Bila Kebenaran atau Peringatan telah Sampai Kepada Kita

Bagaimana anda menyikapinya ??

diam ?
acuh tak acuh ?
masa bodo ?
tak peduli ?
ataukah malah membantah dan mendustakan ??!

Kalla yaa akhy (sekali-kali tidak wahai saudaraku)

sikap diatas adalah sifat khas orang2 kaafir…
yg mana dalam hatinya ada penyakit akut dan ganas, sehingga menggrogoti gaya dan jalan hidupnya…

Allah menggambarkan mereka dlm alqur’an seraya berfirman :
{إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ} [البقرة : 6]
artinya :
Sesungguhnya orang-orang kafir itu, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.

diayat yg lain Allah berfirman :
{فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ} [البقرة : 10]
artinya :
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan apa yg mereka dustakan.

Bahkan dengan angkuhnya…
mereka berani sekali smpai membuly dgn fitnah2 yg keji…

Allah berfirman :
{وَعَجِبُوا أَن جَاءَهُم مُّنذِرٌ مِّنْهُمْ ۖ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ} [ص : 4]
artinya :
Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: “Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta”.

_Lalu bagaimana sikap muslim sejati ketika menjumpai kebenaran/peringatan ??_

Allah berfirman :
{رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ} [آل عمران : 193]
artinya :
Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.

Allah berfirman :
{إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ} [النور : 51]
artinya :
Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

═══✺══✺══✺═══

Allah berfirman :
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ} [البقرة : 208]
artinya :
“`Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam agama Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.“`

═══✺══✺══✺═══

Rasul bersabda :
” إِنَّ الدَّالَّ عَلَى الْخَيْرِ كَفَاعِلِهِ ” رواه الترمذي
artinya :
“`orang yg menunjukkan kebaikan sama seperti melakukan kebaikan itu“`. HR Tirmidzi

“`~~Mari Berbagi~~“`

====================

✍ Akhuukum Sudirman, S.Ag.

📝 Alumni STDI Imam Syafi’i Jember
📝 Guru PONPES Sabilunnajah dan Rumah Tahfidz Ibnu Salim Bandung, dan LpBA (Les privat Bahasa Arab)

🔹🔹🔹🔹🌸🌸🌸🔹🔹🔹🔹