Statistik Kunjungan
Total kunjungan sebanyak:
kunjungan sejak 2008.
Untuk melihat rincian kunjungan, silahkan klik di sini.

Tips dan Trik

Makin Ngebul, Makin Sempit Arteri

KOMPAS.com – Kebiasaan merokok, apalagi bila dilakukan terus menerus, menyebabkan pengerasan arteri berlangsung lebih cepat. Dengan kata lain, setiap batang rokok yang diisap akan menambah kaku dinding arteri. Hal ini bisa berujung pada serangan jantung dan stroke.

“Pada usia tertentu arteri memang cenderung akan mengeras. Namun pada perokok, pengerasan ini menjadi lebih cepat,” kata Dr.William B.Borden, ahli pencegahan penyakit kardiovaskular dari Weill Cornell Medical Center, Amerika.

Dalam penelitiannya, Borden dan timnya meneliti lebih dari 2000 orang dewasa di Jepang selama lima tahun. Diketahui pengerasan arteri per tahun terjadi lebih cepat pada perokok dibanding bukan perokok. Perokok berat dan kategori sedang mengalami percepatan dua kali lipat dibanding bukan perokok.

“Makin banyak rokok dihisap, makin cepat arteri mengeras tiap harinya,” kata Borden. Selain pengerasan arteri, merokok juga membuat pembuluh arteri mempunyai lebih banyak timbunan plak. Ini disebabkan karena asap rokok punya kecenderungan meningkatkan penggumpalan sel-sel trombosit.

Dr.David Vorchheimer, ahli kardiologi dari Mount Sinai Medical Center menjelaskan, pengerasan arteri merupakan perubahan yang paling awal dan paling halus dalam tubuh para perokok. “Selama bertahun-tahun para perokok tidak akan merasakan dampaknya dan merasa tetap sehat. Itu sebabnya risiko penyakitnya masih bisa dicegah dengan berhenti merokok,” paparnya.

Para ahli mengatakan hasil studi ini seharusnya bisa dijadikan argumen para dokter untuk menyuruh pasiennya berhenti merokok. “Harus dipahami bahwa proses pengerasan arteri bersifat kumulatif. Meski sudah terjadi pengerasan, masih ada kesempatan untuk memperbaikinya, yakni dengan berhenti merokok,” kata Vorchheimer.

Sumber: Kompas

Berbagai cara menghentikan ‘cegukan’

Bisa dipastikan semua orang pernah mengalami ‘cegukan’. Bila berlangsung sebentar saja, maka cegukan bukanlah masalah. Tetapi ternyata gejala ini dapat berlangsung lama, sehingga bisa menyebabkan insomnia, kelelahan, bahkan depresi bagi yang mengalaminya.

Asal usul nama
Cegukan, atau dalam bahasa medis disebut ‘hiccup’ sesungguhnya adalah suatu fenomena yang melibatkan sistim persarafan dan pernapasan yang tujuannya sampai saat kini pun belum diketahui. Istilah ‘hiccup’ muncul dan digunakan orang untuk menirukan suara yang dikeluarkan saat cegukan (hik..hik..). Sedangkan nama lainnya, yaitu ‘singultus’ berasal dari bahasa latin singult yang berarti menarik nafas saat seseorang sedang terisak-isak.

Sebenarnya apa yang terjadi ? Ketika seseorang cegukan, terjadi kontraksi otot-otot pernapasan, yaitu diafragma dan otot-otot di antara tulang rusuk, yang menyebabkan gerakan menarik nafas namun tiba-tiba diikuti dengan menutupnya glotis (katup saluran napas) secara tidak normal sehingga terdengarlah suara hik..hik… Biasanya cegukan muncul 4-60 kali/menit dengan interval yang cukup teratur dan berlangsung beberapa menit saja. Namun ada kalanya bertahan lebih dari 48 jam, dan bisa pula hingga berhari-hari.

Cegukan dapat dialami oleh siapa saja. Janin dalam kandungan, anak-anak dan juga orang dewasa semua dapat mengalaminya. Meski demikian, konon anak-anak lebih sering mengalami cegukan dibandingkan orang dewasa.

Berbagai penyebab
Menurut analisa medis, terjadinya cegukan melibatkan refleks pada saraf frenikus dan saraf vagus yang ada di daerah diafragma (otot pernapasan utama yang terletak antara dada dan perut).

Penyebab cegukan yang bersifat sementara biasanya adalah peregangan saluran cerna, minuman berkarbonasi, banyak menelan udara, alkohol, merokok, stress, juga tertawa yang berlebihan. Iritasi pada saraf vagus dan frenikus merupakan penyebab tersering. Benda asing yang ada di daerah telinga pun ternyata juga dapat menjadi pencetus, karena ada salah satu cabang saraf vagus di daerah tersebut. Kelainan pada tenggorokan seperti peradangan dan tumor di daerah leher juga dapat menstimulasi serabut saraf yang ada di daerah tersebut, yang juga merupakan cabang saraf vagus.

Berbagai kelainan diafragma juga bisa mendasari timbulnya cegukan, seperti misalnya hernia hiatus, reflux gastroesofagus, abses subfenikus, serta manipulasi diafragma selama pembedahan. Penyebab lainnya lagi yang juga mungkin adalah penyakit sistim saraf pusat yang mengganggu refleks cegukan, bisa berupa infeksi, tumor maupun kelainan pembuluh darah. Kondisi uremia (meningkatnya kadar ureum dalam darah) yang dialami pasien gagal ginjal juga dapat jadi penyebab. Selain itu faktor psikogenik pun perlu dipertimbangkan.

Menghentikan cegukan
Banyak cara dilakukan orang untuk berusaha menghilangkan cegukan. Secara teoritis, prinsipnya adalah dengan mengupayakan adanya menginterupsi lengkung refleks cegukan. Berikut ini beberapa cara yang kerap dilakukan :

  • Kadar karbon dioksida yang tinggi dalam darah dapat melumpuhkan cegukan. Caranya, adalah dengan bernapas dalam sebuah kantong kertas. Tiup dan hirup sebanyak 10 kali dengan cukup kuat sampai wajah memerah. Lakukan dengan cepat, dan usahakan kantong kertas tertutup rapat sehingga tidak ada udara yang masuk ke dalamnya…jadi udara yang dihirup adalah udara yang banyak karbondioksidanya.
  • Tehnik lain meningkatkan kadar karbondioksida adalah dengan menahan napas selama mungkin, lalu menelan ketika cegukan dirasakan akan datang. Lakukan sebanyak 2-3 kali kemudian tarik napas dalam dan mulai lagi.
  • Ada pula yang menyarankan menahan napas selama mungkin kemudian keluarkan dan tahan selama mungkin. Atau dengan menahan napas dengan kepala tengadah.
  • Menelan satu sendok teh gula pasir kering dapat menghentikan cegukan dalam beberapa menit. Diduga, gula dalam mulut akan mengirimkan sinyal melalui serabut saraf yang akan mengganggu lengkung refleks cegukan.
  • Minum air dalam posisi membungkuk, melakukan pijatan ringan dengan jari telunjuk pada kedua sisi leher, tarik napas dalam lalu minum 10 tegukan air saat tidak bernapas, membungkuk sampai jari tangan dapat menyentuh ibu jari kaki selama 60 menit serta masih banyak lagi tehnik yang dapat dilakukan untuk menghilangkan cegukan.

Bila cegukan tak hilang juga dalam beberapa jam atau bahkan hari, maka pertolongan medis seperti penggunaan obat-obatan sudah diperlukan. Beberapa obat yang dapat digunakan untuk menghilangkan cegukan diantaranya adalah chlorpromazin, metoclopramid, baclofen, antikonvulsan (fenitoin, asam valproat, carbamazepin) juga obat lain seperti quinidine, amitriptilin dan marijuana. Tentunya penggunaan obat-obatan ini harus dengan petunjuk dokter, sebab obat-obatan tersebut juga memiliki efek samping yang perlu diwaspadai.

Bila dengan obat-obatan cegukan tetap bertahan juga, dapat pula dicoba terapi hipnotis dan akupuntur. Lebih jauh lagi…anestesi dengan ventilasi tekanan positif dan pelumpuh otot dilaporkan dapat menghentikan cegukan. Nah, akhirnya… sebagai senjata terakhir yang dapat dilakukan…… tindakan pembedahan menghancurkan atau memblok nervus frenikus juga telah dilakukan pada beberapa kasus cegukan yang tidak teratasi dengan berbagai cara.

Sumber: MedicaStore

Menyiapkan Sarapan Praktis & Sehat untuk Anak

Menyiapkan sarapan untuk si buah hati memang diperlukan kecermatan para Bunda. Baik dalam memilih menu, bahan dan teknik pengolahan. Mengingat selain aspek gizi, pertimbangan rasa dan penampilan yang menarik perlu diperhatikan agar hidangan sarapan disukai anak serta memenuhi semua unsur gizi seimbang.

Setelah tidur selama 8 hingga 9 jam di malam hari, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan. Sarapan pagi sangat penting dilakukan anak pada waktu pagi hari. Sarapan berfungsi untuk memenuhi unsur gizi tubuh selama menjalani beraktivitas dari pagi hingga waktu makan siang tiba. Selain belajar disekolah, berolahraga serta bermain, seorang anak juga dalam masa pertumbuhan sehingga kecukupan gizi harus terpenuhi. Dengan sarapan anak lebih berkosentrasi  dalam belajar dan badan tidak lemas karena tubuh tercukupi kebutuhan kalorinya. Idealnya menu sarapan anak memiliki komposisi nutrisi seimbang.

Bagi para Bunda, menyiapkan menu sarapan terkadang memiliki banyak kendala. Selain keterbatasan waktu menyiapkan menu sarapan yang singkat, penampilan makanan harus menarik agar menggugah selera makan. Rasa hidangan juga harus disukai anak-anak. Menu sarapan harus mengacu ke pola menu seimbang sehingga semua kebutuhan gizi anak bisa tercukupi. Berikut tip yang bisa dijadikan pedoman para bunda dalam menyusun menu sarapan untuk si buah hati.

  1. Menu sebaiknya dipilih yang praktis dan mudah dibuat karena menyiapkan sarapan waktunya sangat singkat. Anak akan segera pergi ke sekolah dan para Bunda juga biasanya akan segera berangkat kerja.
  2. Selalu berpedoman dengan pola menu seimbang di dalam menyusun menu sarapan anak. Pemilihan bahannya harus mengandung zat gizi lengkap seperti karbohidrat, protein, lemak, energi, vitamin, mineral, air dan serat.
  3. Pilih satu menu hidangan namun  yang mengandung unsur gizi lengkap. Seperti sandwich isi sayuran dan tuna, nasi goreng campur telur dan sayuran, mi rebus dengan telur dan sayuran,  burger dengan isi daging dan sayuran, makaroni panggang isi daging, bubur ayam, atau bubur cereal dengan campuran susu dan buah. Dengan satu hidangan bergizi lengkap, para bunda tidak perlu repot menyiapkan beberapa jenis makanan.
  4. Variasikan menu sarapan pagi dengan beragam bahan, seperti nasi, roti dan  kentang sebagai sumber karbohidrat. Telur, ikan, daging, ayam dan susu sebagai sumber protein hewani. Tahu, tempe dan kacang-kacangan sumber protein nabati. Sayuran dan buah sebagai sumber vitamin, mineral dan serat.
  5. Buat jadwal menu sarapan dengan hidangan yang berbeda selama 10 hari sehingga anak tidak bosan menyantap hidangan yang itu-itu saja.  Dengan jadwal menu, para bunda juga menjadi lebih mudah dalam menentukan daftar belanja.
  6. Sajikan makanan dengan piranti saji serta penampilan makanan yang menarik. Tujuannya agar selera makan anak bertambah, mengingat di pagi hari biasanya anak-anak kurang berselera makan.
  7. Jika memungkinkan, ajak anak berdiskusi tentang menu sarapan yang diinginkan serta diajak terlibat langsung dalam proses pembuatan makanan. Dengan cara ini anak akan lebih nafsu makan, sebagai bentuk rasa tanggung jawab dengan menu pilihannya.
  8. Agar lebih praktis, bahan yang perlu persiapan khusus seperti memotong, mengupas dan menghaluskan sayuran atau bumbu-bumbu bisa disiapkan sehari sebelumnya dan disimpan di dalam kulkas. Dengan cara ini, bunda tidak perlu menyiapkan bahan terlalu lama saat membuat menu sarapan.
  9. Ciptakan suasana menyenangkan di saat sarapan, agar anak lebih lahap menyantap hidangan.
  10. Bekali anak dengan makanan dan minuman yang sehat ketika ke sekolah. Contohnya puding, potongan buah-buahan, lemper isi ayam atau sandwich dengan aneka isi. Makanana bekal berfungsi sebagai makanan selingan antara waktu makan pagi dan makan siang.
  11. Hindari  memberikan makanan sarapan dengan bumbu tajam seperti cabe, asam, atau lada yang terlalu banyak. Makanan berbumbu tajam bisa menggagu sistem pencernaan anak.

Sumber: Sahabat Nestle

Menyiapkan Sarapan Praktis & Sehat untuk Anak
Menyiapkan sarapan untuk si buah hati memang diperlukan kecermatan para Bunda. Baik dalam memilih menu, bahan dan teknik pengolahan. Mengingat selain aspek gizi, pertimbangan rasa dan penampilan yang menarik perlu diperhatikan agar hidangan sarapan disukai anak serta memenuhi semua unsur gizi seimbang.
Setelah tidur selama 8 hingga 9 jam di malam hari, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan. Sarapan pagi sangat penting dilakukan anak pada waktu pagi hari. Sarapan berfungsi untuk memenuhi unsur gizi tubuh selama menjalani beraktivitas dari pagi hingga waktu makan siang tiba. Selain belajar disekolah, berolahraga serta bermain, seorang anak juga dalam masa pertumbuhan sehingga kecukupan gizi harus terpenuhi. Dengan sarapan anak lebih berkosentrasi  dalam belajar dan badan tidak lemas karena tubuh tercukupi kebutuhan kalorinya. Idealnya menu sarapan anak memiliki komposisi nutrisi seimbang.
Bagi para Bunda, menyiapkan menu sarapan terkadang memiliki banyak kendala. Selain keterbatasan waktu menyiapkan menu sarapan yang singkat, penampilan makanan harus menarik agar menggugah selera makan. Rasa hidangan juga harus disukai anak-anak. Menu sarapan harus mengacu ke pola menu seimbang sehingga semua kebutuhan gizi anak bisa tercukupi. Berikut tip yang bisa dijadikan pedoman para bunda dalam menyusun menu sarapan untuk si buah hati.

  1. Menu sebaiknya dipilih yang praktis dan mudah dibuat karena menyiapkan sarapan waktunya sangat singkat. Anak akan segera pergi ke sekolah dan para Bunda juga biasanya akan segera berangkat kerja.
  2. Selalu berpedoman dengan pola menu seimbang di dalam menyusun menu sarapan anak. Pemilihan bahannya harus mengandung zat gizi lengkap seperti karbohidrat, protein, lemak, energi, vitamin, mineral, air dan serat.
  3. Pilih satu menu hidangan namun  yang mengandung unsur gizi lengkap. Seperti sandwich isi sayuran dan tuna, nasi goreng campur telur dan sayuran, mi rebus dengan telur dan sayuran,  burger dengan isi daging dan sayuran, makaroni panggang isi daging, bubur ayam, atau bubur cereal dengan campuran susu dan buah. Dengan satu hidangan bergizi lengkap, para bunda tidak perlu repot menyiapkan beberapa jenis makanan.
  4. Variasikan menu sarapan pagi dengan beragam bahan, seperti nasi, roti dan  kentang sebagai sumber karbohidrat. Telur, ikan, daging, ayam dan susu sebagai sumber protein hewani. Tahu, tempe dan kacang-kacangan sumber protein nabati. Sayuran dan buah sebagai sumber vitamin, mineral dan serat.
  5. Buat jadwal menu sarapan dengan hidangan yang berbeda selama 10 hari sehingga anak tidak bosan menyantap hidangan yang itu-itu saja.  Dengan jadwal menu, para bunda juga menjadi lebih mudah dalam menentukan daftar belanja.
  6. Sajikan makanan dengan piranti saji serta penampilan makanan yang menarik. Tujuannya agar selera makan anak bertambah, mengingat di pagi hari biasanya anak-anak kurang berselera makan.
  7. Jika memungkinkan, ajak anak berdiskusi tentang menu sarapan yang diinginkan serta diajak terlibat langsung dalam proses pembuatan makanan. Dengan cara ini anak akan lebih nafsu makan, sebagai bentuk rasa tanggung jawab dengan menu pilihannya.
  8. Agar lebih praktis, bahan yang perlu persiapan khusus seperti memotong, mengupas dan menghaluskan sayuran atau bumbu-bumbu bisa disiapkan sehari sebelumnya dan disimpan di dalam kulkas. Dengan cara ini, bunda tidak perlu menyiapkan bahan terlalu lama saat membuat menu sarapan.
  9. Ciptakan suasana menyenangkan di saat sarapan, agar anak lebih lahap menyantap hidangan.
  10. Bekali anak dengan makanan dan minuman yang sehat ketika ke sekolah. Contohnya puding, potongan buah-buahan, lemper isi ayam atau sandwich dengan aneka isi. Makanana bekal berfungsi sebagai makanan selingan antara waktu makan pagi dan makan siang.
  11. Hindari  memberikan makanan sarapan dengan bumbu tajam seperti cabe, asam, atau lada yang terlalu banyak. Makanan berbumbu tajam bisa menggagu sistem pencernaan anak.

Mengalahkan Kemacetan

Kemacetan tampaknya telah jadi bagian dari kehidupan manusia modern, terutama di kota besar. Bahkan ironisnya, perjalanan pulang pergi menuju tempat kerja bisa jadi lebih lama dibanding waktu Anda berinteraksi dengan pasangan dan suami, apalagi bila tiap anggota keluarga disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Selain membuang banyak waktu, kemacetan juga menimbulkan kejenuhan, stres, bahkan kerap berujung pada rasa kesal.

Namun begitu, jangan biarkan kemacetan mengalahkan Anda setiap hari. Bila Anda telah menyadari bahwa kemacetan adalah sesuatu yang tak bisa dihindarkan dalam keseharian, Anda dapat mempersiapkan diri untuk melakukan beberapa langkah agar tetap produktif sekaligus mengalahkan rasa bosan.

Agar tetap aktif dan produktif

  • Waktunya untuk refleksi dan merencanakan. Kemacetan ‘memberi’ Anda waktu dan ketenangan, ini kesempatan emas untuk melakukan refleksi sekaligus merencanakan apa yang akan Anda lakukan. Pikirkan apa saja yang harus Anda persiapkan untuk menyelesaikan tugas-tugas, strategi untuk mengatasi problem yang sedang dihadapi, atau memikirkan ide-ide baru bagi pekerjaan. Jangan lupa sediakan buku kecil dan pena untuk mencatat ide dan buah pikiran Anda.
  • Selesaikan pekerjaan yang tertunda. Dengan berbagai kemajuan teknologi saat ini, berbagai perangkat teknologi canggih memungkinkan Anda melakukan berbagai hal mulai dari membaca dan mengirim email, membaca laporan, hingga mempersiapkan diri untuk presentasi.
  • Olah raga ringan. Duduk dalam jangka waktu lama akan mengganggu aliran darah, karena itu jangan lupa untuk sesekali melakukan stretching baik kaki maupun tangan. Bahkan bila antrian kendaraan dalam keadaan berhenti total, Anda bisa memanfaatkannya untuk berlatih bagian tubuh atas seperti tangan dengan memanfaatkan dumbel berukuran kecil.
  • Menikmati sarapan. Dari pada sarapan dalam keadaan terburu-buru di rumah, lebih baik santap saja sarapan Anda sembari mengantri macet. Dengan perut terisi, Anda pun lebih tenang menghadapi kemacetan.
  • Memakai make-up. Bagi ibu bekerja, pagi hari kerap diwarnai ‘kerusuhan’ karena harus menyiapkan kebutuhan suami dan anak, hingga kadang tak ada waktu untuk berhias. Manfaatkan kemacetan untuk mengenakan riasan Anda dengan santai.

Untuk mengusir kebosanan

  • Dengarkan musik. Biasanya kita mendengarkan musik sambil melakukan kegiatan lain, namun dalam kemacetan, Anda punya waktu untuk benar-benar berkonsentrasi dan menikmati musik yang sedang didengarkan. Jangan lupa siapkan koleksi lagu favorit dalam CD, MP3, atau iPOD Anda. Bila perlu, ikutlah menyanyikan lagu favorit tersebut!
  • Dengarkan radio. Bukan sekedar untuk menikmati lagu, tetapi berbagai informasi yang disiarkan di radio pun bisa memberi Anda tambahan pengetahuan, seperti berita terbaru, naik turun pasar modal, sampai resto terbaru yang pantas dicoba.
  • Kini telah banyak tersedia audio books, Bagi Anda penggemar kisah fiksi pasti langsung lupa akan kemacetan ketika mendengar alur cerita memikat dari berbagai kisah yang didengar.

Sumber:  Sahabat Nestle

Cerdas Menghidangkan Menu Sahur & Berbuka Puasa

UNTUK menghindari kebiasaan kurang sehat dalam mengonsumsi makanan dan minuman pada saat sahur atau berbuka puasa, ada baiknya Anda cermat dan teliti dalam memilih menu makanan dan minuman.

Berikut ini beberapa tip memilih menu untuk sahur dan berbuka puasa agar tubuh Anda tetap sehat dan segar selama bulan puasa:

1. Bikin Lauk Kering

Jika Anda punya stok lauk kering, Anda tidak perlu repot-repot lagi untuk memasak. Ada banyak sekali lauk kering yang tersedia di pasaran, misalnya dendeng, abon atau kentang kering. Agar rasa tetap anak dan tidak berbau, tentu ada caranya. Kuncinya terletak pada kualitas bahan, cara membuat, dan cara menyimpan yang tepat.

2. Pakai Minyak Goreng Baru

Jangan berpikir “Sayang, sisa minyaknya masih banyak”. Boleh saja Anda membuat perhitungan untuk menekan cost dalam anggaran rumah tangga. Tapi kalau urusan yang satu ini jangan coba-coba. Anda boleh pilih, sedikit irit atau Anda justru akan mengeluarkan biaya ekstra karena makanan yang digoreng dengan minyak bekas tadi menjadi tengik?

Dan satu lagi, siapkah Anda menghadapi kolesterol jahat dalam minyak bekas itu? Usahakan makanan yang Anda goreng benar-benar kering. Jika kurang kering, makanan Anda cepat melempen dan gampang sekali ditumbuhi jamur.

3. Masak Setengah Matang

Jika Anda berpikir untuk menghidangkan kembali makanan bersantan, Anda harus cerdik saat menyimpannya. Seperti makanan rendang atau masakan bersantan lainnya. Untuk menyiasatinya, Anda bisa ambil lauk ini dari menu berbuka puasa sehari sebelumnya.

Sisihkan sebagian lauk tadi untuk sahur. Saat masakan sudah setengah matang, sisihkan sebagian untuk lauk waktu sahur. Simpan dan jangan lupa tutup rapat. Ketika waktu sahur tiba, Anda hanya perlu menghangatkannya. Dengan cara seperti ini, makanan tidak layu dan masih tetap enak saat disantap.

4. Hidangan Manis

Saat berbuka, tubuh membutuhkan makanan yang mudah dipecah menjadi gula agar kadar gula darah tidak menurun. Bahan makanan yang mengandung gula pastilah manis. Usahakan makanan yang Anda pilih itu menjadi menu pembuka. Anda bisa memilih buah-buahan dan mengolahnya menjadi berbagai jenis hidangan seperti kolak, es buah, dan lain sebagainya.

Kalau Anda ingin menghemat waktu, hidangan pembuka seperti kolak bisa Anda siapkan sehari sebelumnya. Caranya, masak pisang atau bahan lainnya yang hendak dibuat kolak bersamanya gula merah dan air. Biarkan hingga hampir matang. Setelah dingin, simpan dalam lemari es. Keesokkan harinya, tinggal ditambahkan santan dan dimasak hingga betul-betul matang.(Genie/Genie/nsa)

Sumber: OkeFood

UNTUK menghindari kebiasaan kurang sehat dalam mengonsumsi makanan dan minuman pada saat sahur atau berbuka puasa, ada baiknya Anda cermat dan teliti dalam memilih menu makanan dan minuman.

Berikut ini beberapa tip memilih menu untuk sahur dan berbuka puasa agar tubuh Anda tetap sehat dan segar selama bulan puasa:

1. Bikin Lauk Kering

Jika Anda punya stok lauk kering, Anda tidak perlu repot-repot lagi untuk memasak. Ada banyak sekali lauk kering yang tersedia di pasaran, misalnya dendeng, abon atau kentang kering. Agar rasa tetap anak dan tidak berbau, tentu ada caranya. Kuncinya terletak pada kualitas bahan, cara membuat, dan cara menyimpan yang tepat.

2. Pakai Minyak Goreng Baru

Jangan berpikir “Sayang, sisa minyaknya masih banyak”. Boleh saja Anda membuat perhitungan untuk menekan cost dalam anggaran rumah tangga. Tapi kalau urusan yang satu ini jangan coba-coba. Anda boleh pilih, sedikit irit atau Anda justru akan mengeluarkan biaya ekstra karena makanan yang digoreng dengan minyak bekas tadi menjadi tengik?

Dan satu lagi, siapkah Anda menghadapi kolesterol jahat dalam minyak bekas itu? Usahakan makanan yang Anda goreng benar-benar kering. Jika kurang kering, makanan Anda cepat melempen dan gampang sekali ditumbuhi jamur.

3. Masak Setengah Matang

Jika Anda berpikir untuk menghidangkan kembali makanan bersantan, Anda harus cerdik saat menyimpannya. Seperti makanan rendang atau masakan bersantan lainnya. Untuk menyiasatinya, Anda bisa ambil lauk ini dari menu berbuka puasa sehari sebelumnya.

Sisihkan sebagian lauk tadi untuk sahur. Saat masakan sudah setengah matang, sisihkan sebagian untuk lauk waktu sahur. Simpan dan jangan lupa tutup rapat. Ketika waktu sahur tiba, Anda hanya perlu menghangatkannya. Dengan cara seperti ini, makanan tidak layu dan masih tetap enak saat disantap.

4. Hidangan Manis

Saat berbuka, tubuh membutuhkan makanan yang mudah dipecah menjadi gula agar kadar gula darah tidak menurun. Bahan makanan yang mengandung gula pastilah manis. Usahakan makanan yang Anda pilih itu menjadi menu pembuka. Anda bisa memilih buah-buahan dan mengolahnya menjadi berbagai jenis hidangan seperti kolak, es buah, dan lain sebagainya.

Kalau Anda ingin menghemat waktu, hidangan pembuka seperti kolak bisa Anda siapkan sehari sebelumnya. Caranya, masak pisang atau bahan lainnya yang hendak dibuat kolak bersamanya gula merah dan air. Biarkan hingga hampir matang. Setelah dingin, simpan dalam lemari es. Keesokkan harinya, tinggal ditambahkan santan dan dimasak hingga betul-betul matang.(Genie/Genie/nsa)