Statistik Kunjungan
Total kunjungan sebanyak:
kunjungan sejak 2008.
Untuk melihat rincian kunjungan, silahkan klik di sini.

Artikel

1 2 3 23

Dipepet, Lalu Dibawa ke Tempat Sepi

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG — WAJAH Fajar Lesmana (30) terlihat semringah. Senin (10/11) siang, Fajar menerima kembali motor Kawasaki ZX-nya yang sempat hilang, dicuri “Brigadir” Ridwan, beberapa waktu lalu.

Fajar mengaku, masih ingat kejadian yang menimpanya. “Waktu itu saya baru keluar kompleks rumah di Cijambe. Di belakang, ada motor yang ngegas terus rem. Gitu terus, kayak yang mau nabrak,” ucapnya di Mapolsek Coblong.

Ia sempat melihat ke pengendara motor tersebut. Mereka berdua kemudian saling menyalip. “Kemudian saya dipepet lalu dibawa ke tempat sepi. Di situ saya lihat dia bawa senjata api,” ujarnya.

Pelaku yang mengaku polisi kemudian membawa Fajar ke tempat sepi. Pelaku meminta uang kepada Fajar.
“Kami kemudian naik motor pelaku. Sementara motor dititipin di satpam. Kunci motor tadinya mau dikasih ke satpam, tapi diambil sama pelaku,” tuturnya.

Ternyata, korban dibawa ke Rancaekek. “Tujuannya mau ke ATM. Tapi dia membawa saya ke ATM yang jauh,” ujarnya.

Ternyata, korban diturunkan di tengah jalan. Dengan alasan, pelaku akan ke tempat temannya.

Dari situ, korban tahu jika dirinya ditipu. “Saya naik angkot. Tapi sudah terlambat. Di sana, motor saya udah enggak ada,” ucapnya.

Korban lain adalah Alin (24). Korban dan pelaku dulu sempat satu sekolah. “Dia dulu kakak kelas saya di SMA. Delapan tahun lalu,” katanya.

Beberapa waktu lalu, mereka bertemu lagi. Ketika itu MST mengaku sebagai polisi yang bertugas di Polsekta Ujungberung.

Setelah beberapa kali bertemu, Ridwan meminjam motor milik korban. “Yang pertama Vixion. Dia minjem motor sama STNK-nya. Katanya buat ke kantor,” katanya.

Lalu setelah itu, giliran motor CBR yang dipinjam pelaku. Alhasil dua motor pun digasak pelaku. Kini, motor tersebut akhirnya bisa kembali lagi ke pemiliknya.(tis)

Sumber: Tribun News

Cara Mengolah Sampah Menjadi Kompos dengan Sistem Aerob

  1. Siapkan bahan baku kompos (bahan organik) yang akan diolah.
  2. Agar proses pengomposan menjadi lebih cepat, sebaiknya bahan tersebut di cacah sekecil mungkin, paling tidak sampai dengan 1 centimeter.
  3. Percikan Larutan  Aktivator pada bahan baku kompos.
  4. Taburkan Bahan Penggembur hingga merata ke seluruh bagian bahan (diaduk)
  5. Masukkan kedalam alat pengomposan yang baik, misalnya Komposter. Alat pengomposan yang baik untuk sistem Aerob adalah yang memiliki saluran dan sirkulasi oksigen yang baik dan lancar.
  6. Proses akan memakan waktu 5 – 14 hari (tergantung alat pengomposan yang digunakan), setelah menjadi kompos, keluarkan dari alat.
  7. Biarkan kompos pada udara terbuka seperlunya, dan bisa langsung diaplikasikan pada tanaman.
  8. Agar hasil kompos terlihat lebih baik, bisa di ayak sebelum di gunakan atau dijual.
  9. Proses ini juga menghasilkan cairan, yang bisa di klasifikasikan sebagai Pupuk Organik Cair.

Cara Membuat Lubang Resapan Menggunakan Bor BioPori

Fungsi lubang resapan ini adalah untuk memperbanyak pori tanah (gembur) serta memperbaiki kondisi gizi tanah, sehingga lebih subur dan daya resap air lebih baik.

  1. Pilih bagian tanah yang strategis
  2. Putar bor ke searah jarum jam, sambil di tekan ke dalam tanah
  3. Cabut bor, dan bersihkan mata bor dari tanah yang menempel
  4. Ulangi proses tersebut hingga kedalaman tanah 1 meter
  5. Selanjutnya, isi lubang tersebut dengan sampah organik yang sudah di percikkan aktivator secukupnya.

Mengaktifkan & Menggunakan Aktivator

Cara Mengaktifkan Aktivator
Larutkan 10 gram  Aktivator (atau sekitar 1 sendok makan) kedalam 1 liter air, dan biarkan selama kurang lebih 3-4 jam. Larutan ini bisa digunakan untuk 10 kilogram sampah.

Cara Penggunaan Aktivator:
Percikan Larutan  Aktivator pada bahan baku kompos, (misalnya sampah organik) yang telah dicacah atau disortir.

1 2 3 23