Grup BBM

Ini adalah Group Barcode dari BBM Group Warga Rancaekek... ajang berbagi informasi sekitar Rancaekek... tercinta... Untuk bergabung dengan group ini:

  1. Buka BLACKBERRY MESSENGER pada BlackBerry Anda.

  2. lalu scroll ke bawah hingga menemukan BLACKBERRY GROUPS.

  3. Pilih SCAN A GROUP BARCODE

  4. Arahkan kamera ponsel BlackBerry Anda ke monitor [Gambar barcode di atas]

  5. Posisikan Barcode di tengah layar ponsel Anda, dan Anda otomatis bergabung.

Chat Dengan Pengurus
Rancaekek di Facebook
RancaEkek.Com on Facebook
Donasi Via Paypal
Klik tombol di bawah ini untuk memberi donasi melalui PayPal atau Kartu Kredit kepada kami:

Catatan:
Donasi yang diberikan bukan untuk kepentingan Kecamatan Rancaekek, namun hanya untuk kelangsungan hidup website ini. Terimakasih.
Jumlah Pengunjung
Pengunjung sejak oktober 2008 -- Rincian

Archive for the ‘Artikel’ Category

Ajari Anak Puasa, Tanpa Ganggu Tumbuh Kembangnya

Oleh: Dr Widodo Judarwanto SpA

Si Polan sejak usia 5 tahun ternyata sudah melakukan ibadah puasa penuh selama 1 bulan. Tetapi si Udin dengan usia yang sama, jangankan untuk berpuasa terlambat makan sebentar saja sudah berteriak keras sekali. Ibadah yang cukup berat ini dilakukan baik oleh keinginan sendiri ataupun karena keinginan orangtua. Bagaimana merencanakan dan membimbing anak dalam melakukan ibadah puasa tanpa harus mengganggu perkembangan dan pertumbuhan anak ?

Memasuki bulan ramadhan, anak belum akil baliq tidak termasuk umat yang diwajibkan berpuasa. Tetapi pada kenyataannya banyak anak pra akil baliq sudah berpuasa “penuh” layaknya orang dewasa. Periode akil baliq biasanya terjadi saat anak sudah mulai masa pubertas atau sekitar usia 12 tahun. Anak perempuan akan mendapat menstruasi dan payudara mulai berkembang. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara, otot, bentuk fisik berubah secara cepat, dan sudah mengalami peristiwa “mimpi basah”. Sejak saat inilah anak diwajibkan untuk berpuasa.

Banyak orang tua beralasan dalam mendidik beribadah khususnya puasa harus dilakukan secara dini dan bertahap. Tak jarang puasa sudah dikenalkan pada anak sejak usia 6 atau 7 tahun meskipun baru puasa setengah hari. Menurut perspektif agama Islam bila ibadah termasuk yang tidak wajib boleh dilakukan asalkan mampu dan tidak dipaksakan. Bila ditinjau dalam bidang kesehatan tampaknya puasa juga mungkin bisa dilakukan oleh anak usia pra akil baliq tetapi harus cermat dipertimbangkan kondisi dan keterbatasan kemampuan anak.

Kondisi psikobiologis anak memang berbeda dengan dewasa dalam melakukan ibadah puasa. Meskipun belum banyak dilakukan penelitian dilakukan terhadap pengaruh berpuasa pada anak dikaitkan dengan aspek kesehatan dan tumbuh kembang anak. Sejauh ini belum pernah dilaporkan seorang anak yang mengalami gangguan yang berat akibat puasa.

FAKTOR PSIKOBIOLOGIS

Aspek kesehatan secara psikobiologis anak usia sebelum akil baliq dapat ditinjau dari aspek tumbuh kembang anak dan fungsi biologis. Aspek perkembangan meliputi perkembangan psikologis seperti perkembangan emosional, perkembangan moral dan perilaku lainnya. Fungsi biologis meliputi aspek fisiologis tubuh, metabolisme tubuh, kemampuan fungsi organ dan sistem tubuh.

Dari aspek perkembangan khususnya kecerdasan dalam periode ini anak mulai banyak melihat dan bertanya. Fantasinya berkurang karena melihat kenyataan, ingatan kuat daya kritis mulai tumbuh, ingin berinisiatif dan bertanggung jawab. Perkembangan rohani pemikiran tentang Tuhan sudah mulai timbul. Anak sudah mulai dapat memisahkan konsep pikiran tentang Tuhan dengan orangtuanya. Tetapi pemahaman tentang konsep ini masih terbatas, bahwa Tuhan itu ada. Demikian pula dalam perkembangan moral, pada periode ini pemahaman konsep baik dan buruk masih sederhana. Makna pemahaman ini hanya sebatas sekedar tahu. Artinya kenapa kewajiban agama dan kebaikan perilaku harus dilakukan belum dipahami secara sempurna. Sehingga dalam melakukan ibadah puasa juga lebih dilatarbelakangi karena faktor fisik tidak dipahami secara moral. Kalaupun moral berperanan lebih dari sekedar hubungan manusia dan manusia. Niat ibadah puasa dikerjakan berdasarkan pengaruh hubungan keluarga atau lingkungan. Misalnya, anak berpuasa karena teman sekelas atau sepermainan sudah berpuasa. Atau, bila berpuasa penuh akan mendapat hadiah dari orang tua.

Dalam aspek biologis kondisi fisiologis tubuh khususnya metabolisme tubuh, fungsi hormonal dan fungsi sistem tubuh usia anak berbeda dengan usia dewasa. Bila aktifitas berpuasa merupakan beban yang tidak sesuai dengan kondisi fisiologis anak dapat berakibat mengganggu tumbuh dan berkembangnya anak. Demikian pula dalam hal mekanisme sistem imun atau pertahanan tubuh anak dan dewasa berbeda. Ketahanan anak dalam merespon masuknya penyakit dalam tubuh lebih lemah.

PERUBAHAN KONDISI TUBUH SAAT BERPUASA

Beberapa penelitian menyebutkan sebenarnya tidak terdapat perbedaan yang berarti saat berpuasa dibandingkan saat tidak berpuasa. Puasa saat Ramadan tidak mempengaruhi secara drastis metabolism lemak, karbihidrat dan protein. Meskipun terjadi peningkatan serum uria dan asam urat sering terjadi saat terjadi dehidrasi ringan saat puasa.

Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL and apoprotein A1, dan penurunan LDL ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa the penelitian “chronobiological” menunjukkan saat puasa ramadan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia.

Ritme dan kualitas jam tidur malam, dan kewaspadaan sehari-hari dan kemampuan psikomotor cederung berkurang. Hal inilah yang mengakibatkan peningkatan resiko terjadinya kecelakaan pada anak seperti terjatuh, terpeleset atau kecelakaan saat mengendarai sepeda. Resiko ini semakin meningkat pada anak yang sebelumnya mengalami gangguan kesimbangan, regulasi dan koordinasi.

PERENCANAAN IBADAH PUASA PADA USIA ANAK

Melihat kondisi psikobiologis dan perubahan fisiologi tubuh saat puasa khususnya pada usia anak tertentu sebaiknya dilakukan tahapan waktu disesuaikan dengan usia dan kemamuan mental anak. Tahapan waktu mungkin bisa dilakukan dengan puasa setengah hari pada usia di bawah enam tahun. Di atas usia enam tahun mungkin diperkenalkan puasa penuh saat awal dan akhir puasa yang secara bertahap dilakukan penambahan jumlah puasa yang penuh. Tahapan waktu tersebut harus disesuaikan dengan mental seorang anak. Seorang anak berusia 5 tahun yang mempunyai motivasi yang tinggi dan bermental kuat mungkin dapat berpuasa penuh. Tetapi anak lain yang bahkan dengan usia 2 tahun di atasnya mungkin untuk satu hari berpuasa penuh sudah merupakan siksaan yang luar biasa.

Saat berpuasa pembelanjaran mental adalah pengalaman penting yang dapat berguna dalam pembinaan moral dan mental anak. Faktor mental inilah yang tampaknya sangat berperanan penting dalam keberhasilan pelkaksanaan ibadah puasa seorang anak. Mental setiap anak berbeda dengan anak lainnya dalam melakukan ibadah puasa. Anak dengan tipe mental baja atau yang jarang mengeluh berbeda dengan anak yang bernyali rendah. Meskipun dengan kondisi fisik yang tidak optimal ternyata dapat bertahan baik untuk menutupi kelemahan fisik saat puasa. Kadang hanya dengan memotivasi dan mensuport mental anak dengan pujian maka kendala fisik dalam berpuasa dapat diabaikan. Sebaiknya dalam memotivasi mental anak tersebut bukan dengan paksaan yang dapat berakibat tergangguanya psikologis anak. Tekanan psikologis inilah dapat memperberat beban fisik yang sudah terjadi saat menjalani ibadah puasa pada anak.

Kegiatan puasa berpengaruh terhadap perkembangan emosi, perkembangan moral dan perkembangan psikologis anak. Tidak dapat disangkal lagi bahwa ibadah puasa mempunyai pengaruh positif terhadap pendidikan perkembangan anak. Tetapi harus diwaspadai bahwa aktifitas puasa juga dapat berpengaruh negatif bila tidak mempertimbangkan kondisi psikologi anak. Hal ini terjadi bila ibadah ini dilakukan dengan paksaan dan ancaman. Dalam keadaan normal emosi dan perilaku anak sangat tidak stabil. Saat puasa yang dalam kondisi lapar dan haus akan sangat mempengaruhi kestabilan emosi dan perilaku anak.

Mengingat fungsi psikobiologis anak berbeda dengan dewasa, maka harus dicermati pengaruh puasa terhadap anak. Pengaruh negatif yang harus diwaspadai adalah berkurangnya jam tidur anak. Saat bulan ramadhan jadwal aktifitas anak berbeda dengan sebelumnya. Dalam bulan tersebut aktifitas anak bertambah dengan kegiatan sholat tarawih, makan sahur atau kegiatan pesantren kilat. Bila jam tidur ini berkurang atau berbeda dengan sebelumnya akan mempengaruhi keseimbangan fisiologis tubuh yang sebelumnya sudah terbentuk. Gangguan keseimbangan fisiologis tubuh ini akan berakibat menurunkan fungsi kekebalan tubuh yang berakibat anak mudah sakit. Sebaiknya orang tua harus ikut merencanakan dan mamantau jadwal aktifitas anak termasuk jam tidur anak dengan cermat. Pada usia pra akil baliq kebutuhan tidur anak secara normal berkisar antara 10-12 jam per hari, dengan rician malam hari 10 jam siang hari 1-2 jam. Dalam bulan ramadan orang tua hendaknya dapat memodifikasi jadwal tidur ini dengan baik.

Pengaruh lain yang harus diamati adalah pengaruh asupan gizi pada anak. Jumlah, jadwal dan jenis gizi yang diterima akan berbeda dengan saat sebelum puasa. Dalam hal jumlah mungkin terjadi kekurangan asupan kalori, vitamin dan mineral yang diterima anak. Aktifitas yang bertambah ini juga akan meningkatkan kebutuhan kalori, vitamin dan mineral lainnya. Padahal saat puasa relatif pemenuhan kebutuhan kalori lebih rendah. Bila keseimbangan asupan gizi terganggu dapat menurunkan fungsi kekebalan tubuh sehingga anak mudah terserang penyakit. Dalam keadaan seperti ini tampaknya pemberian suplemen vitamin cukup membantu. Parameter yang paling mudah untuk melihat asupan kalori cukup adalah dengan memantau berat badan anak. Bila berat badan anak tetap atau meningkat mungkin puasa dapat dilanjutkan. Tetapi bila berat badan menurun drastis dalam jangka pendek sebaiknya puasa harus dihentikan.

Demikian pula dengan jenis asupan gizi yang diterima. Variasi dan jumlah makanan yang didapatkan saat bulan puasa akan berbeda dengan sebelumnya. Saat bulan puasa variasi makanan yang tersedia biasanya lebih banyak. Pada penderita alergi pada jenis makanan tertentu harus diwaspadai karena dapat berpengaruh terhadap gangguan kesehatan. Menurut pengalaman praktek sehari-hari kasus alergi makanan pada anak cenderung meningkat saat bulan puasa. Sebaiknya orangtua menghindari jenis makanan ringan kemasan yang mengandung bahan pengawet dan beraroma rasa atau warna yang kuat. Minuman bersoda dan sangat pedas sebaiknya dihindarkan. Mulailah berbuka dengan bahan makanan dan minuman pembuka yang manis. Pemilihan makanan yang berkalori dan karbohidrat tinggi saat sahur lebih utama. Secara umum prinsip pemilihan menu makanan dengan gizi yang cukup dan seimbang harus diutamakan.

YANG HARUS DIWASPADAI PADA ANAK

Kondisi umum yang harus diwaspadai dalam melakukan puasa pada anak adalah anak yang mudah sakit (mengalami infeksi berulang), gangguan pertumbuhan, penyakit alergi atau asma serta gangguan perilaku (Autis, ADHD dll). Kegemukan apada anak juga merupakan kondisi yang harus diwaspadai. Pada penderita kegemukan pada anak seringkali terjadi perbedaan komposisi kesimbangan cairan tubuh dan perbedaan fungsi tubuh lainnya. Bila perlu pada kondisi tertentu sebaiknya dilakukan konsultasi ulang pada dokter anak sebelum melakukan ibadah puasa.

Keadaan yang harus dihindari berpuasa pada anak akil baliq adalah penyakit infeksi akut (batuk, pilek, panas), infeksi kronis (tuberkulosis dll), penyakit bawaan gangguan metabolisme, jantung, ginjal, kelainan darah dan keganasan. Meskipun infeksi akut virus seperti batuk, pilek atau panas yang dialami ringan, bila kondisi tubuh turun seperti berpuasa akan menimbulkan resiko komplikasi yang berat.

Pengeluaran kalori yang tinggi pada anak sering diakibatkan pada aktifitas bermain harus disesuaikan dengan kondisi saat berpuasa. Tidak seperti pada manusia dewasa, pada umumnya anak masih belum bisa menakar kemampuan tubuh dan aktifitas sehari-hari. Dalam melakukan aktifitas pada usia anak hanya didominasi kesenangan dan keasyikan bermain. Sebaiknya orangtua membantu mencari kegiatan dan permainan yang sesuai dengan kondisi tubuh saat berpuasa. Sebaiknya dicari permainan yang lokasinya berada di dalam gedung atau tempat teduh, dan saat sore hari menjelang berbuka. Permainan yang menyita tenaga lebih sebaikknya dihindarkan. Peningkatan aktifitas belanja di pusat perbelanjaan saat menjelang lebaran, meskipun tampaknya ringan ternyata sangat menyita energi. Hal ini terjadi karena pengaruh situasi yang nyaman saat belanja. Sebaiknya anak tidak diikutsertakan dalam kegaiatan ini, kalaupun ikut dicari waktu setelah buka puasa.

Puasa pada anak mungkin dapat dilakukan tetapi harus cermat memperhatikan kondisi normal psikobiologisnya. Sedangkan kondisi psikobiologis setiap anak berbeda dan tidak dapat disamakan. Bila kondisi itu tidak diperhatikan maka puasa merupakan beban bagi mental dan fisik anak. Selanjutnya akan berakibat mengganggu tumbuh kembang anak. Tetapi bila puasa dilakukan dengan mempertimbangkan dengan cermat kondisi anak maka dapat merupakan pendidikan terbaik bagi perkembangan moral dan emosi anak. Buah hatiku, selamat menjalani ibadah puasa.

Sumber: Koran Anak Indonesia

Kapan Waktu Tepat Ajari Anak Puasa

VIVAnews – Ada tugas penting bagi orangtua dengan anak selama Ramadan. Selain menyambut bulan penuh berkah ini dan menjalankan puasa, orangtua juga berkewajiban mengajarkan anak-anak mengenai  berpuasa Ramadan. Namun, banyak orangtua merasa  khawatir dan tak tega melihat buah hati lemas lantaran haus dan lapar.

Berdasarkan penelitian, berpuasa memberi dampak positif bagi perkembangan fisik dan mental anak. Beberapa ahli meyakini puasa meningkatkan hormon pertumbuhan anak dan meningkatkan daya tahan tubuh. Secara psikologis anak yang berpuasa memiliki pola hidup lebih disiplin, sabar, mau berbagi dan mengendalikan diri. Namun, karena si kecil memiliki kemampuan terbatas, jangan memaksakan mereka berpuasa.

Sejak kapankah tepatnya mulai memperkenalkan dan mengajarkan si kecil tentang puasa? Berdasarkan laman Pediatrica Gadjah Mada, orangtua boleh memperkenalkan puasa kepada buah hati saat memasuki usia empat tahun.

Latih anak untuk makan sahur bersama dan berpuasa selama beberapa jam selama beberapa hari. Semakin dewasa usia anak, berikan rentang waktu berpuasa yang lebih lama seperti setengah hari pada minggu berikutnya dan dilanjutkan berpuasa hingga berbuka.

Berikut ini beberapa tips sederhana, dalam mengajarkan anak berpuasa:

1. Pengertian
Tanamkan pengertian dan pemahaman mengenai puasa, mengapa berpuasa penting, keuntungan berpuasa serta pahala yang akan diperoleh.

2. Tetapkan target
Setelah anak memahami arti puasa, buatlah perjanjian berapa hari si kecil akan berpuasa. Sesuaikan dengan kondisi dan usia anak.

3. Buat agar sahur menyenangkan
Ajari anak makan sahur dengan lembut dan sabar. Mereka belum terbiasa terhadap pola sahur yang menyita waktu tidur dan makan dalam kondisi mengantuk. Agar anak lebih mudah makan sahur, buatlah menu-menu makan sahur favorit serta menu semenarik mungkin.

4. Sibukkan anak saat berpuasa
Ciptakan kegiatan yang menarik selama bulan Ramadan, karena biasanya sekolah berlangsung lebih cepat saat Ramadan. Aktivitas bermain yang tak menguras tenaga akan membuatnya lupa bahwa ia sedang berpuasa.

5. Buat Tabel Puasa
Ajak anak membuat tabel mengenai perkembangan puasa dan target mereka selama Ramadan. Beri tanda cek bila anak berhasil mencapai target.

6. Berikan hadiah
Jangan lupa memberi anak hadiah setelah berhasil melewati satu hari puasa sesuai target. Pelukan dan ciuman hangat cukup memberi motivasi bagi anak untuk kembali berpuasa esok hari.

Sumber: Yahoo News

Melatih Anak Puasa Sejak Dini?

By Dr. Irwan

Tanpa dirasa, Ramadhan telah tiba. Bulan yang penuh rahmah dan berkah. Bulan yang penuh dengan pengampunan dan pembebasan dri api neraka. Buat kita orang tua, yang telah berpuluh kali menjalani puasa tentu sudah tahu apa tujuan, makna dan faedah puasa, tapi bagaimana dengan anak-anak kita?
Apa yang terjadi akhir-akhir ini di negara kita tentunya mendorong kita untuk semakin memperhatikan pendidikan anak-anak kita agar mereka bisa menjadi anak-anak yang sholeh dan solihah. Anak-anak yang ketika dewasa nanti bisa menjadi muslim yang baik, anak yang taqwa dan selalu mendahulukan Allah, ketika kita harus pergi menghadap Allah, dia bisa menyembahyangkan dan selalu mendoakan kita pula, ketika kita menjadi penghuni alam barzah.

Untuk itu marilah kita manfaatkan semaksimal mungkin kesempatan emas dengan datangnya Ramadhan yang mulia ini untuk memberikan latihan-latihan ruhiyah bagi anak-anak kita, dengan mempersiapkan dan melatih mereka menjalankan ibadah puasa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Kapan anak sudah bisa kita latih berpuasa? Untuk menjawab pertanyaan ini marilah kita simak sebuah hadits ketika seseorang bertanya kepada Rosulullah tentang : Kapan seorang anak dilatih untuk shalat? Rosulullah menjawab: “Jika ia sudah dapat membedakan tangan kanan dan tangan kirinya.” Kalau kita memperhatikan hadits di atas, menurut bapak ibu usia berapa anak kita bisa membedakan tangan kanan dan tangan kirinya? Tentu sekitar 2 sampai 3 tahun bukan? Pada hadits yang lain Rosulullah saw bersabda: “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat pada usia 7 tahun dan pukulah ia pada usia 10 tahun (jika meninggalkannya )” (HR Abu Daud dan Tirmidzi dari Sabrah bin Maâ??bad Al-Juhani ra).

Abdullah Nashih Ulwan dalam bukunya Tarbiyatul Aulad fil Islam mengatakan bahwa perintah mengajar shalat ini dpat disamakan untuk ibadah lainnya seperti shoum dan haji bila telah mampu. Mengikuti kedua hadits dan pendapat di atas,dapat dikatakan bahwa seperti halnya shalat maka puasapun sudah dapat diperkenalkan pada anak sejak mereka berusia dua atau tiga tahun, yaitu ketika mereka sudah tahu membedakan tangan kanan dan tangan kirinya. Kalau memang sudah demikian kata Rosulullah tentu tidak ada alasan buat kita membantahnya.

Bagaimana dasar ilmiah dan psikologisnya melatih anak anak sejak dini?

  1. Hasil temuan tentang otak yang dipublikasikan bulan Oktober tahun 1997 di Amerika menunjukkan bahwa pada saat lahir Alllah iu membekali manusia dengan 1 milyar sel-sel otak yang belum terhubungkan satu dengan yang lainnya. Sel-sel ini akan saling berhubungan bila anak mendapat perlakuan yang penuh kasih sayang, perhatian, belaian bahkan bau keringat orang tuanya. Hubungnan sel-sel tersebut mencapai trilliun begitu anak berusia 3 tahun. Dari usia 3 sampai 11 tahun terjadi apa yang disebut proses restrukturisasi atau pembentukan kembali sambungan-sambungan tersebut. Hal-hal yang tidak ulang-ulang akan menjadi lapuk dan gugur. Bila temuan ini kita hubungkan dengan hadits di atas, maha benar Rosulullah bahwa kita perlu memperkenalkan berbagai hal kepada anak kita termasuk di dalamnya masalah beribadah sedini mungkin dan mengulang-ulangnya selama 7 tahun, sehingga pada usia 10 tahun anak kita bukan saja sudah mampu melakukannya dengan baik tapi juga insya Allah telah memahami makna pentingnya ibadah tersebut sehingga ia rela menerima sanksi bila ia tidak menunaikan ibadah tersebut dengan baik.
  2. Kita mengetahui bahwa anak lahir dalam keadaan fitrah, sehingga mudah dibentuk sesuaidengan apa yang diinginkan orang tuanya.
  3. Pada usia muda, anak menerima nilai dan kebiasan yang kita tanamkan dengan mempercayainya tanpa argumen. Usia 0-3 tahun ego anak belum begitu berkembang sehingga dia tidak seperti anak yang lebih besar yang egonya sudah mengalami perkembangan lebih baik, sehingga gampang protes.
  4. Masa anak-anak adalah masa yang sangat menentukan bagi pembentukan kepribadiannya kelak. Hal-hal yang baik maupun buruk yang terjadi dimasa balita mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupannya kelak.
  5. Memanfaatkan daya ingat anak yang kuat semasa kecil seperti pepatah Arab : Belajar diwaktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar sesudah dewasa bagai mengukir di atas air.
  6. Sebelum usia 5 tahun tokoh identifikasi anak adalah orang tua. Bila dia bertambah besar dan lingkungan pergaulannya sudah melebar dari hanya rumah maka anak juga mulai mengidentifikasi orang-orang lain di sekitarnya.
  7. Mendidik anak tidak sama dengan mengajar. Mendidik anak adalah membantu anak mencapai kedewasaan baik dari segi akal, ruhiyah dan fisik. Jadi apa yang kita lakukan adalah membantu anak untuk kenal dan tahu sesuatu, kemudian dia mau dan bisa kemudian menjadi biasa dan terampil mengamalkannya. Hal ini bukan saja membutuhkan waktu yang lama tetapi juga kemauan yang kuat, kasabaran, keuletan dan semakin awal memulainya semakin baik.

Bagaimana kiatnya? Kiat utamanya adalah seperti apa yang tergambar dari riwayat bawah ini:

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkandari Ar-Rubaiyyi binti Muawwidz, berkata : Rosulullah saw mengutus seseorang pada pagi hari Asyura ke perkampungan orang-orang Anshor, katanya: “Siapa yang pagi ini berpuasa maka hendaklah ia berpuasa dan menyempurnakan puasanya. Maka kamipun menyempurnakan puasa pada hari itu dan kami mengajak anak-anak kami berpuasa. Mereka kami ajak ke masjid, lalu kami beri mereka mainan dari benang sutera. Jika mereka menangis minta makan kami berikan mainan itu, sampai datang waktu berbuka.” Hadits di atas mengajarkan kepada kita metode yang tepat dalam melatih anak beribadah yaitu melalui permainan.

Bukankah bermain itu dunia anak-anak? Dan sudah pasti mereka menyukainya. Bagi kita orang tua, walaupun kelihatannya sepele hal ini tidaklah mudah. Bagaimana menyampaikan apa yang kita tahu tentang puasa itu dengan cara yang menyenangkan kalau bisa melalui bermain. Ini melalui persiapan dan ketekunan.

Sumber: Dokter Anak Ku

Cara Alami Mengusir Ketombe

KOMPAS.com — Mengusir ketombe juga bisa menggunakan cara alami. Jeruk nipis adalah salah satu buah yang dipercaya bisa mengontrol keberadaan ketombe. Arthur S Simon, dokter spesialis kulit dan kelamin dari Rumah Sakit Pertamina, Balikpapan, Kalimantan Selatan, mengatakan, jeruk nipis dapat melunturkan minyak (sebum) di kulit kepala. Dengan begitu, habitat atau tempat bersarang jamur yang merugikan pun dapat dikurangi.

Selain bisa mengendalikan sebum di kepala, jeruk nipis juga bisa memberikan efek segar dan nyaman, terutama bagi kepala berketombe yang kerap dihinggapi rasa gatal. Buah yang kaya dengan kandungan vitamin C ini juga bisa membuat rambut tampak sehat dan cantik berkilau.

Cara penggunaannya tidak sulit. Sebelum keramas, usapkan irisan jeruk nipis atau perasan jeruk nipis pada kulit kepala, terutama di daerah berketombe. Diamkan sekitar 15 menit sebelum membasuh dan berkeramas.

Dokter spesialis kulit dan kelamin dari RS Cipto Mangunkusumo, Eddy Karta, juga merekomendasikan penggunaan tea tree oil sebagai salah satu bahan alami pengusir ketombe. Menurut Kim, sudah banyak tea tree yang dijual dalam bentuk kemasan jadi sehingga penerapannya lebih mudah.

Tumbuhan dari Australia ini memiliki kemampuan sebagai antiseptik dan antijamur. Selain mengatasi ketombe, tea tree juga sering digunakan untuk mengatasi gangguan kulit lainnya, seperti kutu air, jerawat, eksem, psoriasis, infeksi jamur, bisul, dan infeksi kutu.

Sumber: Kompas

Mengenali Suara Bising yang Berbahaya

KOMPAS.com — Di sekitar kita, selalu saja ada suara yang terdengar. Bila suara itu dirasa sudah mengganggu kenyamanan atau mengganggu kegiatan sehari-hari, maka biasanya suara itu disebut suara bising. Terpapar keras dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan gangguan pendengaran yang menetap dan tidak dapat dipulihkan.

Kerasnya bunyi (intensitas suara) diukur dengan satuan desibel (db), sedangkan pitch (frekuensi) suara diukur dengan hertz (Hz). Rusaknya pendengaran biasanya ditentukan oleh faktor-faktor seperti kekerasan, pitch, dan lamanya paparan.

Mereka yang bekerja di lingkungan bising diwajibkan memakai pelindung pendengaran, seperti earmuffs, penutup telinga, atau earplugs (penyumbat telinga). Ini terutama jika pekerja terpapar bising dengan kekuatan rata-rata lebih dari 90 db selama 8 jam sehari. Suara bising tidak hanya terdapat di tempat kerja. Bising yang berbahaya juga dapat terjadi di rumah atau di tempat rekreasi.

Berikut sumber bunyi yang sering kita dengar dan besarnya desibel:

Bisikan = 30 db
Bercakap-cakap biasa = 60 db
Dering telepon = 80 db
Mesin pemotong rumput = 90 db
Pengering rambut = 90 db
Buldoser = 105 db
Gergaji listrik = 110 db
Sirine ambulans = 120 db
Mesin pesawat jet saat take off = 140 db
Tembakan senapan = 165 db

Sumber: Kompas

Makin Ngebul, Makin Sempit Arteri

KOMPAS.com – Kebiasaan merokok, apalagi bila dilakukan terus menerus, menyebabkan pengerasan arteri berlangsung lebih cepat. Dengan kata lain, setiap batang rokok yang diisap akan menambah kaku dinding arteri. Hal ini bisa berujung pada serangan jantung dan stroke.

“Pada usia tertentu arteri memang cenderung akan mengeras. Namun pada perokok, pengerasan ini menjadi lebih cepat,” kata Dr.William B.Borden, ahli pencegahan penyakit kardiovaskular dari Weill Cornell Medical Center, Amerika.

Dalam penelitiannya, Borden dan timnya meneliti lebih dari 2000 orang dewasa di Jepang selama lima tahun. Diketahui pengerasan arteri per tahun terjadi lebih cepat pada perokok dibanding bukan perokok. Perokok berat dan kategori sedang mengalami percepatan dua kali lipat dibanding bukan perokok.

“Makin banyak rokok dihisap, makin cepat arteri mengeras tiap harinya,” kata Borden. Selain pengerasan arteri, merokok juga membuat pembuluh arteri mempunyai lebih banyak timbunan plak. Ini disebabkan karena asap rokok punya kecenderungan meningkatkan penggumpalan sel-sel trombosit.

Dr.David Vorchheimer, ahli kardiologi dari Mount Sinai Medical Center menjelaskan, pengerasan arteri merupakan perubahan yang paling awal dan paling halus dalam tubuh para perokok. “Selama bertahun-tahun para perokok tidak akan merasakan dampaknya dan merasa tetap sehat. Itu sebabnya risiko penyakitnya masih bisa dicegah dengan berhenti merokok,” paparnya.

Para ahli mengatakan hasil studi ini seharusnya bisa dijadikan argumen para dokter untuk menyuruh pasiennya berhenti merokok. “Harus dipahami bahwa proses pengerasan arteri bersifat kumulatif. Meski sudah terjadi pengerasan, masih ada kesempatan untuk memperbaikinya, yakni dengan berhenti merokok,” kata Vorchheimer.

Sumber: Kompas

James Bond Turki Kisahkan Konflik Palestina – Israel

Israel mungkin akan merasa tidak senang, namun sebuah tayangan populer televisi dan film Turki yang dulu menceritakan mengenai seorang dokter Yahudi yang mencuri organ tubuh para tahanan Muslim di Irak, kini mengemukakan rencana untuk merilis sebuah film yang mengambil setting di Palestina.

“Valley of the Wolves: Palestine” diproyeksikan akan menelan dana lebih dari 10 juta euro. Dengan biaya produksi sebesar itu, film tersebut masuk dalam jajaran film termahal Turki.

Dijadwalkan rilis pada bulan November, film tersebut mencoba menyusul kesuksesan “Valley of the Wolves: Iraq” yang rilis pada tahun 2006.

“Valley of the Wolves: Iraq” yang menceritakan para prajurit AS yang membabi buta di Irak, mencatatkan penjualan tiket sebanyak 4,2 juta lembar di tengah tudingan anti-Amerika dan anti-Semit.

“Setelah Irak, kami memutuskan bahwa dalam film Polat berikutnya, kami akan kembali mengangkat kisah internasional,” kata Bahadir Ozdener, sang penulis naskah, yang duduk di sebuah ruangan penuh kamera antik di Nisantasi, sebuah kawasan elit di Istanbul.

Yang menjadi tokoh utama adalam Polat Alemdar, seorang agen yang selalu menenteng pistol, berpakaian rapi dan tidak terlalu banyak menunjukkan ekspresi wajah.

Diperankan oleh aktor Necati Sasmaz, yang belum pernah memiliki pengalaman akting sebelumnya, dan disulih suara oleh aktor lainnya, Polat terkadang disebut-sebut sebagai James Bond-nya Turki. Sosok Polat diidolakan oleh jutaan anak muda Turki, yang sampai meniru gerak-gerik dan pola bicaranya.

Dalam film baru tersebut, Ozdener mengatakan bahwa dirinya ingin membuka mata dunia dan menceritakan sejarah, mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Palestina.

Dia menyebut konflik Palestina sebagai sebuah contoh sempurna dari target-target kaum penjajah. Turki telah sejak lama menjadi anggota NATO, sekutu tradisional Amerika Serikat, dan menjalin hubungan dengan Israel sejak pertengahan tahun 1990-an. Turki menganut paham sekuler, namun mayoritas penduduk negara tersebut adalah Muslim.

“Cerita yang diangkat dalam tayangan ini adalah kisah alternatif dari peristiwa yang sebenarnya terjadi,” tambah Orhan Tekelioglu, seorang cendekiawan yang menulis mengenai film tersebut dalam kolomnya di surat kabar Radikal.

“Sederhananya, (film) itu mengisahkan mengenai Turki yang mendapatkan serangan kekuatan asing, pertama dari AS, kemudian dari Israel.”

Valley of the Wolves: Palestine dibuat beberapa saat setelah seri Valley of the Wolves memicu kecaman di Israel.

Pada bulan Januari lalu, sehubungan dengan penayangan sebuah episode serial televisi populer tersebut, yang mengisahkan agen-agen Israel menculik seorang anak Turki, Deputi Menteri Luar Negeri Israel, Danny Ayalon, memanggil duta besar Turki.

Pertemuan Ayalon dan duta besar Turki berbuntut panjang karena Ayalon menolak menjabat tangan Ahmet Oguz Cellikol, sang duta besar Turki, dan mendudukkan Cellikol di kursi yang lebih rendah di hadapan kamera televisi.

Turki marah besar dengan tindakan tersebut, dan kini, hubungan Israel dan Turki bertambah tegang dengan film tersebut, yang akan menceritakan sepak terjang Polat Alemdar di Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem.

“Kami tidak bisa menanggapi sesuatu yang belum kami saksikan,” kata Tal Gat, deputi konsulat jenderal Israel di Istanbul.

Liga Anti Penistaan (Anti-Defamation League – ADL), sebuah kelompok Yahudi yang berbasis di AS dan menentang anti-Semitisme, mengatakan bahwa film tersebut berseberangan dengan tradisi Ottoman (Turki) yang menjunjung toleransi beragama.

“Dalam sejarahnya, Turki tidak “tercemar” dengan anti-Semitisme,” kata Abraham Foxman, direktur nasional ADL. “Tapi ironisnya, saat ini Turki menyebarkan anti-Semitisme melalui media massa.”

Tayangan Valley of the Wolves, yang dibuat oleh perusahaan produksi Pana Film, meraup sukses luar biasa di Turki.

Valley of the Wolves berisi cerita mitologi yang disukai kalangan nasionalis. Mengisahkan mengenai pahlawan tunggal yang memandu orang-orang Turki keluar dari lembah Asia Tengah, melewati jebakan musuh.

Serial televisi yang dikenal dengan nama “Kurtlar Vadisi” di Turki tersebut pertama kali ditayangkan pada tahun 2003. Dalam tayangan awal tersebut, Polat Alemdar ditugasi untuk menembus tembok kejahatan terorganisir di Turki.

Dengan dibumbui adegan baku tembak dan kekerasan, tayangan tersebut dengan cepat mampu mencuri perhatian para pemirsa. Menurut klaim Pena, saat ini tayangan tersebut ditonton oleh 20 hingga 40 juta warga Turki.

Kemudian, muncullah Valley of the Wolves: Iraq, film yang ditayangkan pada tahun 2006. Dalam film tersebut, Polat Alemdar berjibaku dalam kejadian pada bulan Juli 2003, ketika pasukan AS menangkap dan menyekap pasukan khusus Turki di sebelah utara Irak.

Dengan gaya pengambilan gambar layaknya film Hollywood, film tersebut menceritakan mengenai penyiksaan yang terjadi di penjara Abu Ghraib.

Setelah Irak, Pana Film membuat seri yang mengisahkan konflik melawan gerakan separatis Kurdi. Namun pemerintah mendesak agar tayangan “Valley of the Wolves: Terror” dihentikan setelah tayang satu episode, karena tema yang diangkat dianggap terlalu sensitif.

Kritikus film Turki, Alin Tasciyan, yakin bahwa Valley of the Wolves, yang mengusung gaya Hollywood, dapat menyampaikan pesan yang amat berbeda. Dia menybut film tahun 2006 tentang Irak tersebut sebagai film yang “anti-Amerika, namun dengan gaya yang sangat Amerika.” (dn/hz)

Sumber: Swaramdia

N210, Netbook Pendobrak Samsung

Jakarta – Sebagai pemain baru di pasar netbook Indonesia, Samsung tentu memiliki tugas berat demi mendobrak dominasi para pesaingnya yang sudah lebih dulu terjun di lahan bisnis ini. Untuk misi tersebut, vendor asal Korea Selatan ini pun menggantungkan harapannya kepada N210 dan N150 sebagai pendobrak.

Dalam review singkat yang dilakukan detikINET, Selasa (23/2/2010), N210 terlihat lebih elegan dari N150. Hal itu langsung terpampang dari cover yang membungkus N210 yang terbuat dari bahan acrylic sehingga membuatnya tampak mulus, stylish dan berkelas.

Hal ini berbeda ketika detikINET menyentuh N150. Bagian cover yang menyelimutinya terbuat dari bahan plastik yang tentunya tak seelegan ‘sang kakak’.

Berpindah ke panel keyboard perbedaan keduanya kembali muncul. N210 dikatakan memiliki keyboard island. Jadi diklaim dapat menghindari slip ketika jari jemari ‘menari’ di papan ketik. Sementara N150 memakai keyboard biasa, yang dirasa detikINET agak tenggelam ketika tombol-tombol itu ditekan.

Dari sisi komponen dapur pacu di kedua produk ini relatif sama. Dilengkapi OS Windows 7 Starter, memori 1 GB, prosesor Intel Atom N450 dan hardisk 250 GB. Hanya saja, perbedaan lainnya terletak di dimensi N210 yang agak lebar dan memiliki berat 1,34 kg, sedangkan N150 1,24 kg.

Samsung sendiri menempatkan N210 di lini produk mainstream dengan mematok harga US$ 519. Sementara N150 lebih ditujukan bagi konsumen yang mencari produk terjangkau. Meskipun dari sisi harga yang dipatok, yakni US$ 469, N150 masih terbilang tinggi.

Sumber: DetikInet

Berbagai cara menghentikan ‘cegukan’

Bisa dipastikan semua orang pernah mengalami ‘cegukan’. Bila berlangsung sebentar saja, maka cegukan bukanlah masalah. Tetapi ternyata gejala ini dapat berlangsung lama, sehingga bisa menyebabkan insomnia, kelelahan, bahkan depresi bagi yang mengalaminya.

Asal usul nama
Cegukan, atau dalam bahasa medis disebut ‘hiccup’ sesungguhnya adalah suatu fenomena yang melibatkan sistim persarafan dan pernapasan yang tujuannya sampai saat kini pun belum diketahui. Istilah ‘hiccup’ muncul dan digunakan orang untuk menirukan suara yang dikeluarkan saat cegukan (hik..hik..). Sedangkan nama lainnya, yaitu ‘singultus’ berasal dari bahasa latin singult yang berarti menarik nafas saat seseorang sedang terisak-isak.

Sebenarnya apa yang terjadi ? Ketika seseorang cegukan, terjadi kontraksi otot-otot pernapasan, yaitu diafragma dan otot-otot di antara tulang rusuk, yang menyebabkan gerakan menarik nafas namun tiba-tiba diikuti dengan menutupnya glotis (katup saluran napas) secara tidak normal sehingga terdengarlah suara hik..hik… Biasanya cegukan muncul 4-60 kali/menit dengan interval yang cukup teratur dan berlangsung beberapa menit saja. Namun ada kalanya bertahan lebih dari 48 jam, dan bisa pula hingga berhari-hari.

Cegukan dapat dialami oleh siapa saja. Janin dalam kandungan, anak-anak dan juga orang dewasa semua dapat mengalaminya. Meski demikian, konon anak-anak lebih sering mengalami cegukan dibandingkan orang dewasa.

Berbagai penyebab
Menurut analisa medis, terjadinya cegukan melibatkan refleks pada saraf frenikus dan saraf vagus yang ada di daerah diafragma (otot pernapasan utama yang terletak antara dada dan perut).

Penyebab cegukan yang bersifat sementara biasanya adalah peregangan saluran cerna, minuman berkarbonasi, banyak menelan udara, alkohol, merokok, stress, juga tertawa yang berlebihan. Iritasi pada saraf vagus dan frenikus merupakan penyebab tersering. Benda asing yang ada di daerah telinga pun ternyata juga dapat menjadi pencetus, karena ada salah satu cabang saraf vagus di daerah tersebut. Kelainan pada tenggorokan seperti peradangan dan tumor di daerah leher juga dapat menstimulasi serabut saraf yang ada di daerah tersebut, yang juga merupakan cabang saraf vagus.

Berbagai kelainan diafragma juga bisa mendasari timbulnya cegukan, seperti misalnya hernia hiatus, reflux gastroesofagus, abses subfenikus, serta manipulasi diafragma selama pembedahan. Penyebab lainnya lagi yang juga mungkin adalah penyakit sistim saraf pusat yang mengganggu refleks cegukan, bisa berupa infeksi, tumor maupun kelainan pembuluh darah. Kondisi uremia (meningkatnya kadar ureum dalam darah) yang dialami pasien gagal ginjal juga dapat jadi penyebab. Selain itu faktor psikogenik pun perlu dipertimbangkan.

Menghentikan cegukan
Banyak cara dilakukan orang untuk berusaha menghilangkan cegukan. Secara teoritis, prinsipnya adalah dengan mengupayakan adanya menginterupsi lengkung refleks cegukan. Berikut ini beberapa cara yang kerap dilakukan :

  • Kadar karbon dioksida yang tinggi dalam darah dapat melumpuhkan cegukan. Caranya, adalah dengan bernapas dalam sebuah kantong kertas. Tiup dan hirup sebanyak 10 kali dengan cukup kuat sampai wajah memerah. Lakukan dengan cepat, dan usahakan kantong kertas tertutup rapat sehingga tidak ada udara yang masuk ke dalamnya…jadi udara yang dihirup adalah udara yang banyak karbondioksidanya.
  • Tehnik lain meningkatkan kadar karbondioksida adalah dengan menahan napas selama mungkin, lalu menelan ketika cegukan dirasakan akan datang. Lakukan sebanyak 2-3 kali kemudian tarik napas dalam dan mulai lagi.
  • Ada pula yang menyarankan menahan napas selama mungkin kemudian keluarkan dan tahan selama mungkin. Atau dengan menahan napas dengan kepala tengadah.
  • Menelan satu sendok teh gula pasir kering dapat menghentikan cegukan dalam beberapa menit. Diduga, gula dalam mulut akan mengirimkan sinyal melalui serabut saraf yang akan mengganggu lengkung refleks cegukan.
  • Minum air dalam posisi membungkuk, melakukan pijatan ringan dengan jari telunjuk pada kedua sisi leher, tarik napas dalam lalu minum 10 tegukan air saat tidak bernapas, membungkuk sampai jari tangan dapat menyentuh ibu jari kaki selama 60 menit serta masih banyak lagi tehnik yang dapat dilakukan untuk menghilangkan cegukan.

Bila cegukan tak hilang juga dalam beberapa jam atau bahkan hari, maka pertolongan medis seperti penggunaan obat-obatan sudah diperlukan. Beberapa obat yang dapat digunakan untuk menghilangkan cegukan diantaranya adalah chlorpromazin, metoclopramid, baclofen, antikonvulsan (fenitoin, asam valproat, carbamazepin) juga obat lain seperti quinidine, amitriptilin dan marijuana. Tentunya penggunaan obat-obatan ini harus dengan petunjuk dokter, sebab obat-obatan tersebut juga memiliki efek samping yang perlu diwaspadai.

Bila dengan obat-obatan cegukan tetap bertahan juga, dapat pula dicoba terapi hipnotis dan akupuntur. Lebih jauh lagi…anestesi dengan ventilasi tekanan positif dan pelumpuh otot dilaporkan dapat menghentikan cegukan. Nah, akhirnya… sebagai senjata terakhir yang dapat dilakukan…… tindakan pembedahan menghancurkan atau memblok nervus frenikus juga telah dilakukan pada beberapa kasus cegukan yang tidak teratasi dengan berbagai cara.

Sumber: MedicaStore

Menyiapkan Sarapan Praktis & Sehat untuk Anak

Menyiapkan sarapan untuk si buah hati memang diperlukan kecermatan para Bunda. Baik dalam memilih menu, bahan dan teknik pengolahan. Mengingat selain aspek gizi, pertimbangan rasa dan penampilan yang menarik perlu diperhatikan agar hidangan sarapan disukai anak serta memenuhi semua unsur gizi seimbang.

Setelah tidur selama 8 hingga 9 jam di malam hari, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan. Sarapan pagi sangat penting dilakukan anak pada waktu pagi hari. Sarapan berfungsi untuk memenuhi unsur gizi tubuh selama menjalani beraktivitas dari pagi hingga waktu makan siang tiba. Selain belajar disekolah, berolahraga serta bermain, seorang anak juga dalam masa pertumbuhan sehingga kecukupan gizi harus terpenuhi. Dengan sarapan anak lebih berkosentrasi  dalam belajar dan badan tidak lemas karena tubuh tercukupi kebutuhan kalorinya. Idealnya menu sarapan anak memiliki komposisi nutrisi seimbang.

Bagi para Bunda, menyiapkan menu sarapan terkadang memiliki banyak kendala. Selain keterbatasan waktu menyiapkan menu sarapan yang singkat, penampilan makanan harus menarik agar menggugah selera makan. Rasa hidangan juga harus disukai anak-anak. Menu sarapan harus mengacu ke pola menu seimbang sehingga semua kebutuhan gizi anak bisa tercukupi. Berikut tip yang bisa dijadikan pedoman para bunda dalam menyusun menu sarapan untuk si buah hati.

  1. Menu sebaiknya dipilih yang praktis dan mudah dibuat karena menyiapkan sarapan waktunya sangat singkat. Anak akan segera pergi ke sekolah dan para Bunda juga biasanya akan segera berangkat kerja.
  2. Selalu berpedoman dengan pola menu seimbang di dalam menyusun menu sarapan anak. Pemilihan bahannya harus mengandung zat gizi lengkap seperti karbohidrat, protein, lemak, energi, vitamin, mineral, air dan serat.
  3. Pilih satu menu hidangan namun  yang mengandung unsur gizi lengkap. Seperti sandwich isi sayuran dan tuna, nasi goreng campur telur dan sayuran, mi rebus dengan telur dan sayuran,  burger dengan isi daging dan sayuran, makaroni panggang isi daging, bubur ayam, atau bubur cereal dengan campuran susu dan buah. Dengan satu hidangan bergizi lengkap, para bunda tidak perlu repot menyiapkan beberapa jenis makanan.
  4. Variasikan menu sarapan pagi dengan beragam bahan, seperti nasi, roti dan  kentang sebagai sumber karbohidrat. Telur, ikan, daging, ayam dan susu sebagai sumber protein hewani. Tahu, tempe dan kacang-kacangan sumber protein nabati. Sayuran dan buah sebagai sumber vitamin, mineral dan serat.
  5. Buat jadwal menu sarapan dengan hidangan yang berbeda selama 10 hari sehingga anak tidak bosan menyantap hidangan yang itu-itu saja.  Dengan jadwal menu, para bunda juga menjadi lebih mudah dalam menentukan daftar belanja.
  6. Sajikan makanan dengan piranti saji serta penampilan makanan yang menarik. Tujuannya agar selera makan anak bertambah, mengingat di pagi hari biasanya anak-anak kurang berselera makan.
  7. Jika memungkinkan, ajak anak berdiskusi tentang menu sarapan yang diinginkan serta diajak terlibat langsung dalam proses pembuatan makanan. Dengan cara ini anak akan lebih nafsu makan, sebagai bentuk rasa tanggung jawab dengan menu pilihannya.
  8. Agar lebih praktis, bahan yang perlu persiapan khusus seperti memotong, mengupas dan menghaluskan sayuran atau bumbu-bumbu bisa disiapkan sehari sebelumnya dan disimpan di dalam kulkas. Dengan cara ini, bunda tidak perlu menyiapkan bahan terlalu lama saat membuat menu sarapan.
  9. Ciptakan suasana menyenangkan di saat sarapan, agar anak lebih lahap menyantap hidangan.
  10. Bekali anak dengan makanan dan minuman yang sehat ketika ke sekolah. Contohnya puding, potongan buah-buahan, lemper isi ayam atau sandwich dengan aneka isi. Makanana bekal berfungsi sebagai makanan selingan antara waktu makan pagi dan makan siang.
  11. Hindari  memberikan makanan sarapan dengan bumbu tajam seperti cabe, asam, atau lada yang terlalu banyak. Makanan berbumbu tajam bisa menggagu sistem pencernaan anak.

Sumber: Sahabat Nestle

Menyiapkan Sarapan Praktis & Sehat untuk Anak
Menyiapkan sarapan untuk si buah hati memang diperlukan kecermatan para Bunda. Baik dalam memilih menu, bahan dan teknik pengolahan. Mengingat selain aspek gizi, pertimbangan rasa dan penampilan yang menarik perlu diperhatikan agar hidangan sarapan disukai anak serta memenuhi semua unsur gizi seimbang.
Setelah tidur selama 8 hingga 9 jam di malam hari, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan. Sarapan pagi sangat penting dilakukan anak pada waktu pagi hari. Sarapan berfungsi untuk memenuhi unsur gizi tubuh selama menjalani beraktivitas dari pagi hingga waktu makan siang tiba. Selain belajar disekolah, berolahraga serta bermain, seorang anak juga dalam masa pertumbuhan sehingga kecukupan gizi harus terpenuhi. Dengan sarapan anak lebih berkosentrasi  dalam belajar dan badan tidak lemas karena tubuh tercukupi kebutuhan kalorinya. Idealnya menu sarapan anak memiliki komposisi nutrisi seimbang.
Bagi para Bunda, menyiapkan menu sarapan terkadang memiliki banyak kendala. Selain keterbatasan waktu menyiapkan menu sarapan yang singkat, penampilan makanan harus menarik agar menggugah selera makan. Rasa hidangan juga harus disukai anak-anak. Menu sarapan harus mengacu ke pola menu seimbang sehingga semua kebutuhan gizi anak bisa tercukupi. Berikut tip yang bisa dijadikan pedoman para bunda dalam menyusun menu sarapan untuk si buah hati.
  1. Menu sebaiknya dipilih yang praktis dan mudah dibuat karena menyiapkan sarapan waktunya sangat singkat. Anak akan segera pergi ke sekolah dan para Bunda juga biasanya akan segera berangkat kerja.
  2. Selalu berpedoman dengan pola menu seimbang di dalam menyusun menu sarapan anak. Pemilihan bahannya harus mengandung zat gizi lengkap seperti karbohidrat, protein, lemak, energi, vitamin, mineral, air dan serat.
  3. Pilih satu menu hidangan namun  yang mengandung unsur gizi lengkap. Seperti sandwich isi sayuran dan tuna, nasi goreng campur telur dan sayuran, mi rebus dengan telur dan sayuran,  burger dengan isi daging dan sayuran, makaroni panggang isi daging, bubur ayam, atau bubur cereal dengan campuran susu dan buah. Dengan satu hidangan bergizi lengkap, para bunda tidak perlu repot menyiapkan beberapa jenis makanan.
  4. Variasikan menu sarapan pagi dengan beragam bahan, seperti nasi, roti dan  kentang sebagai sumber karbohidrat. Telur, ikan, daging, ayam dan susu sebagai sumber protein hewani. Tahu, tempe dan kacang-kacangan sumber protein nabati. Sayuran dan buah sebagai sumber vitamin, mineral dan serat.
  5. Buat jadwal menu sarapan dengan hidangan yang berbeda selama 10 hari sehingga anak tidak bosan menyantap hidangan yang itu-itu saja.  Dengan jadwal menu, para bunda juga menjadi lebih mudah dalam menentukan daftar belanja.
  6. Sajikan makanan dengan piranti saji serta penampilan makanan yang menarik. Tujuannya agar selera makan anak bertambah, mengingat di pagi hari biasanya anak-anak kurang berselera makan.
  7. Jika memungkinkan, ajak anak berdiskusi tentang menu sarapan yang diinginkan serta diajak terlibat langsung dalam proses pembuatan makanan. Dengan cara ini anak akan lebih nafsu makan, sebagai bentuk rasa tanggung jawab dengan menu pilihannya.
  8. Agar lebih praktis, bahan yang perlu persiapan khusus seperti memotong, mengupas dan menghaluskan sayuran atau bumbu-bumbu bisa disiapkan sehari sebelumnya dan disimpan di dalam kulkas. Dengan cara ini, bunda tidak perlu menyiapkan bahan terlalu lama saat membuat menu sarapan.
  9. Ciptakan suasana menyenangkan di saat sarapan, agar anak lebih lahap menyantap hidangan.
  10. Bekali anak dengan makanan dan minuman yang sehat ketika ke sekolah. Contohnya puding, potongan buah-buahan, lemper isi ayam atau sandwich dengan aneka isi. Makanana bekal berfungsi sebagai makanan selingan antara waktu makan pagi dan makan siang.
  11. Hindari  memberikan makanan sarapan dengan bumbu tajam seperti cabe, asam, atau lada yang terlalu banyak. Makanan berbumbu tajam bisa menggagu sistem pencernaan anak.