minum air dalam posisi membungkuk, melakukan pijatan ringan dengan jari telunjuk pada kedua sisi leher, tarik napas dalam lalu minum 10 tegukan air saat tidak bernapas, membungkuk sampai jari tangan dapat menyentuh ibu jari kaki selama 60 menit serta masih banyak lagi tehnik yang dapat dilakukan untuk menghilangkan cegukan.
Bila cegukan tak hilang juga dalam beberapa jam atau bahkan hari, maka pertolongan medis seperti penggunaan obat-obatan sudah diperlukan. Beberapa obat yang dapat digunakan untuk menghilangkan cegukan diantaranya adalah chlorpromazin, metoclopramid, baclofen, antikonvulsan (fenitoin, asam valproat, carbamazepin) juga obat lain seperti quinidine, amitriptilin dan marijuana. Tentunya penggunaan obat-obatan ini harus dengan petunjuk dokter, sebab obat-obatan tersebut juga memiliki efek samping yang perlu diwaspadai.
Bila dengan obat-obatan cegukan tetap bertahan juga, dapat pula dicoba terapi hipnotis dan akupuntur. Lebih jauh lagi…anestesi dengan ventilasi tekanan positif dan pelumpuh otot dilaporkan dapat menghentikan cegukan. Nah, akhirnya… sebagai senjata terakhir yang dapat dilakukan…… tindakan pembedahan menghancurkan atau memblok nervus frenikus juga telah dilakukan pada beberapa kasus cegukan yang tidak teratasi dengan berbagai cara.
Sumber: MedicaStore
Menyiapkan Sarapan Praktis & Sehat untuk Anak
Menyiapkan sarapan untuk si buah hati memang diperlukan kecermatan para Bunda. Baik dalam memilih menu, bahan dan teknik pengolahan. Mengingat selain aspek gizi, pertimbangan rasa dan penampilan yang menarik perlu diperhatikan agar hidangan sarapan disukai anak serta memenuhi semua unsur gizi seimbang.
Setelah tidur selama 8 hingga 9 jam di malam hari, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan. Sarapan pagi sangat penting dilakukan anak pada waktu pagi hari. Sarapan berfungsi untuk memenuhi unsur gizi tubuh selama menjalani beraktivitas dari pagi hingga waktu makan siang tiba. Selain belajar disekolah, berolahraga serta bermain, seorang anak juga dalam masa pertumbuhan sehingga kecukupan gizi harus terpenuhi. Dengan sarapan anak lebih berkosentrasi dalam belajar dan badan tidak lemas karena tubuh tercukupi kebutuhan kalorinya. Idealnya menu sarapan anak memiliki komposisi nutrisi seimbang.
Bagi para Bunda, menyiapkan menu sarapan terkadang memiliki banyak kendala. Selain keterbatasan waktu menyiapkan menu sarapan yang singkat, penampilan makanan harus menarik agar menggugah selera makan. Rasa hidangan juga harus disukai anak-anak. Menu sarapan harus mengacu ke pola menu seimbang sehingga semua kebutuhan gizi anak bisa tercukupi. Berikut tip yang bisa dijadikan pedoman para bunda dalam menyusun menu sarapan untuk si buah hati.
- Menu sebaiknya dipilih yang praktis dan mudah dibuat karena menyiapkan sarapan waktunya sangat singkat. Anak akan segera pergi ke sekolah dan para Bunda juga biasanya akan segera berangkat kerja.
- Selalu berpedoman dengan pola menu seimbang di dalam menyusun menu sarapan anak. Pemilihan bahannya harus mengandung zat gizi lengkap seperti karbohidrat, protein, lemak, energi, vitamin, mineral, air dan serat.
- Pilih satu menu hidangan namun yang mengandung unsur gizi lengkap. Seperti sandwich isi sayuran dan tuna, nasi goreng campur telur dan sayuran, mi rebus dengan telur dan sayuran, burger dengan isi daging dan sayuran, makaroni panggang isi daging, bubur ayam, atau bubur cereal dengan campuran susu dan buah. Dengan satu hidangan bergizi lengkap, para bunda tidak perlu repot menyiapkan beberapa jenis makanan.
- Variasikan menu sarapan pagi dengan beragam bahan, seperti nasi, roti dan kentang sebagai sumber karbohidrat. Telur, ikan, daging, ayam dan susu sebagai sumber protein hewani. Tahu, tempe dan kacang-kacangan sumber protein nabati. Sayuran dan buah sebagai sumber vitamin, mineral dan serat.
- Buat jadwal menu sarapan dengan hidangan yang berbeda selama 10 hari sehingga anak tidak bosan menyantap hidangan yang itu-itu saja. Dengan jadwal menu, para bunda juga menjadi lebih mudah dalam menentukan daftar belanja.
- Sajikan makanan dengan piranti saji serta penampilan makanan yang menarik. Tujuannya agar selera makan anak bertambah, mengingat di pagi hari biasanya anak-anak kurang berselera makan.
- Jika memungkinkan, ajak anak berdiskusi tentang menu sarapan yang diinginkan serta diajak terlibat langsung dalam proses pembuatan makanan. Dengan cara ini anak akan lebih nafsu makan, sebagai bentuk rasa tanggung jawab dengan menu pilihannya.
- Agar lebih praktis, bahan yang perlu persiapan khusus seperti memotong, mengupas dan menghaluskan sayuran atau bumbu-bumbu bisa disiapkan sehari sebelumnya dan disimpan di dalam kulkas. Dengan cara ini, bunda tidak perlu menyiapkan bahan terlalu lama saat membuat menu sarapan.
- Ciptakan suasana menyenangkan di saat sarapan, agar anak lebih lahap menyantap hidangan.
- Bekali anak dengan makanan dan minuman yang sehat ketika ke sekolah. Contohnya puding, potongan buah-buahan, lemper isi ayam atau sandwich dengan aneka isi. Makanana bekal berfungsi sebagai makanan selingan antara waktu makan pagi dan makan siang.
- Hindari memberikan makanan sarapan dengan bumbu tajam seperti cabe, asam, atau lada yang terlalu banyak. Makanan berbumbu tajam bisa menggagu sistem pencernaan anak.
Sumber: Sahabat Nestle
| Menyiapkan Sarapan Praktis & Sehat untuk Anak | |
| Menyiapkan sarapan untuk si buah hati memang diperlukan kecermatan para Bunda. Baik dalam memilih menu, bahan dan teknik pengolahan. Mengingat selain aspek gizi, pertimbangan rasa dan penampilan yang menarik perlu diperhatikan agar hidangan sarapan disukai anak serta memenuhi semua unsur gizi seimbang. Setelah tidur selama 8 hingga 9 jam di malam hari, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan. Sarapan pagi sangat penting dilakukan anak pada waktu pagi hari. Sarapan berfungsi untuk memenuhi unsur gizi tubuh selama menjalani beraktivitas dari pagi hingga waktu makan siang tiba. Selain belajar disekolah, berolahraga serta bermain, seorang anak juga dalam masa pertumbuhan sehingga kecukupan gizi harus terpenuhi. Dengan sarapan anak lebih berkosentrasi dalam belajar dan badan tidak lemas karena tubuh tercukupi kebutuhan kalorinya. Idealnya menu sarapan anak memiliki komposisi nutrisi seimbang. Bagi para Bunda, menyiapkan menu sarapan terkadang memiliki banyak kendala. Selain keterbatasan waktu menyiapkan menu sarapan yang singkat, penampilan makanan harus menarik agar menggugah selera makan. Rasa hidangan juga harus disukai anak-anak. Menu sarapan harus mengacu ke pola menu seimbang sehingga semua kebutuhan gizi anak bisa tercukupi. Berikut tip yang bisa dijadikan pedoman para bunda dalam menyusun menu sarapan untuk si buah hati.
|
|
Mengalahkan Kemacetan
Kemacetan tampaknya telah jadi bagian dari kehidupan manusia modern, terutama di kota besar. Bahkan ironisnya, perjalanan pulang pergi menuju tempat kerja bisa jadi lebih lama dibanding waktu Anda berinteraksi dengan pasangan dan suami, apalagi bila tiap anggota keluarga disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Selain membuang banyak waktu, kemacetan juga menimbulkan kejenuhan, stres, bahkan kerap berujung pada rasa kesal.
Namun begitu, jangan biarkan kemacetan mengalahkan Anda setiap hari. Bila Anda telah menyadari bahwa kemacetan adalah sesuatu yang tak bisa dihindarkan dalam keseharian, Anda dapat mempersiapkan diri untuk melakukan beberapa langkah agar tetap produktif sekaligus mengalahkan rasa bosan.
Agar tetap aktif dan produktif
- Waktunya untuk refleksi dan merencanakan. Kemacetan ‘memberi’ Anda waktu dan ketenangan, ini kesempatan emas untuk melakukan refleksi sekaligus merencanakan apa yang akan Anda lakukan. Pikirkan apa saja yang harus Anda persiapkan untuk menyelesaikan tugas-tugas, strategi untuk mengatasi problem yang sedang dihadapi, atau memikirkan ide-ide baru bagi pekerjaan. Jangan lupa sediakan buku kecil dan pena untuk mencatat ide dan buah pikiran Anda.
- Selesaikan pekerjaan yang tertunda. Dengan berbagai kemajuan teknologi saat ini, berbagai perangkat teknologi canggih memungkinkan Anda melakukan berbagai hal mulai dari membaca dan mengirim email, membaca laporan, hingga mempersiapkan diri untuk presentasi.
- Olah raga ringan. Duduk dalam jangka waktu lama akan mengganggu aliran darah, karena itu jangan lupa untuk sesekali melakukan stretching baik kaki maupun tangan. Bahkan bila antrian kendaraan dalam keadaan berhenti total, Anda bisa memanfaatkannya untuk berlatih bagian tubuh atas seperti tangan dengan memanfaatkan dumbel berukuran kecil.
- Menikmati sarapan. Dari pada sarapan dalam keadaan terburu-buru di rumah, lebih baik santap saja sarapan Anda sembari mengantri macet. Dengan perut terisi, Anda pun lebih tenang menghadapi kemacetan.
- Memakai make-up. Bagi ibu bekerja, pagi hari kerap diwarnai ‘kerusuhan’ karena harus menyiapkan kebutuhan suami dan anak, hingga kadang tak ada waktu untuk berhias. Manfaatkan kemacetan untuk mengenakan riasan Anda dengan santai.
Untuk mengusir kebosanan
- Dengarkan musik. Biasanya kita mendengarkan musik sambil melakukan kegiatan lain, namun dalam kemacetan, Anda punya waktu untuk benar-benar berkonsentrasi dan menikmati musik yang sedang didengarkan. Jangan lupa siapkan koleksi lagu favorit dalam CD, MP3, atau iPOD Anda. Bila perlu, ikutlah menyanyikan lagu favorit tersebut!
- Dengarkan radio. Bukan sekedar untuk menikmati lagu, tetapi berbagai informasi yang disiarkan di radio pun bisa memberi Anda tambahan pengetahuan, seperti berita terbaru, naik turun pasar modal, sampai resto terbaru yang pantas dicoba.
- Kini telah banyak tersedia audio books, Bagi Anda penggemar kisah fiksi pasti langsung lupa akan kemacetan ketika mendengar alur cerita memikat dari berbagai kisah yang didengar.
Sumber: Sahabat Nestle
Cerdas Menghidangkan Menu Sahur & Berbuka Puasa
UNTUK menghindari kebiasaan kurang sehat dalam mengonsumsi makanan dan minuman pada saat sahur atau berbuka puasa, ada baiknya Anda cermat dan teliti dalam memilih menu makanan dan minuman.
Berikut ini beberapa tip memilih menu untuk sahur dan berbuka puasa agar tubuh Anda tetap sehat dan segar selama bulan puasa:
1. Bikin Lauk Kering
Jika Anda punya stok lauk kering, Anda tidak perlu repot-repot lagi untuk memasak. Ada banyak sekali lauk kering yang tersedia di pasaran, misalnya dendeng, abon atau kentang kering. Agar rasa tetap anak dan tidak berbau, tentu ada caranya. Kuncinya terletak pada kualitas bahan, cara membuat, dan cara menyimpan yang tepat.
2. Pakai Minyak Goreng Baru
Jangan berpikir “Sayang, sisa minyaknya masih banyak”. Boleh saja Anda membuat perhitungan untuk menekan cost dalam anggaran rumah tangga. Tapi kalau urusan yang satu ini jangan coba-coba. Anda boleh pilih, sedikit irit atau Anda justru akan mengeluarkan biaya ekstra karena makanan yang digoreng dengan minyak bekas tadi menjadi tengik?
Dan satu lagi, siapkah Anda menghadapi kolesterol jahat dalam minyak bekas itu? Usahakan makanan yang Anda goreng benar-benar kering. Jika kurang kering, makanan Anda cepat melempen dan gampang sekali ditumbuhi jamur.
3. Masak Setengah Matang
Jika Anda berpikir untuk menghidangkan kembali makanan bersantan, Anda harus cerdik saat menyimpannya. Seperti makanan rendang atau masakan bersantan lainnya. Untuk menyiasatinya, Anda bisa ambil lauk ini dari menu berbuka puasa sehari sebelumnya.
Sisihkan sebagian lauk tadi untuk sahur. Saat masakan sudah setengah matang, sisihkan sebagian untuk lauk waktu sahur. Simpan dan jangan lupa tutup rapat. Ketika waktu sahur tiba, Anda hanya perlu menghangatkannya. Dengan cara seperti ini, makanan tidak layu dan masih tetap enak saat disantap.
4. Hidangan Manis
Saat berbuka, tubuh membutuhkan makanan yang mudah dipecah menjadi gula agar kadar gula darah tidak menurun. Bahan makanan yang mengandung gula pastilah manis. Usahakan makanan yang Anda pilih itu menjadi menu pembuka. Anda bisa memilih buah-buahan dan mengolahnya menjadi berbagai jenis hidangan seperti kolak, es buah, dan lain sebagainya.
Kalau Anda ingin menghemat waktu, hidangan pembuka seperti kolak bisa Anda siapkan sehari sebelumnya. Caranya, masak pisang atau bahan lainnya yang hendak dibuat kolak bersamanya gula merah dan air. Biarkan hingga hampir matang. Setelah dingin, simpan dalam lemari es. Keesokkan harinya, tinggal ditambahkan santan dan dimasak hingga betul-betul matang.(Genie/Genie/nsa)
Sumber: OkeFood
UNTUK menghindari kebiasaan kurang sehat dalam mengonsumsi makanan dan minuman pada saat sahur atau berbuka puasa, ada baiknya Anda cermat dan teliti dalam memilih menu makanan dan minuman.
Berikut ini beberapa tip memilih menu untuk sahur dan berbuka puasa agar tubuh Anda tetap sehat dan segar selama bulan puasa:
1. Bikin Lauk Kering
Jika Anda punya stok lauk kering, Anda tidak perlu repot-repot lagi untuk memasak. Ada banyak sekali lauk kering yang tersedia di pasaran, misalnya dendeng, abon atau kentang kering. Agar rasa tetap anak dan tidak berbau, tentu ada caranya. Kuncinya terletak pada kualitas bahan, cara membuat, dan cara menyimpan yang tepat.
2. Pakai Minyak Goreng Baru
Jangan berpikir “Sayang, sisa minyaknya masih banyak”. Boleh saja Anda membuat perhitungan untuk menekan cost dalam anggaran rumah tangga. Tapi kalau urusan yang satu ini jangan coba-coba. Anda boleh pilih, sedikit irit atau Anda justru akan mengeluarkan biaya ekstra karena makanan yang digoreng dengan minyak bekas tadi menjadi tengik?
Dan satu lagi, siapkah Anda menghadapi kolesterol jahat dalam minyak bekas itu? Usahakan makanan yang Anda goreng benar-benar kering. Jika kurang kering, makanan Anda cepat melempen dan gampang sekali ditumbuhi jamur.
3. Masak Setengah Matang
Jika Anda berpikir untuk menghidangkan kembali makanan bersantan, Anda harus cerdik saat menyimpannya. Seperti makanan rendang atau masakan bersantan lainnya. Untuk menyiasatinya, Anda bisa ambil lauk ini dari menu berbuka puasa sehari sebelumnya.
Sisihkan sebagian lauk tadi untuk sahur. Saat masakan sudah setengah matang, sisihkan sebagian untuk lauk waktu sahur. Simpan dan jangan lupa tutup rapat. Ketika waktu sahur tiba, Anda hanya perlu menghangatkannya. Dengan cara seperti ini, makanan tidak layu dan masih tetap enak saat disantap.
4. Hidangan Manis
Saat berbuka, tubuh membutuhkan makanan yang mudah dipecah menjadi gula agar kadar gula darah tidak menurun. Bahan makanan yang mengandung gula pastilah manis. Usahakan makanan yang Anda pilih itu menjadi menu pembuka. Anda bisa memilih buah-buahan dan mengolahnya menjadi berbagai jenis hidangan seperti kolak, es buah, dan lain sebagainya.
Kalau Anda ingin menghemat waktu, hidangan pembuka seperti kolak bisa Anda siapkan sehari sebelumnya. Caranya, masak pisang atau bahan lainnya yang hendak dibuat kolak bersamanya gula merah dan air. Biarkan hingga hampir matang. Setelah dingin, simpan dalam lemari es. Keesokkan harinya, tinggal ditambahkan santan dan dimasak hingga betul-betul matang.(Genie/Genie/nsa)
Memilih Jajanan Sehat

BAHWA anak lebih membutuhkan makanan selingan atau camilan di antara dua waktu makan, benar adanya. Bahwa makanan selingan tidak selalu harus berarti jajan, juga sebuah fakta medik yang perlu diperhatikan. Mengapa?
Jajan berarti membeli makanan atau minuman yang bukan buatan sendiri. Sebagian besar penjual jajanan cenderung lebih mengutamakan keuntungan melebihi manfaat maupun keamanan makanan (food safety).
Tidak lebih menyehatkan
Jangan heran jika demi mendahulukan keuntungan, penjual jajanan memilih pewarna tekstil, penyedap berlebihan, minyak tak sehat, perenyah kimiawi, pemanis buatan, yang umumnya berpotensi menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari bila dikonsumsi terus-menerus untuk waktu lama. Jajanan jenis seperti itu ada di sekitar anak-anak kita. Banyak ibu kurang menyadari ini.
Bukan saja bahan aditif berbahaya yang dicampurkan ke dalam makanan-minuman jajanan, cara penyajiannya pun belum tentu menyehatkan. Penanganannya (food handling) yang umumnya kurang higienis, pembuatannya yang berisiko tercemar entah air (limbah) dari mana. Hampir pasti bahan bakunya belum tentu segar.
Kehilangan zat gizi
Selain belum tentu aman, semua jajanan juga belum tentu memenuhi syarat kesehatan. Tubuh membutuhkan jenis menu yang seimbang (balance diet), yang artinya lebih banyak karbohidrat, dan membatasi lemak serta protein sesuai kebutuhan saja.
Bila terus mengonsumsi bukan menu seimbang, selain akan kelebihan berat badan, juga bisa terancam kekurangan zat gizi tertentu. Mengapa? Karena berbagai menu tersebut umumnya kaya lemak dan gula, sehingga jumlah kalori melebihi kebutuhan tubuh. Sedangkan kandungan gizi menu jajanan pada umumnya cenderung kehilangan zat gizi akibat bahan baku biasanya sudah tidak segar dan pengolahannya pun dengan panas yang tinggi.
Camilan buatan sendiri
Tentu lebih baik bila tidak membeli jajanan, kecuali bila dipastikan aman dan masih bergizi, serta tak menyalahi kaidah ilmu gizi. Aman berarti tidak banyak ditambahkan berbagai bahan yang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Jajanan juga dinilai aman apabila tidak tercemar bibit penyakit perut akibat penanganan, dan penyajiannya yang kurang higienis.
Anak perlu dididik untuk cerdas memilih menu menyehatkan. Lidah anak sering sudah salah sejak awal, maka tak lagi menyukai menu rumahan yang lebih menyehatkan dibandingkan junk-food.
Beritahukan kepada anak bahwa pisang atau kacang rebus lebih menyehatkan ketimbang kentang goreng. Bahwa ubi rebus lebih menyehatkan dari keripik. Bahwa kerupuk warung hanya mengandung penyedap dan sagu saja.
Kelebihan memilih camilan buatan rumah selain bahan bakunya pilihan dan segar, diolahnya pun sesuai dengan selera keluarga. Maka dibutuhkan kepedulian setiap ibu untuk mau menyediakan camilan sebagai pengganti dari jajanan anak di sekolah, sehingga anak terbebas dari masalah kekurangan maupun kelebihan gizi.***
Sumber: Sahabat-Nestle
Hindarkan Anak dari Sugesti Negatif

JAKARTA, KOMPAS.com - Anak-anak harus dihindarkan dari sugesti negatif yang sering dilontarkan secara sadar maupun tidak sadar oleh orangtua, bila ingin anaknya tumbuh dan berkembang secara maksimal.
Hal itu disampaikan Ahli hipnoterapi Lanny Kuswandi dalam seminar berjudul “Hypnoparenting, Belajar Menjadi Orang Tua Terbaik”, di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, sugesti positif ataupun negatif sama-sama memiliki pengaruh yang cukup besar bagi tumbuh kembang mental anak.
Misalnya, pada saat bayi dalam kandungan, lahir, sampai tumbuh hingga usia anak-anak, banyak orangtua sudah melakukan sugesti positif dengan sering mengatakan “kalau besar kamu akan menjadi anak cantik, sholeh, dan lain-lain”.
Sugesti tersebut bisa menimbulkan kepercayaan diri bagi anak selama masa pertumbuhan hingga dewasa, sehingga perkataan orangtua bisa terwujud.
Demikian juga sebaliknya, kata Lanny, secara tidak sadar orangtua juga sering melakukan sugesti negatif yaitu bila melihat anaknya naik tangga, langsung berteriak “Awas nanti jatuh”, yang dikatakan berulang-ulang.
Dengan demikian, dengan melakukan sugesti negatif baik secara sengaja maupun tidak, bisa membuat anak benar-benar jatuh.
Sebaiknya kalimat yang diucapkan untuk mengingatkan anak adalah, “anak yang pintar sedang naik tangga, pegangan ya sampai atas dengan selamat”, sehingga diharapkan si anak bisa sampai ke atas dengan selamat.
Selain itu, kata dia, stres pada orangtua juga akan memberikan pancaran aura negatif (tidak sehat) kepada anak-anaknya.
Kondisi tersebut, lama kelamaan dapat mengakibatkan gangguan penurunan daya tahan tubuh sehingga berpengaruh pada kesehatan fisik maupun mental anak, ujarnya.
Psikologi hipnotis dapat digunakan sebagai sebuah metode terapi yang dikenal dengan hipnoterapi, seperti untuk menghilangkan phobia, melupakan sebuah kejadian traumatis dan menghilangkan kebiasaan yang tidak diinginkan seperti narkoba.
Sumber: Kompas.Com

