Statistik Kunjungan
Total kunjungan sebanyak:
kunjungan sejak 2008.
Untuk melihat rincian kunjungan, silahkan klik di sini.

Bencana Alam, Hubungi Tim SAR Bandung

021114sms-bencana

KENDARAAN melintasi plang peringatan rawan longsor di Jln. Soreang-Ciwidey, Desa Sukajadi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (2/11/2014). Kantor SAR Bandung membuka layanan sms melalui nomor 082214692111 untuk bantuan bila tertimpa bencana.*

SOREANG, (PRLM).- Memasuki musim hujan ini, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi bencana alam seperti banjir, longsor, dan puting beliung.

Untuk mendapatkan penanganan cepat saat terjadi bencana, masyarakat bisa meminta bantuan Tim Save and Rescue (SAR) Bandung dengan mengirimkan pesan singkat ke 082214692111.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Bandung Andriansyah mengungkapkan, layanan SMS tersebut siaga selama 24 jam. Harapannya, tim SAR dapat merespons dengan cepat terhadap laporan masyarakat mengenai bencana alam.

“Kami akan menurunkan tim ke lokasi untuk meminimalisasi korban akibat bencana alam,” katanya di Kantor SAR Bandung, Jalan Raya Bandung-Garut, Rancaekek, Minggu (2/11/2014).

Dengan layanan SMS Center, Andriansyah mengaku pihaknya berupaya memenjemput informasi dari masyarakat yang membutuhkan jasa layanan SAR. Soalnya, layanan tersebut bisa dimanfaatkan oleh setiap warga secara langsung tanpa harus menghubungi pihak-pihak lainnya.

Kantor SAR Bandung, lanjut Andriansyah, merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Badan SAR Nasional. Wilayah kerja UPT Kantor SAR Bandung berada di daerah Jawa Barat.

“Tugas utamanya yaitu menyediakan jasa layanan SAR yang efektif dan efisien didukung dengan sumber daya manusia yang profesional, fasilitas SAR memadai dan prosedur kerja yang baik,” tuturnya.

Di Kabupaten Bandung, potensi bencana alam seperti banjir, puting beliung, dan tanah longsor hampir ada di setiap kecamatan. Pekan lalu, puting beliung menerjang belasan rumah di Kavling Nusa, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung Marlan juga meminta agar masyarakat lebih waspada memasuki musim hujan ini. Soalnya, perubahan cuaca memicu terjadinya bencana alam seperti banjir, longsor, dan puting beliung.

Untuk mengantisipasinya, Marlan juga mengaku telah menyiapkan sejumlah relawan di setiap daerah yang selalu waspada terhadap ancaman bencana. Karena dengan selalu waspada serta memahami berbagai langkah yang harus diambil bisa mengurangi resiko bencana.

Selain itu, dia juga melakukan pemantauan di lapangan dengan memasang sejumlah CCTV di lokasi rawan bencana. Bekerja sama dengan LAPAN, pihaknya juga memasang alat pemantau cuaca di hulu Sungai Citarum, Kecamatan Kertasari.

“Ini sebagai langkah antisipatif, jadi saat bencana tiba masyarakat telah siap. Sehingga bisa mengurangi resiko dari bencana itu sendiri,” ujarnya. (Cecep Wijaya/A-89)

Sumber: Pikiran Rakyat