Archive for the ‘Artikel’ Category
Mengalahkan Kemacetan
Kemacetan tampaknya telah jadi bagian dari kehidupan manusia modern, terutama di kota besar. Bahkan ironisnya, perjalanan pulang pergi menuju tempat kerja bisa jadi lebih lama dibanding waktu Anda berinteraksi dengan pasangan dan suami, apalagi bila tiap anggota keluarga disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Selain membuang banyak waktu, kemacetan juga menimbulkan kejenuhan, stres, bahkan kerap berujung pada rasa kesal.
Namun begitu, jangan biarkan kemacetan mengalahkan Anda setiap hari. Bila Anda telah menyadari bahwa kemacetan adalah sesuatu yang tak bisa dihindarkan dalam keseharian, Anda dapat mempersiapkan diri untuk melakukan beberapa langkah agar tetap produktif sekaligus mengalahkan rasa bosan.
Agar tetap aktif dan produktif
- Waktunya untuk refleksi dan merencanakan. Kemacetan ‘memberi’ Anda waktu dan ketenangan, ini kesempatan emas untuk melakukan refleksi sekaligus merencanakan apa yang akan Anda lakukan. Pikirkan apa saja yang harus Anda persiapkan untuk menyelesaikan tugas-tugas, strategi untuk mengatasi problem yang sedang dihadapi, atau memikirkan ide-ide baru bagi pekerjaan. Jangan lupa sediakan buku kecil dan pena untuk mencatat ide dan buah pikiran Anda.
- Selesaikan pekerjaan yang tertunda. Dengan berbagai kemajuan teknologi saat ini, berbagai perangkat teknologi canggih memungkinkan Anda melakukan berbagai hal mulai dari membaca dan mengirim email, membaca laporan, hingga mempersiapkan diri untuk presentasi.
- Olah raga ringan. Duduk dalam jangka waktu lama akan mengganggu aliran darah, karena itu jangan lupa untuk sesekali melakukan stretching baik kaki maupun tangan. Bahkan bila antrian kendaraan dalam keadaan berhenti total, Anda bisa memanfaatkannya untuk berlatih bagian tubuh atas seperti tangan dengan memanfaatkan dumbel berukuran kecil.
- Menikmati sarapan. Dari pada sarapan dalam keadaan terburu-buru di rumah, lebih baik santap saja sarapan Anda sembari mengantri macet. Dengan perut terisi, Anda pun lebih tenang menghadapi kemacetan.
- Memakai make-up. Bagi ibu bekerja, pagi hari kerap diwarnai ‘kerusuhan’ karena harus menyiapkan kebutuhan suami dan anak, hingga kadang tak ada waktu untuk berhias. Manfaatkan kemacetan untuk mengenakan riasan Anda dengan santai.
Untuk mengusir kebosanan
- Dengarkan musik. Biasanya kita mendengarkan musik sambil melakukan kegiatan lain, namun dalam kemacetan, Anda punya waktu untuk benar-benar berkonsentrasi dan menikmati musik yang sedang didengarkan. Jangan lupa siapkan koleksi lagu favorit dalam CD, MP3, atau iPOD Anda. Bila perlu, ikutlah menyanyikan lagu favorit tersebut!
- Dengarkan radio. Bukan sekedar untuk menikmati lagu, tetapi berbagai informasi yang disiarkan di radio pun bisa memberi Anda tambahan pengetahuan, seperti berita terbaru, naik turun pasar modal, sampai resto terbaru yang pantas dicoba.
- Kini telah banyak tersedia audio books, Bagi Anda penggemar kisah fiksi pasti langsung lupa akan kemacetan ketika mendengar alur cerita memikat dari berbagai kisah yang didengar.
Sumber: Sahabat Nestle
Cerdas Menghidangkan Menu Sahur & Berbuka Puasa
UNTUK menghindari kebiasaan kurang sehat dalam mengonsumsi makanan dan minuman pada saat sahur atau berbuka puasa, ada baiknya Anda cermat dan teliti dalam memilih menu makanan dan minuman.
Berikut ini beberapa tip memilih menu untuk sahur dan berbuka puasa agar tubuh Anda tetap sehat dan segar selama bulan puasa:
1. Bikin Lauk Kering
Jika Anda punya stok lauk kering, Anda tidak perlu repot-repot lagi untuk memasak. Ada banyak sekali lauk kering yang tersedia di pasaran, misalnya dendeng, abon atau kentang kering. Agar rasa tetap anak dan tidak berbau, tentu ada caranya. Kuncinya terletak pada kualitas bahan, cara membuat, dan cara menyimpan yang tepat.
2. Pakai Minyak Goreng Baru
Jangan berpikir “Sayang, sisa minyaknya masih banyak”. Boleh saja Anda membuat perhitungan untuk menekan cost dalam anggaran rumah tangga. Tapi kalau urusan yang satu ini jangan coba-coba. Anda boleh pilih, sedikit irit atau Anda justru akan mengeluarkan biaya ekstra karena makanan yang digoreng dengan minyak bekas tadi menjadi tengik?
Dan satu lagi, siapkah Anda menghadapi kolesterol jahat dalam minyak bekas itu? Usahakan makanan yang Anda goreng benar-benar kering. Jika kurang kering, makanan Anda cepat melempen dan gampang sekali ditumbuhi jamur.
3. Masak Setengah Matang
Jika Anda berpikir untuk menghidangkan kembali makanan bersantan, Anda harus cerdik saat menyimpannya. Seperti makanan rendang atau masakan bersantan lainnya. Untuk menyiasatinya, Anda bisa ambil lauk ini dari menu berbuka puasa sehari sebelumnya.
Sisihkan sebagian lauk tadi untuk sahur. Saat masakan sudah setengah matang, sisihkan sebagian untuk lauk waktu sahur. Simpan dan jangan lupa tutup rapat. Ketika waktu sahur tiba, Anda hanya perlu menghangatkannya. Dengan cara seperti ini, makanan tidak layu dan masih tetap enak saat disantap.
4. Hidangan Manis
Saat berbuka, tubuh membutuhkan makanan yang mudah dipecah menjadi gula agar kadar gula darah tidak menurun. Bahan makanan yang mengandung gula pastilah manis. Usahakan makanan yang Anda pilih itu menjadi menu pembuka. Anda bisa memilih buah-buahan dan mengolahnya menjadi berbagai jenis hidangan seperti kolak, es buah, dan lain sebagainya.
Kalau Anda ingin menghemat waktu, hidangan pembuka seperti kolak bisa Anda siapkan sehari sebelumnya. Caranya, masak pisang atau bahan lainnya yang hendak dibuat kolak bersamanya gula merah dan air. Biarkan hingga hampir matang. Setelah dingin, simpan dalam lemari es. Keesokkan harinya, tinggal ditambahkan santan dan dimasak hingga betul-betul matang.(Genie/Genie/nsa)
Sumber: OkeFood
UNTUK menghindari kebiasaan kurang sehat dalam mengonsumsi makanan dan minuman pada saat sahur atau berbuka puasa, ada baiknya Anda cermat dan teliti dalam memilih menu makanan dan minuman.
Berikut ini beberapa tip memilih menu untuk sahur dan berbuka puasa agar tubuh Anda tetap sehat dan segar selama bulan puasa:
1. Bikin Lauk Kering
Jika Anda punya stok lauk kering, Anda tidak perlu repot-repot lagi untuk memasak. Ada banyak sekali lauk kering yang tersedia di pasaran, misalnya dendeng, abon atau kentang kering. Agar rasa tetap anak dan tidak berbau, tentu ada caranya. Kuncinya terletak pada kualitas bahan, cara membuat, dan cara menyimpan yang tepat.
2. Pakai Minyak Goreng Baru
Jangan berpikir “Sayang, sisa minyaknya masih banyak”. Boleh saja Anda membuat perhitungan untuk menekan cost dalam anggaran rumah tangga. Tapi kalau urusan yang satu ini jangan coba-coba. Anda boleh pilih, sedikit irit atau Anda justru akan mengeluarkan biaya ekstra karena makanan yang digoreng dengan minyak bekas tadi menjadi tengik?
Dan satu lagi, siapkah Anda menghadapi kolesterol jahat dalam minyak bekas itu? Usahakan makanan yang Anda goreng benar-benar kering. Jika kurang kering, makanan Anda cepat melempen dan gampang sekali ditumbuhi jamur.
3. Masak Setengah Matang
Jika Anda berpikir untuk menghidangkan kembali makanan bersantan, Anda harus cerdik saat menyimpannya. Seperti makanan rendang atau masakan bersantan lainnya. Untuk menyiasatinya, Anda bisa ambil lauk ini dari menu berbuka puasa sehari sebelumnya.
Sisihkan sebagian lauk tadi untuk sahur. Saat masakan sudah setengah matang, sisihkan sebagian untuk lauk waktu sahur. Simpan dan jangan lupa tutup rapat. Ketika waktu sahur tiba, Anda hanya perlu menghangatkannya. Dengan cara seperti ini, makanan tidak layu dan masih tetap enak saat disantap.
4. Hidangan Manis
Saat berbuka, tubuh membutuhkan makanan yang mudah dipecah menjadi gula agar kadar gula darah tidak menurun. Bahan makanan yang mengandung gula pastilah manis. Usahakan makanan yang Anda pilih itu menjadi menu pembuka. Anda bisa memilih buah-buahan dan mengolahnya menjadi berbagai jenis hidangan seperti kolak, es buah, dan lain sebagainya.
Kalau Anda ingin menghemat waktu, hidangan pembuka seperti kolak bisa Anda siapkan sehari sebelumnya. Caranya, masak pisang atau bahan lainnya yang hendak dibuat kolak bersamanya gula merah dan air. Biarkan hingga hampir matang. Setelah dingin, simpan dalam lemari es. Keesokkan harinya, tinggal ditambahkan santan dan dimasak hingga betul-betul matang.(Genie/Genie/nsa)
Memilih Jajanan Sehat

BAHWA anak lebih membutuhkan makanan selingan atau camilan di antara dua waktu makan, benar adanya. Bahwa makanan selingan tidak selalu harus berarti jajan, juga sebuah fakta medik yang perlu diperhatikan. Mengapa?
Jajan berarti membeli makanan atau minuman yang bukan buatan sendiri. Sebagian besar penjual jajanan cenderung lebih mengutamakan keuntungan melebihi manfaat maupun keamanan makanan (food safety).
Tidak lebih menyehatkan
Jangan heran jika demi mendahulukan keuntungan, penjual jajanan memilih pewarna tekstil, penyedap berlebihan, minyak tak sehat, perenyah kimiawi, pemanis buatan, yang umumnya berpotensi menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari bila dikonsumsi terus-menerus untuk waktu lama. Jajanan jenis seperti itu ada di sekitar anak-anak kita. Banyak ibu kurang menyadari ini.
Bukan saja bahan aditif berbahaya yang dicampurkan ke dalam makanan-minuman jajanan, cara penyajiannya pun belum tentu menyehatkan. Penanganannya (food handling) yang umumnya kurang higienis, pembuatannya yang berisiko tercemar entah air (limbah) dari mana. Hampir pasti bahan bakunya belum tentu segar.
Kehilangan zat gizi
Selain belum tentu aman, semua jajanan juga belum tentu memenuhi syarat kesehatan. Tubuh membutuhkan jenis menu yang seimbang (balance diet), yang artinya lebih banyak karbohidrat, dan membatasi lemak serta protein sesuai kebutuhan saja.
Bila terus mengonsumsi bukan menu seimbang, selain akan kelebihan berat badan, juga bisa terancam kekurangan zat gizi tertentu. Mengapa? Karena berbagai menu tersebut umumnya kaya lemak dan gula, sehingga jumlah kalori melebihi kebutuhan tubuh. Sedangkan kandungan gizi menu jajanan pada umumnya cenderung kehilangan zat gizi akibat bahan baku biasanya sudah tidak segar dan pengolahannya pun dengan panas yang tinggi.
Camilan buatan sendiri
Tentu lebih baik bila tidak membeli jajanan, kecuali bila dipastikan aman dan masih bergizi, serta tak menyalahi kaidah ilmu gizi. Aman berarti tidak banyak ditambahkan berbagai bahan yang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Jajanan juga dinilai aman apabila tidak tercemar bibit penyakit perut akibat penanganan, dan penyajiannya yang kurang higienis.
Anak perlu dididik untuk cerdas memilih menu menyehatkan. Lidah anak sering sudah salah sejak awal, maka tak lagi menyukai menu rumahan yang lebih menyehatkan dibandingkan junk-food.
Beritahukan kepada anak bahwa pisang atau kacang rebus lebih menyehatkan ketimbang kentang goreng. Bahwa ubi rebus lebih menyehatkan dari keripik. Bahwa kerupuk warung hanya mengandung penyedap dan sagu saja.
Kelebihan memilih camilan buatan rumah selain bahan bakunya pilihan dan segar, diolahnya pun sesuai dengan selera keluarga. Maka dibutuhkan kepedulian setiap ibu untuk mau menyediakan camilan sebagai pengganti dari jajanan anak di sekolah, sehingga anak terbebas dari masalah kekurangan maupun kelebihan gizi.***
Sumber: Sahabat-Nestle
Hindarkan Anak dari Sugesti Negatif

JAKARTA, KOMPAS.com - Anak-anak harus dihindarkan dari sugesti negatif yang sering dilontarkan secara sadar maupun tidak sadar oleh orangtua, bila ingin anaknya tumbuh dan berkembang secara maksimal.
Hal itu disampaikan Ahli hipnoterapi Lanny Kuswandi dalam seminar berjudul “Hypnoparenting, Belajar Menjadi Orang Tua Terbaik”, di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, sugesti positif ataupun negatif sama-sama memiliki pengaruh yang cukup besar bagi tumbuh kembang mental anak.
Misalnya, pada saat bayi dalam kandungan, lahir, sampai tumbuh hingga usia anak-anak, banyak orangtua sudah melakukan sugesti positif dengan sering mengatakan “kalau besar kamu akan menjadi anak cantik, sholeh, dan lain-lain”.
Sugesti tersebut bisa menimbulkan kepercayaan diri bagi anak selama masa pertumbuhan hingga dewasa, sehingga perkataan orangtua bisa terwujud.
Demikian juga sebaliknya, kata Lanny, secara tidak sadar orangtua juga sering melakukan sugesti negatif yaitu bila melihat anaknya naik tangga, langsung berteriak “Awas nanti jatuh”, yang dikatakan berulang-ulang.
Dengan demikian, dengan melakukan sugesti negatif baik secara sengaja maupun tidak, bisa membuat anak benar-benar jatuh.
Sebaiknya kalimat yang diucapkan untuk mengingatkan anak adalah, “anak yang pintar sedang naik tangga, pegangan ya sampai atas dengan selamat”, sehingga diharapkan si anak bisa sampai ke atas dengan selamat.
Selain itu, kata dia, stres pada orangtua juga akan memberikan pancaran aura negatif (tidak sehat) kepada anak-anaknya.
Kondisi tersebut, lama kelamaan dapat mengakibatkan gangguan penurunan daya tahan tubuh sehingga berpengaruh pada kesehatan fisik maupun mental anak, ujarnya.
Psikologi hipnotis dapat digunakan sebagai sebuah metode terapi yang dikenal dengan hipnoterapi, seperti untuk menghilangkan phobia, melupakan sebuah kejadian traumatis dan menghilangkan kebiasaan yang tidak diinginkan seperti narkoba.
Sumber: Kompas.Com
Seni Beladiri Benjang

Asal Usul
Di Kabupaten Bandung, khususnya di Kecamatan Ujungberung, Cibolerang, Cibiru, Cinunuk, Cileunyi dan Rancaekek, ada sebuah seni bela diri yang disebut “Benjang”. Konon, seni bela diri benjang berawal dari kesenian terbangan yang sering dimainkan oleh para santri yang ada di pondok pesantren. Dari pondok pesantren, kesenian terbangan ini menyebar ke masyarakat sekitarnya melalui upacara tradisional, seperti: selamatan kelahiran bayi, panen padi, maulid nabi, khitanan, dan perkawinan.
Ketika sedang bermain terbangan itu, sambil bernyanyi, terkadang mereka melakukan gerakan-gerakan saling mendorong. Gerakan mendorong yang diiringi musik terbangan itu kemudian menjelma menjadi suatu kesenian baru yang dinamakan “Dogong”. Pada kesenian dogong ini, para pemainnya akan saling mendorong dengan mempergunakan alu (alat penumbuk padi yang terbuat dari kayu).
Permainan dogong berkembang lagi menjadi suatu permainan saling mendesak tanpa menggunakan alat. Permainan baru ini disebut “Seredan”. Kemudian, permainan seredan berkembang lagi menjadi suatu permainan saling mendesak dengan pundak tanpa menggunakan alat maupun tangan. Permainan mendesak lawan hingga keluar arena ini disebut dengan “Adu Mundur”. Namun, karena dalam permainan ini sering terjadi pelanggaran, maka adu mundur diganti menjadi “Adu Munding”. Dalam permainan adu munding, pemain tidak lagi mendorong dengan menggunakan pundak, melainkan mendorong dengan cara membungkuk (merangkak) dan mendesak lawan dengan kepala, seperti seekor munding (kerbau) yang sedang bertarung.
Lama-kelamaan, seiring dengan makin banyaknya gerakan-gerakan atau teknik untuk menjatuhkan lawan, maka adu munding pun berkembang lagi menjadi suatu permainan yang saat ini disebut sebagai benjang. Dalam permainan benjang, semua unsur dari permainan sebelumnya (terbangan, dogong, seredan, adu mundur, dan adu munding) diramu menjadi satu. Namun, tidak semua gerakan dalam permainan sebelumnya juga dipakai dalam permainan benjang. Misalnya, gerakan atau teknik mendesak lawan dengan kepala yang dianggap cukup berbahanya, sudah jarang sekali digunakan oleh seorang pemain benjang (tukang benjang).
Pemain
Permainan benjang umumnya dilakukan oleh laki-laki remaja dan dewasa. Walaupun demikian, orang yang telah berusia lanjut pun diperbolehkan, asalkan atas kemauannya sendiri. Para pemain benjang biasanya tergabung dalam sebuah kelompok yang berasal dari satu perguruan. Setiap kelompok benjang jumlah anggotanya antara 20–25 orang, yang terdiri atas: satu orang pemimpin, 9 orang penabuh dan sisanya pemain. Selain pemain, dalam permainan benjang juga ada wasit yang bertugas mengawasi jalannya pertandingan dan menetapkan pemenang.
Sebagai catatan, untuk menjadi pemain benjang (tukang benjang) dituntut keberanian. Dalam permainan benjang tidak ada penimbangan badan terlebih dahulu dan tidak ada batas waktu permainan. Jadi, seseorang yang berbadan kecil dan kurus, apabila ia berani, dapat saja bertanding dengan orang yang bertubuh besar dan tinggi. Dan, apabila fisiknya masih kuat, para pemain akan tetap bermain hingga ada salah satu yang kalah.
Tempat dan Peralatan Permainan
Permainan benjang biasa dilakukan di tempat terbuka seperti halaman rumah atau lapangan pada pagi atau malam hari. Apabila permainan dilakukan pada pagi hari, umumnya dimulai sekitar pukul 07.00 sampai dengan pukul 09.00. Sedangkan, apabila dilakukan pada malam hari biasanya dimulai dari pukul 20.00 hingga pukul 24.00.
Peralatan yang digunakan dalam permainan benjang adalah: (1) seperangkat waditra yang terdiri dari: sebuah gendang besar, sebuah kulanter, empat buah terbang, kecrek, terompet, sebuah bedug, pingprung, kempring, kempul; (2) busana pemain yang terdiri dari: celana kolor dan kaus kutang (untuk pemain), pakaian silat (untuk pemimpin), baju kampret, celana pangsi, dan ikat kepala dari kain batik (untuk penabuh); dan (3) sesajen yang terdiri dari: kelapa muda, telur ayam, beras, minyak kelapa, cerutu, air kopi, rujak (pisang, kelapa, asem, gula merah), arang, dan kemenyan yang ditaruh di dalam pakuruyan1.
Aturan Permainan
Aturan permainan benjang tergolong sederhana, yaitu apabila seorang pemain berada dalam posisi terlentang dan ditindih oleh lawan mainnya, maka ia dinyatakan kalah. Sedangkan, orang yang menindihnya dinyatakan menang.
Selain aturan kalah-menang, ada aturan-aturan lain yang harus ditaati oleh setiap pemain, yaitu: tidak boleh mencolok mata, mencekik, menggigit, “mengambil” kaki lawan dan lain sebagainya yang dianggap dapat membahayakan lawan.
Jalannya Permainan
Permainan benjang diawali dengan pembacaan doa atau mantra yang dilakukan oleh pemimpin kelompok. Sambil bersila dan membaca doa, di depan pemimpin tersebut disediakan sesajen dan dibakarkan kemenyan. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar selama pertunjukan berlangsung para pemain maupun penonton terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Selesai membacakan doa atau mantra barulah alat pengiring ditabuh sebagai tanda dimulainya permainan benjang. Selanjutnya, para pemain akan masuk ke dalam arena sambil ngibing (menari) dengan mengenakan kain sarung. Setelah selesai menari dan telah saling berhadapan, mereka akan membuka kain sarungnya masing-masing hingga tinggal mengenakan celana pendek saja.
Selanjutnya, penabuh akan mulai memainkan waditranya dengan irama bamplang, yaitu semacam irama padungdung dalam pencak silat. Irama bamplang ini merupakan tanda bagi para pemain untuk segera memulai permainan. Para pemain kemudian akan mulai menyerang lawannya dengan menggunakan seluruh teknik yang dikuasainya, seperti: (1) nyentok (menghentakkan kepala); (2) ngabeulit gigir, hareup dan bakun; (3) dobelson; (4) engkel mati; (5) angkat; (6) dengkekan; (7) hapsay (ngagebot) dan lain sebagainya.
Apabila dalam permainan tersebut seseorang dapat mengunci hingga lawannya berada di bawah dengan posisi terlentang, maka wasit akan segera menghentikan pertandingan, dan si pengunci dinyatakan sebagai pemenangnya.
Nilai Budaya
Benjang, sebagai suatu seni bela diri yang tumbuh dan berkembang di Jawa Barat, jika dicermati mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat dijadikan acuan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai itu antara lain: kesehatan, kerja keras, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan sportivitas.
Nilai kesehatan tercermin dari gerakan atau teknik-teknik yang dilakukan, baik ketika sedang berlatih maupun bertanding. Dalam hal ini, gerakan-gerakan dalam bermain benjang harus dilakukan sedemikian rupa, sehingga otot-otot tubuh akan menjadi kuat dan aliran darah pun menjadi lancar. Ini akan membuat tubuh menjadi kuat dan sehat.
Nilai kerja keras tercermin dari usaha untuk menguasai teknik-teknik yang ada dalam seni bela diri benjang. Tanpa kerja keras mustahil teknik-teknik tersebut dapat dikuasai secara sempurna.
Mempelajari seni bela diri benjang juga memerlukan kedisiplinan, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap aturan-aturan perguruan. Tanpa kedisiplinan diri dan taat serta patuh kepada aturan-aturan perguran, akan sulit bagi seseorang untuk menguasai seni bela diri ini secara sempurna.
Mempelajari seni bela diri benjang, sebagaimana seni bela diri lainnya, berarti mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan, baik demi keselamatan dirinya maupun orang lain yang memerlukan pertolongannya. Dengan menguasai benjang seseorang akan menjadi percaya diri dan karenanya tidak takut gangguan dan atau ancaman dari pihak lain.
Untuk “mengasah” ilmu benjang setiap muridnya, sebuah perguruan seni bela diri pada umumnya mengadakan latih-tanding dan pertandingan. Dalam latih-tanding atau pertandingan tersebut tentu diperlukan adanya sikap dan perilaku yang sportif dari para pelakunya, sebab akan ada yang kalah dan menang. Nilai sportivitas tercermin dari pemain yang kalah akan mengakui keunggulan lawan dan menerimanya dengan lapang dada. (pepeng)
Sumber: Blog Uun Salimah
Foto: Pikiran Rakyat
Waspadalah Terhadap Perangkap Riya..!
Oleh
Syaikh Husain bin Audah Al-Awayisyah
IKHLAS UNTUK ALLAH TA’ALA [1]
Apa syarat diterimanya amal?
Sebelum anda melangkah satu langkah –wahai saudaraku muslim- hendaklah anda mengetahui jalan untuk merengkuh keselamatanmu. Janganlah anda memberati diri dengan amalan-amalan yang banyak,. Karena, alangkah banyak orang yang memperbanyak amalan, namun hal itu tidak memberikan manfaat kepadanya kecuali rasa capai dan keletihan semata di dunia dan siksaan di akhirat. [2]
Maka, sebelum memulai semua amalan, hendaklah anda mengetahui syarat diterimanya amal. Yaitu harus terpenuhi dua perkara penting pada setiap amalan. Jika salah satu tidak tercapai, akibatnya amalan seseorang tidak ada harapan untuk diterima. Pertama : Ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kedua : Amalan itu telah diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an, atau dijelaskan oleh Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sunnahnya, dan mengikuti Rasulullah dalam pelaksanaannya.
Jika salah satu dari dua syarat ini rusak, perbuatan yang baik tidak masuk kategori amal shalih dan tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pernyataan ini ditunjukkan oleh firman Allah Ta’ala.
“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabb-nya” [Al-Kahfi : 110]
Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan agar amal yang dikerjakan ialah amalan shalih, yaitu amal perbuatan yang sesuai dengan aturan syari’at. Selanjutnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan orang yang menjalankannya supaya mengikhlaskan amalan itu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, tidak mencari pahala atau pamrih dari selain-Nya dengan amalan itu.
Al-Hafiz Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya ; “Dua perkara ini merupakan rukun diterimanya suatu amalan. Yaitu, amalan itu harus murni untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan benar sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Keterangan serupa juga diriwayatkan Al-Qadhi Iyadh rahimahullah dan lainnya” [Tafsir surah Al-Kahfi].
PERINTAH IKHLAS, LARANGAN BERBUAT RIYA DAN SYIRIK [3]
Ketahuilah, wahai saudaraku muslim, bahwa semua amalan pasti terjadi dengan niat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Sesungguhnya semua amalan ini terjadi dengan niat, dan setiap orang mendapatkan apa yang dia niatkan” [4]
Dan dalam amal itu harus mengikhlaskan niat untuk Allah Ta’ala berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat ; dan yang demikian itulah agama yang lurus” [Al-Bayyinah : 5]
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman.
“Katakanlah : ‘Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atas kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui” [Ali-Imran : 29]
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga telah memperingatkan bahaya dari berbuat riya’, dalam firman-Nya.
“Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapus amalmu” [Az-Zumar : 65]
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Allah Ta’ala berfirman ; “Aku sangat tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa beramal dengan suatu amalan, dia mneyekutukan selain Aku bersama-Ku pada amalan itu, Aku tinggalkan dia dan sekutunya” [HR Muslim, no. 2985]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Barangsiapa mempelajari ilmu yang dengannya dicari wajah Allah Azza wa Jalla, namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk meraih kesenangan dunia dengan ilmu itu, ia tidak akan mendapat aroma surga pada hari kiamat” [5]
RIYA DAN JENIS-JENISNYA [6]
Di antara jenis riya’ ialah sebagi berikut.
- Riya Yang Berkaitan Dengan Badan: Misalnya dengan menampakkan kekurusan dan wajah pucat, agar penampakan ini, orang-orang yang melihatnya menilainya memiliki kesungguhan dan dominannya rasa takut terhadap akhirat. Dan yang mendekati penampilan seperti ini ialah dengan merendahkan suara, menjadikan dua matanya menjadi cekung, menampakkan keloyoan badan, untuk menampakkan bahwa ia rajin berpuasa
- Riya Dari Sisi Pakaian:Misalnya, membiarkan bekas sujud pada wajah, mengenakan pakaian jenis tertentu yang biasa dikenakan oleh sekelompok orang yang masyarakat menilai mereka sebagai ulama, maka dia mengenakan pakaian itu agar dikatakan sebagai orang alim.
- Riya Dengan Perkataan: Umumnya, riya’ seperti ini dilakukan oleh orang-orang yang menjalankan agama. Yaitu dengan memberi nasihat, memberi peringatan, menghafalkan hadits-hadits dan riwayat-riwayat, dengan tujuan untuk berdiskusi dan melakukan perdebatan, menampakkan kelebihan ilmu, berdzikir dengan menggerakkan dua bibir di hadapan orang banyak, menampakkan kemarahan terhadap kemungkaran di hadapan manusia, membaca Al-Qur’an dengan merendahkan dan melembutkan suara. Semua itu untuk menunjukkan rasa takut, sedih, dan khusyu’ (kepada Allah, pent).
- Riya’ Dengan Perbuatan: Seperti riya’nya seseorang yang shalat dengan berdiri sedemikian lama, memanjangkan ruku, sujud dan menampakkan kekhusyu’an, riya’ dengan memperlihatkan puasa, perang (jihad), haji, shadaqah dan semacamnya.
- Riya’ Dengan Kawan-Kawan Dan Tamu-Tamu: Seperti orang yang memberatkan dirinya meminta kunjungan seorang alim (ahli ilmu) atau ‘abid (ahli ibadah), agar dikatakan “sesungguhnya si Fulan telah mengunjungi si Fulan”. Atau juga mengundang orang banyak untuk mengunjunginya, agar dikatakan “sesungguhnya orang-orang baragama sering mendatanginya”.
PERKARA YANG DISANGKA RIYA DAN SYIRIK, PADAHAL BUKAN !
1). Pujian Manusia Untuk Seseorang Terhadap Perbuatan Baiknya
Dari Abu Dzar, dia berkata : Ditanyakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Beritakan kepadaku tentang seseorang yang melakukan amalan kebaikan dan orang-orang memujinya padanya!” Beliau bersabda : “itu adalah kabar gembira yang segera bagi seorang mukmin” [HR Muslim, no. 2642, Pent)
2). Giatnya Seorang Hamba Melakukan Ibadah Pada Saat Dilihat Oleh Orang-Orang Yang Beribadah
Al-Maqdisi rahimahullah berkata : Terkadang seseorang bermalam bersama orang-orang yang melaksanakan shalat tahajjud, lalu mereka semua melakukan shalat di sebahagian besar waktu malamnya, sedangkan kebiasaan orang itu melakukan shalat malam satu jam, sehingga ia pun menyesuaikan dengan mereka. Atau mereka berpuasa, lalu ia pun berpuasa. Seandainya bukan karena orang-orang itu, semangat tersebut tidak muncul.
Mungkin ada seseorang yang menyangka bahwa (perbuatan) itu merupakan riya’, padahal tidak mutlak demikian. Bahkan padanya terdapat perincian, bahwasanya setiap mukmin menyukai beribadah kepada Allah Ta’ala, tetapi terkadang banyak kendala yang menghalanginya. Dan kelalaian telah menyeretnya, sehingga dengan menyaksikan orang lain itu, maka kemungkinan menjadi faktor yang menyebabkan hilangnya kelalaian tersebut, kemudian ia dapat menguji urusannya itu, dengan cara menggambarkan orang-orang lain itu berada di suatu tempat yang dia dapat melihat mereka, namun mereka tidak dapat melihatnya. Jika dia melihat jiwanya ringan melakukan ibadah, maka itu untuk Allah. Jika jiwanya merasa berat, maka keringanan jiwanya di hadapan orang banyak itu merupakan riya’. Bandingkan (perkara lainnya) dengan ini” [7]
Aku katakan :
Kemalasan seseorang ketika sendirian datang masuk dalam konteks sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“(Sesungguhnya srigala itu hanyalah memakan kambing yang menyendiri), sedangkan semangatnya masuk ke dalam bab melaksanakan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“(Hendaklah kamu menetapi jama’ah) [8]
3). Membaguskan Dan Memperindah Pakaian, Sandal Dan Semacamnya
Di dalam Shahih Muslim, dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda.
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi”. Seorang laki-laki bertanya : “Ada seseorang suka bajunya bagus dan sandalnya bagus (apakah termasuk kesombongan?)”. Beliau menjawab : “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyukai keindahan kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia” [HR Muslim no. 2749, Pent]
4). Tidak Menceritakan Dosa-Dosanya Dan Menyembunyikan
Ini merupakan kewajiban menurut syari’at atas setiap muslim, tidak boleh menceritakan kemaksiatan-kemaksiatan berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Semua umatku akan diampuni (atau : tidak boleh dighibah) kecuali orang yang melakukan kemaksiatan dengan terang-terangan. Dan sesungguhnya termasuk melakukan kemaksiatan dengan terang-terangan, yaitu seseorang yang melakukan perbuatan (kemaksiatan) pada waktu malam dan Allah telah menutupinya (yakni, tidak ada orang yang mengetahuinya, Pent), lalu ketika pagi dia mengatakan : “Hai Fulan, kemarin aku melakukan ini dan itu”, padahal pada waktu malam Allah telah menutupinya, namun ketika masuk waktu pagi dia membuka tirai Allah terhadapnya” [HR Al-Bukhari, no. 6069, Muslim no. 2990, Pent]
Menceritakan dosa-dosa memiliki banyak kerusakan, (dan) bukan di sini perinciannya. Di antaranya, mendorong seseorang untuk berbuat maksiat di tengah-tengah hamba dan menyepelekan perintah-perintah Allah Ta’ala. Barangsiapa menyangka bahwa menyembunyikan dosa-dosa merupakan riya’ dan menceritakan dosa-dosa merupakan keikhlasan, maka orang itu telah dirancukan oleh setan. Kita berlindung kepada Allah darinya.
5). Seorang Hamba Yang Meraih Ketenaran Dengan Tanpa Mencarinya
Al-Maqdisi berkata : “Yang tercela, ialah seseorang mencari ketenaran. Adapaun adanya ketenaran dari sisi Allah Ta’ala tanpa usaha menusia untuk mencarinya, maka demikian itu tidak tercela. Namun adanya ketenaran itu merupakan cobaan bagi orang-orang yang lemah (imannya, Pent)” [9]
Demikian, beberapa penjelasan berkaitan dengan riya’. Semoga Allah Azza wa Jalla menjauhkan kita semua dari sifat buruk ini, baik dalam perkataan maupun perbuatan, serta semoga menjadikan kita termasuk orang-orang yang ikhlas dalam beramal.
Washallallahu ‘ala nabiyyna Muhammad wa ‘ala alihi washahbihi ajma’in.
[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XII/1429H/2008M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016]
__________
Footnotes
[1]. Diasadur dari Kitab Al-Ikhlas, Syaih Husain bin Audah Al-Awaisyah, Maktabah Islamiyyah, cetakan VII, Tahun 1413H-1992M halaman 9-10
[2]. Contoh dalam masalah ini adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa slam ; “Alangkah banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan bagian dari puasanya kecuali lapar. Dan alangkah banyak orang yang shalat malam, namun ia tidak mendapatkan bagian dari shalat malamnya kecuali begadang” [HR Ibnu Majah, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dan dishahihkan oleh guru kami Syaikh Al-Albani dalam Shahihul-Jami, no. 3482]
[3]. Lihat kitab Al-Ikhlas, halaman 11-13
[4]. Bagian dari sebuah hadits di dalam dua kitab shahih
[5]. HR Abu Dawud dengan sanad yang shahih
[6]. Kitab Al-Ikhlas, halaman 63-67
[7]. Mukhtashar Minhajul Qashidin, halaman 234
[8]. Nash haditsnya ialah : “Tidaklah tiga orang tinggal di sebuah desa atau padang pasir, shalat (jama’ah) tidak ditegakkan pada diri mereka kecuali mereka akan dikuasai oleh setan. Maka hendaklah kamu menetapi jama’ah, karena sesungguhnya srigala itu hanyalah memakan kambing yang menyendiri” [HR Abu Dawud, dihasankan Syaikh Al-Albani, Pent]
[9]. Mukhtashar Minhajul Qashidin, halaman 218
Sumber: Al-Manhaj
Candi Bojongmenje

Situs Rancaekek merupakan komplek purbakala yang diduga merupakan peninggalan masa pra-Islam di Jawa Barat yang terletak di Dusun Bojongmenje, Kalurahan Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Bandung, Jawa Barat. Situs ini terletak di dekat kawasan industri sehingga keberadaannya terancam.
Bersama-sama dengan Candi Cangkuang dan Situs Percandian Batujaya dan Situs Cibuaya, situs ini merupakan satu dari sedikit bangunan peninggalan masa Hindu-Buddha yang masih bisa dilacak di Jawa Barat.
SEJARAH
Kabupaten Bandung memiliki situs purbakala dalam bentuk candi ? Tidak semua orang tahu tentang hal ini. Umumnya candi-candi yang ada di pulau Jawa ditemukan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Belakangan, baru ditemui pula beberapa candi di wilayah Jawa Barat seperti apa yang terdapat di Situs Batujaya (Karawang) dan Candi Cangkuang (Garut). Baru pada bulan Agustus 2002, secara tidak sengaja seorang warga di Kampung Bojongmenje, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek yang hendak mencari tanah guna menguruk gang yang tidak rata tanahnya, menemukan sebuah rongga tanah yang di sekelilingnya terdapat tumpukan batu yang tertata rapi. Penemuan tumpukan batu tersebut akhirnya diputuskan sebagai bagian dari suatu candi oleh para arkeologi, semenjak saat itu dilokasi tersebut dilakukan ekskavasi untuk penemuan dan penelitian lebih lanjut.
Dugaan awal oleh para ahli arkeologi Candi Bojongmenje merupakan peninggalan dari abad ke 7. Bila hal itu benar, maka Candi Bojongmenje memiliki usia yang jauh lebih muda dibandingkan Candi di situs Batujaya yang merupakan peninggalan abad ke 2, namun memiliki umur hampir yang sama dengan Candi Dieng – Wonosobo. Bahkan menurut Timbul Haryono, umur Candi Bojongmenje bisa jadi lebih tua dibandingkan dengan Candi Dieng. Sambil menunjuk sejumlah bebatuan yang ditemukan oleh tim ekskavasi, Timbul Haryono mengungkapkan, indikasinya adalah tidak ditemukannya halfround atau bebatuan dengan profil yang setengah lingkaran. Tapi yang ada hanyalah bebatuan dengan profil segi panjang dan bingkai padma.
“Dari style, teknik pembuatan candi, dan ukuran bebatuan candinya cenderung mencerminkan sebagai candi tua seperti Dieng di Jawa Tengah,” ujar Timbul.
Dikemukakannya, Candi Bojongmenje yang diduga luasnya sekitar enam kali enam meter ini merupakan petunjuk di daerah tersebut pernah ada perkampungan masyarakat tertentu. Artinya, masyarakat tersebut merupakan bagian kecil dari sebuah struktur kerajaan pusat yang besar yang ditandai antara lain dengan berdirinya candi-candi berukuran besar sebagai tempat suci ibadahnya.
Karena itulah, diduga kuat selain di Bojongmenje, ada pula candi-candi sejenis yang didirikan oleh masyarakat tersebut sebagai tempat ibadahnya. Indikasi tersebut kian kuat dengan adanya aliran sungai Cimande dan sungai Citarik yang letaknya tak jauh dari lokasi Candi Bojongmenje. Bahkan ada informasi, sekitar dua kilometer dari lokasi Candi Bojongmenje ada pula mata air panas.
Menyinggung soal adanya batu ambang dengan corak dua lobang, Timbul memperkirakan batu ambang tersebut merupakan bagian dari relung candi. Begitu pula batu ambang dengan corak satu lobang, disebutkannya sebagai pecahan dari relung candi. Adapun soal temuan berupa batu bata, Timbul menilai, batu bata tersebut berusia tua dan merupakan bagian dari dalam “tubuh” candi yang bebatuannya tak terstruktur secara baik.
Dengan penemuan Candi Bojongmenje ini bisa jadi akan mengubah fakta sejarah. Fakta tersebut antara lain tentang arah penyebaran budaya di Pulau Jawa dari timur ke barat, menjadi sebaliknya yaitu dari barat ke timur. Hal itu berdasarkan temuan-temuan arkeologi yang menunjukkan bahwa Candi Bojongmenje lebih tua dibandingkan candi-candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur atau paling tidak setara dengan candi tua di Dieng Jawa Tengah.
Penemuan Candi Bojongmenje tentu sangat membanggakan urang Sunda yang selama ini perannya dalam panggung sejarah percandian kurang terperhatikan. Bernert Kempers seorang pakar arkeologi dari Belanda juga hanya membagi masa klasik di Jawa menjadi masa klasik Jawa Tengah dan masa klasik Jawa Timur. Berdasarkan pembabakan itu, dikatakan bahwa masa klasik di Indonesia terbagi menjadi klasik tua untuk periode Jawa Tengah dan masa klasik muda untuk periode Jawa Timur.
Pendapat itu perlu ditinjau ulang karena tidak menyebut peran orang Sunda dalam sejarah bangnunan percandian. Padahal, bukti-bukti epigrafis menunjukkan bahwa di wilayah Tatar Sunda telah ada pusat kerajaan Hindu yaitu Tarumanagara. Di samping itu, perkembangan penelitian arkeologi di wilayah Tatar Sunda mulai muncul penemuan candi. Oleh karena itu, penemuan Candi Bojongmenje diharapkan akan membuka tabir percandian di Tatar Sunda menjadi lebih terang.
Melongok lokasi dimana Candi Bojongmenje berada, memang cukup memperhatikan. Untuk menuju lokasi candi ini mesti melewati sebuah gang sempit dengan tembok pagar pabrik yang menjulang tinggi. Tempat ditemukannya candi ini sendiri menempel dengan tembok pagar pembatas pabrik. Sehingga masih terdapat kendala jika ingin menggali lebih ke utara lagi, yang hal tersebut berarti butuh melakukan penggalian dihalaman area pabrik. Konon harga tanah disekitar candi ikut mengalami kenaikan hingga dua kali lipat. Nampaknya proses ekskavasi dan pembangunan kembali bangungan candi bakal masih jauh dari selesai.
Sumber:
Gambar: Pikiran Rakyat
Artikel: WikiPedia
Pentingkah Berkemah Bagi Keluarga?

Dengan asumsi kita memiliki seluruh persyaratan yang dituntut, berkemah itu penting. Ini karena ada sejumlah alasan. Mungkin bentuknya tidak harus seperti benar-benar berkemah, layaknya sewaktu masih menjadi anggota Pramuka dulu. Yang penting, kita sekeluarga pergi ke suatu tempat yang jauh dari rumah dan di sana kita punya jadwal yang bebas.
Bagi orangtua, kegiatan semacam ini sangat pas untuk mengungkap perspektif lain dari hidup kita sebagai pribadi (personal dan profesional) atau keluarga. Ide-ide perbaikan itu kerapkali butuh fasilitas dan sensasi-sensasi. Bentuknya mungkin kita butuh perubahan suasana, keluar dari rutinitas sehari-hari atau merasakan sesuatu yang unik.
Bagaimana dengan anak-anak? Buat anak-anak, berkemah juga bisa dijadikan sarana untuk melatih kemampuan yang biasa disebut life skill. Cakupannya antara lain:
- Anak akan belajar mengetahuai alam (learning to know). Buat anak yang lahir di kota, dimana persepsinya tentang alam sudah berubah, digantikan dengan gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan, maka ini menjadi penting.
- Anak akan belajar menggunakan alam sebagai guru (learning to be). Untuk anak yang sudah duduk di SD, orangtua bisa menyarankan membawa agenda pribadi dan meminta anak untuk menuliskan cita-citanya, ide-idenya, perbaikan-perbaikan kecil yang bisa dilakukannya, belajar mensyukuri alam, dan lain-lain.
- Anak akan belajar bergaul dengan orang lain, entah itu adiknya / kakaknya atau teman baru di tempat yang baru (learning to live together)
- Anak akan belajar menjadi mandiri (learning to do). Ini dengan syarat kita mampu berposisi sebagai mentor, misalnya memberi kesempatan anak untuk mencuci sendiri, memasak air, dan semisalnya. Anak akan belajar melakukan hal-hal yang praktis.
Apa yang perlu diingat saat kita menjadi mentor? Mentor ini tidak sama dengan guru atau pelatih (coach). Guru punya posisi yang sangat berwibawa sehingga kerap membuka jarak. Sedangkan pelatih punya bawaan yang sangat serius sehingga kurang terasa suasana free-nya. Yang perlu diingat saat menjadi mentor, antara lain:
- Mentor punya kedekatan personal-individual yang lebih dalam. Usahakan anak tidak memandang kita sebagai orangtua yang sangat “berwibawa” supaya bebas bereksplorasi dan bereksperimentasi
- Mentor posisinya di belakang dan tidak menargetkan sesuatu, seperti guru atau pelatih. Biarkan anak beraktivitas apa saja, sejauh itu tidak membahayakan atau sejauh dia tidak membutuhkan pendapat dari kita
- Mentor memfasilitasi kematangan dan pertumbuhan, bukan memberi tugas
- Mentor lebih menekankan pentingnya “ilmu hidup” atau berbagai pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman yang dibutuhkan untuk hidup, bukan ilmu akademik atau lainnya.
Itulah beberapa hal yang sangat mendasar ketika kita harus berposisi sebagai mentor saat kita mengadakan acara yang bebas di luar rumah. Semoga ini bermanfaat.
Sumber: Sahabat Nestle
Olahraga dalam Keseharian

BERJALAN
Jalan kaki adalah olahraga yang baik sekaligus realistis bagi Anda yang sibuk. “Kerja otot dan jantung meningkat saat berjalan” menurut Dr. Nora Sutarina, SpKO. Selain itu, berjalan juga baik untuk bersosialisasi dan kesehatan emosional. Menurut penelitian Duke University Medical Center, North Carolina, Anda hanya perlu berjalan 19 km per minggu atau setara dengan 125-200 menit untuk menjaga kesehatan. Kegiatan berjalan juga bisa membantu menurunkan berat badan.
- Biasakan berjalan perlahan dan bertahap. Jika Anda langsung berjalan cepat dengan jarak jauh, potensi cedera bisa meningkat dan sulit untuk mempertahankan motivasi.
- Jika Anda memiliki cedera, jangan memaksa diri. Berjalan dengan perlahan atau tunggu beberapa hari hingga cedera sembuh.
- Kekurangan air saat berolahraga bisa menyebabkan sakit kepala dan kelelahan.
- Lakukan pemanasan dan pendinginan untuk mencegah risiko cedera. Mulai berjalan perlahan, percepat langkah, dan kurangi kecepatan saat di akhir latihan.
- Meregangkan otot sebelum berjalan juga mengurangi risiko cedera.
- Kenakan sepatu olahraga yang nyaman di kaki Anda.
- Sesekali, ayunkan lengan saat berjalan untuk meningkatkan aliran darah.
- Pertahankan semangat. Pilih rute dengan pemandangan yang bervariasi dan berjalanlah sekeluarga atau bersama teman.
- Dorong anak Anda untuk berjalan kaki di luar rumah. Ditemani binatang peliharaan atau mengikuti field trip bisa memotivasi anak untuk berjalan kaki. Sesuaikan panjang lintasan dengan usia anak. Misalnya, anak usia 4 tahun bisa berjalan 4 km dengan beberapa kali istirahat.
- Berjalan juga bisa dilakukan di dalam ruangan atau gunakan treadmill.
- Tanamkan kebiasaan berjalan. Mulai dengan 20 menit satu kali jalan, lalu tambah durasi secara berkala. Akan lebih maksimal jika dapat dilakukan tiga kali dalam satu minggu.
- Jadwalkan hari berjalan sekeluarga agar tubuh sehat dan kedekatan semakin terjalin.
BERLARI
Tingkat pembakaran kalori tergantung berat badan. Jogging membakar kalori lebih banyak dibandingkan berjalan kaki karena Anda mengonsumsi lebih banyak oksigen. “Sirkulasi udara meningkat demikian pula detak jantung. Berlari juga memperkuat otot,” kata Dr. Nora. Jogging merupakan olahraga terbaik bagi orang dengan kelebihan berat badan, karena pembakaran kalori meningkat pada bagian pinggul, paha, dan perut. Memutar area torso sambil berlari juga membuat langkah semakin ringan karena otot pinggang semakin kuat.
Tip Berlari
- Berkonsultasi dengan pakar sebelum berlari atau jogging secara rutin penting dilakukan jika Anda memiliki kelebihan berat badan.
- Berhenti merokok. Selain berbahaya bagi jantung, perokok cepat lelah sehingga bisa kesulitan bernapas saat berlari.
- Lakukan pemanasan untuk mengurangi risiko cedera. Luangkan 5-10 menit untuk meregangkan otot. Percepatan aliran darah melalui pemanasan akan mengurangi ketegangan sekaligus melenturkan otot sehingga Anda bisa berlari optimal.
- Pilih sepatu khusus untuk berlari.
- Hindari jogging di daerah berbukit. Berlari menuruni jalan berbukit bisa menyebabkan Anda tersandung, terjatuh, dan melukai diri sendiri.
- Ambil langkah panjang dan stabil. Daratkan kaki dengan benar tanpa berjingkat agar Anda terhindar dari cedera lutut.
- Rasa nyeri biasanya tidak terjadi setelah jogging. Tapi, jika rasa sakit tidak berhenti selama 20-30 menit setelah berlari, kondisi tersebut bisa disebut tidak normal. Penting bagi Anda untuk mengenali tubuh sehingga Anda bisa mendeteksi rasa sakit atau otot tertarik yang dapat mengakibatkan cedera serius.
- Hindari melompat terlalu banyak dan jaga posisi tubuh tetap tegak. Jangan membungkuk.
- Pilih tempat yang tepat untuk jogging.
- Mulai dengan perlahan dan tambah panjang lintasan seiring tubuh Anda terbiasa berlari. Jika Anda ingin berlari lebih cepat dan menambah durasi, batasi penambahan tidak lebih dari 10 persen setiap minggu.
- Mendengarkan musik sambil berlari bisa membuat pikiran semakin rileks.
- Sebelum mengakhiri jogging, lakukan pendinginan dengan memperlambat langkah atau berjalan. Jika tidak, otot Anda berisiko cedera, tertarik, dan kram.
BERSEPEDA
“Merupakan jenis olahraga yang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan sekaligus menyenangkan” kata Dr. Nora. Jantung Anda akan terlatih dengan baik sehingga mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Bersepeda dapat membakar 400-700 kalori per jam.
Tip Bersepeda
- Sesuaikan tinggi sadel dengan panjang kaki. Lutut hanya boleh tertekuk sedikit saat telapak kaki menginjak pedal dengan posisi kaki lurus. Jika tertekuk terlalu dalam, lutut berisiko cedera.
- Untuk mengindari sakit pantat, pilih sadel yang sesuai. Sadel yang sempit mungkin tidak nyaman bagi wanita yang memiliki tulang pantat lebih besar dibandingkan pria.
- Setang harus diposisikan sekitar 5 cm lebih rendah dari sadel.
- Jangan lupa helm. Riset membuktikan bahwa penggunaan helm mengurangi risiko cedera kepala hingga 60 persen. Pilih helm berwarna terang dan nyaman di kepala.
- Bawa minum saat bersepeda untuk mencegah dehidrasi.
- Jangan mendengarkan musik karena Anda harus selalu waspada terhadap sekeliling.
- Ubah posisi tubuh dan tangan secara berkala. Variasikan posisi punggung, leher, dan lengan guna mengurangi eksploitasi otot tertentu, ketegangan, serta rasa sakit pada otot.
- Pilih celana yang tepat untuk bersepeda jarak jauh, misalnya celana pendek berbahan licin sehingga tidak ada lipatan kain yang dapat menyebabkan iritasi kulit.
- Jika bersepeda di jalan raya, patuhi rambu-rambu lalu lintas dan hindari jalur cepat.
Sumber: Sahabat Nestle
Dibalik Kehidupan insan bernama: “Muhammad”

- Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya.
- Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.
- Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur.
- Sayidatina ‘Aisyah menceritakan: ”Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga.
- Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sembahyang.”
- Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina ‘Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, “Belum ada sarapan ya Khumaira?” (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang berarti ‘Wahai yang kemerah-merahan’
Aisyah menjawab dengan agak serba salah, “Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.” Rasulullah lantas berkata, ”Kalau begitu aku puasa saja hari ini.” tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya. - Pernah baginda bersabda, “sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya.” Prihatin, sabar dan tawadhuknya baginda sebagai kepala keluarga.
- Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain. Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai bersembahyang: “Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?” “Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar” “Ya Rasulullah… mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit…” desak Umar penuh cemas. Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda. “Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?” Lalu baginda menjawab dengan lembut, ”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?” “Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”
- Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor. Hanya diam dan bersabar.
- Bila kain rida’nya direntap dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya. Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat yang dikencingi si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.
- Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ketuanan. Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam keseorangan.
- Ketika pintu Syurga telah terbuka, seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah, hingga pernah baginda terjatuh, lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemahuan jiwanya yang tinggi. Bila ditanya oleh Sayidatina ‘Aisyah, “Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?” Jawab baginda dengan lunak, “Ya ‘Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.”
- Rasulullah s. a. w. bersabda, “Sampaikan pesanku walau sepotong ayat”

