Statistik Kunjungan
Total kunjungan sebanyak:
kunjungan sejak 2008.
Untuk melihat rincian kunjungan, silahkan klik di sini.

Iseng

Bos & Karyawan

Bila boss tetap pada pendapatnya, itu berarti beliau konsisten.
Bila staff tetap pada pendapatnya, itu berarti dia keras kepala !

Bila boss berubah-ubah pendapat, itu berarti beliau flexible.
Bila staff berubah-ubah pendapat, itu berarti dia plin-plan !

Bila boss bekerja lambat, itu berarti beliau teliti.
Bila staff bekerja lambat itu berarti dia tidak ‘perform’ !

Bila boss bekerja cepat, itu berarti beliau ‘smart’.
Bila staff bekerja cepat, itu berarti dia terburu-buru !

Bila boss lambat memutuskan, itu berarti beliau hati-hati.
Bila staff lambat memutuskan, itu berarti dia ‘telmi’ !

Bila boss mengambil keputusan cepat, itu berarti beliau berani mengambil keputusan.
Bila staff mengambil keputusan cepat, itu berarti dia gegabah !

Bila boss terlalu berani ambil resiko, itu berarti beliau risk-taking.
Bila staff terlalu berani ambil resiko, itu berarti dia sembrono !

Bila boss tidak berani ambil resiko, itu berarti beliau ‘prudent’.
Bila staff tidak berani ambil resiko, itu berarti dia tidak berjiwa bisnis !

Bila boss mem-by-pass prosedur, itu berarti beliau proaktif-inovatif.
Bila staff mem-by-pass prosedur, itu berarti dia melanggar aturan !

Bila boss curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti beliau waspada.
Bila staff curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti dia negative thinking !

Bila boss menyatakan : ” Sulit ” itu berarti beliau prediktif-antisipat if.
Bila staff menyatakan : ” Sulit ” itu berarti dia pesimistik !

Bila boss menyatakan : ” Mudah ” itu berarti beliau optimis.
Bila staff menyatakan : ” Mudah ” itu berarti dia meremehkan masalah !

Bila boss sering keluar kantor, itu berarti beliau rajin ke customer
Bila staff sering keluar kantor, itu berarti dia sering kelayapan !

Bila boss sering entertainment, itu berarti beliau rajin me-lobby customer.
Bila staff sering entertainment, itu berarti dia menghamburkan anggaran !

Bila boss tidak pernah entertainment, itu berarti beliau berhemat.
Bila staff tidak pernah entertainment, itu berarti dia tidak bisa me-lobby customer !

Bila boss men-service atasan, itu berarti beliau me-lobby.
Bila staff men-service atasan, itu berarti dia menjilat !

Bila boss sering tidak masuk, itu berarti beliau kecapaian karena kerja keras.
Bila staff sering tidak masuk, itu berarti dia pemalas !

Bila boss minta fasilitas mewah, itu berarti beliau menjaga citra perusahaan.
Bila staff minta fasilitas standar, itu berarti dia banyak menuntut !

Pengertian Narsis

Narcissus atau Narsisus jatuh cinta terhadap dirinya sendiri. Lukisan karya Michelangelo Caravaggio.
Narcissus atau Narsisus jatuh cinta terhadap dirinya sendiri. Lukisan karya Michelangelo Caravaggio.

Narsisme adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan.  Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud dengan mengambil dari tokoh dalam mitos Yunani, Narcissus, yang dikutuk sehingga ia mencintai bayangannya sendiri di kolam. Tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya, sehingga ia tenggelam dan tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis.

Sifat narsisisme ada dalam setiap manusia sejak lahir, bahkan Andrew Morrison berpendapat bahwa dimilikinya sifat narsisisme dalam jumlah yang cukup akan membuat seseorang memiliki persepsi yang seimbang antara kebutuhannya dalam hubungannya dengan orang lain. Namun apabila jumlahnya berlebihan, dapat menjadi suatu kelainan kepribadian yang bersifat patologis.

Dalam Islam ada yang namanya sifat ujub, yaitu kagum dan bangga dengan diri sendiri, baik prestasi, akhlak maupun wujud jasmani. Dalam Majmu ‘Al-Fatawa dikatakan ujub adalah bagian dari perbuatan syirik terhadap diri sendiri, kedua sikap ini menyatu pada diri orang yang takabur.

Iblis pernah berkata kepada Nabi Musa As.:

“Bila mereka kagum kepada diri sendiri, lalu merasa dirinya telah banyak berbuat kebaikan, dan se-olah2 tidak mempunyai dosa, maka itulah lahan paling subur untuk menanan penyakit/kesumat di hati mereka.”

Dan dari Ibnu Mas’ud dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Nabi Muhammad SAW bersabda :

” Tidaklah masuk surga barang siapa yang di dalam hatinya terdapat kesombongan yang sebesar biji dzarah (atom) sekalipun”. [Hadist Riwayat Muslim bab Imam 91 1/93 dan At-Tirmidzi bab Al-Birru was-shilah 1998-1999 4/360-361]

Dan dalam hadits yang lain disebutkan :

“Ada tiga hal yang dapat membinasakan diri seseorang yaitu : Kekikiran yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti serta seseorang yang membanggakan dirinya sendiri”. [Hadits ini disebutkan oleh Al-Mundziry dalam kitab At-Targhib wa Tarhib 1/162 yang diriwayatkan oleh Al-Bazzar dan Al-Baihaqi serta dibenarkan oleh Al-Albany]

Sumber:
1. “Narcissism: An Introduction.” (Freud, Sigmund. 1914)
2. “Shame: The Underside of Narcissism.” (Morrison, Andrew. 1997)
3. Wikipedia
4. aqse.multiply.com