Statistik Kunjungan
Total kunjungan sebanyak:
kunjungan sejak 2008.
Untuk melihat rincian kunjungan, silahkan klik di sini.

Sekitar Rancaekek

Seni Beladiri Benjang

Asal Usul
Di Kabupaten Bandung, khususnya di Kecamatan Ujungberung, Cibolerang, Cibiru, Cinunuk, Cileunyi dan Rancaekek, ada sebuah seni bela diri yang disebut “Benjang”. Konon, seni bela diri benjang berawal dari kesenian terbangan yang sering dimainkan oleh para santri yang ada di pondok pesantren. Dari pondok pesantren, kesenian terbangan ini menyebar ke masyarakat sekitarnya melalui upacara tradisional, seperti: selamatan kelahiran bayi, panen padi, maulid nabi, khitanan, dan perkawinan.

Continue reading

Kemacetan di Rancaekek Menjengkelkan

Redaksi, Yth.

SETIAP Sabtu sore, sekali dalam dua minggu, merupakan hari yang sangat mengesalkan dan menyesakkan dada bagi pengguna jalan negara ruas Jln. Rancaekek-Cicalengka, khususnya di depan pabrik PT Kahatex.

Pada hari itu, ribuan buruh Kahatex baru saja menerima gajinya. Sebagian di antaranya membelanjakan uang hasil kerjanya tidak di pasar resmi, tapi di pasar kaget yang beroperasi di pinggir jalan tersebut. Akibatnya, lebar jalan yang semestinya bisa 3-4 jalur, habis oleh pedagang dan pembeli. Yang tersisa hanya satu jalur saja.

Continue reading

Ratusan Kios Pasar Cileunyi Ludes Terbakar

BANDUNG, (PRLM).- Ratusan kios di pasar tradisional Cileunyi, Kabupaten Bandung, habis terbakar pada peristiwa kebakaran yang terjadi Kamis (18/6) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa kebakaran tersebut, namun kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut saksi Canang (42) yang juga pemilik kios sayuran, pada kejadian tersebut para pemilik kios sudah tidak ada di tempat karena pasar sudah tutup. “Kebetulan saya masih di sini sedang membereskan dagangan, mau pulang. Tiba-tiba dari kios bagian depan muncul percikan api, yang cepat menjalar karena ada angin kencang. Dalam waktu sekitar 15 menit ratusan kios habis terbakar. Kios di sini terbuat dari kayu dan bilik bambu sehingga cepat terbakar,” katanya.

Engkus, saksi yang juga pemilik kios yang terbakar mengatakan, kebakaran kali ini merupakan yang keempat kalinya terjadi di pasar tradisional Cileunyi ini. “Terakhir pada tahun 2003, saat Lebaran Kurban,” katanya.

Menurut Kapolres Bandung, AKBP Imron Yunus, yang dihubungi melalaui telepon selularnya, Kamis sore, penyebab kebakaran belum bisa dipastikan karena perlu penyelidikan. Kebakaran ini membuat jalur lalu lintas Jalan Raya Cileunyi, baik dari arah barat maupun timur macet total sekitar satu setengah jam. Api baru baru bisa dipadamkan satu jam setelah kemudian setelah datang 13 unit damkar dari Kota dan Kab. Bandung,” jelasnya. (A-72/das)***

Sumber: PikiranRakyat