Statistik Kunjungan
Total kunjungan sebanyak:
kunjungan sejak 2008.
Untuk melihat rincian kunjungan, silahkan klik di sini.

Berita n Info Umum

Kemacetan di Rancaekek Menjengkelkan

Redaksi, Yth.

SETIAP Sabtu sore, sekali dalam dua minggu, merupakan hari yang sangat mengesalkan dan menyesakkan dada bagi pengguna jalan negara ruas Jln. Rancaekek-Cicalengka, khususnya di depan pabrik PT Kahatex.

Pada hari itu, ribuan buruh Kahatex baru saja menerima gajinya. Sebagian di antaranya membelanjakan uang hasil kerjanya tidak di pasar resmi, tapi di pasar kaget yang beroperasi di pinggir jalan tersebut. Akibatnya, lebar jalan yang semestinya bisa 3-4 jalur, habis oleh pedagang dan pembeli. Yang tersisa hanya satu jalur saja.

Continue reading

Ratusan Kios Pasar Cileunyi Ludes Terbakar

BANDUNG, (PRLM).- Ratusan kios di pasar tradisional Cileunyi, Kabupaten Bandung, habis terbakar pada peristiwa kebakaran yang terjadi Kamis (18/6) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa kebakaran tersebut, namun kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut saksi Canang (42) yang juga pemilik kios sayuran, pada kejadian tersebut para pemilik kios sudah tidak ada di tempat karena pasar sudah tutup. “Kebetulan saya masih di sini sedang membereskan dagangan, mau pulang. Tiba-tiba dari kios bagian depan muncul percikan api, yang cepat menjalar karena ada angin kencang. Dalam waktu sekitar 15 menit ratusan kios habis terbakar. Kios di sini terbuat dari kayu dan bilik bambu sehingga cepat terbakar,” katanya.

Engkus, saksi yang juga pemilik kios yang terbakar mengatakan, kebakaran kali ini merupakan yang keempat kalinya terjadi di pasar tradisional Cileunyi ini. “Terakhir pada tahun 2003, saat Lebaran Kurban,” katanya.

Menurut Kapolres Bandung, AKBP Imron Yunus, yang dihubungi melalaui telepon selularnya, Kamis sore, penyebab kebakaran belum bisa dipastikan karena perlu penyelidikan. Kebakaran ini membuat jalur lalu lintas Jalan Raya Cileunyi, baik dari arah barat maupun timur macet total sekitar satu setengah jam. Api baru baru bisa dipadamkan satu jam setelah kemudian setelah datang 13 unit damkar dari Kota dan Kab. Bandung,” jelasnya. (A-72/das)***

Sumber: PikiranRakyat

Penyakit Mulut-Tangan-Kaki [Flu Singapura]

Oleh: Dr HANDRAWAN NADESUL

PENYAKIT Mulut-Tangan-Kaki atau hand-foot and mouth disease (HFMD) diawali dengan demam, sama dengan penyakit infeksi umumnya. Yang membedakan kalau ini kemungkinan HFMD ialah munculnya semacam cacar, yakni lentingan bening di selaput lendir mulut bagian geraham.

Tetapi lenting cacar di selaput lendir mulut bukan hanya disebabkan oleh HFMD tetapi ada sederet penyakit lain yang gejalanya serupa. Herpes simplex di mulut pun menyerupai cacar juga. Kepastian menganai HFMD adalah dengan cara mengisolasi virus dan memeriksanya di laboratorium, serta mengamati tumbuhnya cacar yang sama di tangan dan kaki.

Bedanya dengan herpes simplex di rongga mulut, biasanya penyakit herpes kambuh berulang di tempat yang sama. Sedang pada penyakit HFMD biasanya langsung kebal dan tak kambuh lagi. Orang dewasa umumnya sudah kebal terhadap serangan virus jenis ini, kecuali jika menderita kerentanan imunitas seperti orang dewasa pengidap HIV yang masih mungkin terinfeksi HFMD lagi.

Penyebab dari HFMD adalah virus (coxsackie), yang berada dalam air liur dan lendir mulut, atau tinja. Jika pengidap virus mencium, mengecup anak, maka virus HFMD dapat ditularkan.

Penularan juga sering terjadi di tempat penitipan anak, dan di sekolah. Maka setiap ada anak yang tampak semacam ada cacar di kulit tangan dan kaki, atau di sekitar bibir, selain di dalam rongga mulut, perlu dicurigai kalau itu penyakit HFMD. Kemungkin lain sejenis herpes simplex yang sama-sama menular juga. Maka perlu dilakukan tidak mengizinkan anak sakit ke sekolah, bermain atau berkumpul dengan anak sehat lainnya.

Sebagaimana umumnya penyakit virus, HFMD pun tidak ada obat khusus antivirus-nya. Maka terapi pada kasus HFMD hanya bersifat meredam keluhan dan gejalanya saja (symptomatic). Anak diberikan obat anti-demam, selain pereda rasa tidak enak di mulut, dan merawat kulit yang ada cacar HFMD-nya.

Sebagaimana lazim pada golongan penyakit cacar (cacar air, cacar betulan, atau herpes) kulit yang bercacar perlu dirawat khusus jangan sampai terinfeksi oleh kuman. Saat cacarnya pecah, berisiko tercemar kuman, sehingga cacar berubah menjadi bisul bernanah jika tidak dilakukan perawatan. Jika tidak dicegah, infeksi ikutan (sekunder) pada kulit bercacar akan menambah buruk kondisi anak yang dapat menyisakan bekas borok pada kulit.***

PENYAKIT serupa yakni Penyakit Mulut dan Kaki (FMD) ditularkan oleh hewan. Biasanya hewan ternak apa saja. Umumnya sapi, kambing, domba, dan babi, atau beberapa jenis hewan liar. Virusnya berbeda, berada dalam liur dan sangat menular. Penularan biasanya terjadi secara tidak langsung.

Virus melekat pada pakaian atau kulit setelah menyentuh atau bersinggungan dengan hewan yang sakit. Tampak cacar yang sama pada kaki dan mulut. Saat cacar di mulut tumbuh, air liur keluar berlebihan. Cacar di kulit kaki mudah pecah dan menimbulkan luka lecet lebar. Yang ditakuti bila virus mengenai otot jantung sehingga terjadi peradangan jantung (myocarditis).

Gejala FMD sama dengan HFMD, yaitu diawali dengan demam. Masa tunas penyakit ± 2-12 hari. Selama demam anak tampak lesu dan lemah, mungkin disertai muntah-muntah. Anak juga tidak mau menyusu karena rasa tidak enak di mulut, serta mual-mual.

Oleh karena itu, penting untuk memelihara kebersihan badan, tangan, pakaian serta jauhi area peternakan ketika ada wabah FMD. Kuatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi dan cukupi kebutuhan cairan (minum), terlebih saat demam. Amati di tempat penitipan anak dan sekolah anak kalau melihat ada anak yang kulit wajah atau tangan dan kakinya muncul semacam cacar, siapa tahu HFMD. Apa pun jenis cacarnya, tentu penyakit yang menular. Maka anak perlu menghindar.

Jika itu terjadi pada anak kita, tak perlu panik, segera bawa ke dokter guna mendapat penanganan lebih lanjut. Sediakan ‘tempat main’ tersendiri selama sakit masih dalam masa menular. Ikuti nasehat dokter. Tanyakan kapan mulai bisa main bersama kawan-kawannya.***

Sumber:  Sahabat Nestle